. . .

VOC Kenal Qopi Sumatera, Umar: Segalono Jadey Waway Jamo Qupey

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Sejak penjajahan belanda dulu itu. Bumi lampung ‎selain tersohor dengan tanah lado, juga lebih dikenal tanaman Kopi. dijadikan masyarakat pribumi dulu kala, sebagai konsumsi selayaknya kearipan budaya khas lampung. Atau, penyegar penat sesaat.

‎Kendati demikian tidak dapat terkikis jaman meski dunia ala modern, kini suguhan kopi dalam kehidupan bermasyarakat terus dijadikan menu utama dalam sajian setiap saat. Keluarga, kerabat, teman juga handaitolan.

‎Tanpaknya, itu telah dan diamini oleh orang nomor satu Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, Bupati Umar Ahmad.,Sp.‎ Betapa tidak, pada Kompleks Lampung Ekspo pkor way halim tepatnya dianjungan Minak pati pejurit, terpampang tulisan dengan kalimat.

‎‎” Segalono Jadey Waway Jamo Qupey” atau diartikan kata lain (Semuanya jadi bagus dengan Qopi).

Pepatah itu disambut baik oleh satudiantara anak bangsa Juaini bandarsyah, pemudah asli Tubaba Tiyuh (Desa) Gedung ratu Tulangbawang Udik, yang kini menakhodai ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ‎sedikit mengupas latar dan sejarah keberadapan tanaman Qopi sejak jamman itu.

‎” Sudah saatnya Qopi lampung menjadi ciri khas Lampung. Sedari jaman penjajah bumi Lampung di kenal penghasil Qopi dan lado. Namun kopi luak saja yang sudah menepati hati para penikmat Qopi, sampai Eropa.  Namun lampung lebih dulu memilikinya.” Sebut Juaini dalam ceritanya saat dikutip Translampung pada (11/10) pukul 23:45 Wib.

Menurutnya, ‎Kopi lampung terkenal di seluruh pelosok dunia sebelum Qopi-Qopi lainnya yang ada di nusantara. Seperti contoh lada lapung di kenal VOC pada saat itu ialah black asta lampung. Sama halnya pada saat itu Qopi lampung atau disebut Qopi Sumatra. Saat itu Qopi sumatra tumbuh subur sepanjang bukit barisan samahalnya lado. Karena Sumatra adalah tanah subur dengan  iklim tropis.

” Kita bersyukur baik Pemerintah provinsi dan kabupaten kota,  seperti Lampung Barat (Lambar)  dan Lammpung Utara (Lampura)  juga di dukung oleh Tubaba, Kini  mulai mengkampanyekan atas anugerah yang kita milik Seprti Qopi. Sebab, ‎Qopi lampung bukan saja menjadi simbol Lampung namun jugan harus menjadi sumber pendapat masyarakat baik bahan baku atau olahan.‎” Imbuhnya (Dirman)