Wabub: Hukum Harus Tetap Ditegakkan

0
223
views
GELEDAH: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur saat diperiksa oleh petugas kepolisian untuk mengungkap kasus OTT, namun Kepala Dinas tidak ada ditempat.

TRANSLAMPUNG.COM, SUKADANA- Terkait dengan dugaan pungutan liar (Pungli) Wakil Bupati Lampung Timur,Zaiful Bokhari, mengaku prihatin dengan pemberitaan media terkait dilakukan oknum pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) lamtim.

Namun begitu, demi tegaknya supremasi hukum, ia atas nama Pemkab Lampung Timur mendukung penuh langkah-langkah yang diambil Polda Lampung untuk mengungkap kasus tersebut.

“Tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah, hukum harus tetap ditegakkan,” ujar Zaiful saat ditemui di ruang kerjanya, mewakili Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, Rabu (14/06).

Oleh sebab itu Zaiful  meminta pihak kepolisian dapat bekerja secara transparan. “Demi nama baik Kabupaten Lampung Timur, saya minta Polda Lampung tidak menutup-nutupi kasus ini. Buka saja secara gamblang, siapa yang bermain. Kita juga tidak akan memberi dukungan atau bantuan hukum bagi oknum yang nantinya dinyatakan bersalah,” tegasnya.

Untuk langkah kedepan, Zaiful akan melihat terlebih dahulu perkembangan kasus ini, sembari berdiskusi dengan bupati lamt Chusnunia chalim selaku pihak yang lebih berwenang untuk mencopot atau memberhentikan pegawai di jajaran Pemkab Lampung Timur. Yang jelas, siapa pun nanti yang bersalah, harus berani mundur demi mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Maka”Jangan sampai hanya gara-gara segelintir oknum, semua masyarakat Lampung Timur terkena imbasnya. Yang jelas kalau benar ada pungli dan semacamnya di Dinas Kesehatan, polisi harus bisa mengungkapnya secara tuntas, termasuk menelusuri kemana dana itu bermuara. Jangan sampai pihak lain jadi terbawa-bawa dan menjadi fitnah,”terangnya

Zaiful pun mengingatkan kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Lampung Timur untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, jangan sampai bersinggungan dengan hukum. Sebab, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Namun, hingga berita ini dilansir, wartawan belum berhasil menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur, dr. Evi Darwanti MARS. Sejak kasus ini mencuat, yang bersangkutan tidak ada di kantor dan nomor handphonnya pun dalam keadaan tidak aktif.

Sementara pantauan wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Lampung Timur, suasana tetap berjalan normal seperti biasa. Namun sekitar pukul 16.30 WIB, tampak sejumlah polisi mendatangi kantor satker tersebut. Belum diketahui apakah dari Polres Lampung Timur atau dari Polda Lampung.

Beberapa polisi masuk ke dalam kantor, sementara sebagian berjaga-jaga di luar. Penggeledahan masih berlangsung, sehingga wartawan belum bisa mendapat informasi atau keterangan yang jelas. (bon/tnn)