Usulan Pembangunan Kolam Renang Internasional Direspon

0
459
views

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA- Rencana pembangunan kolam renang bertaraf internasional di Kabupaten Lampung Selatan, nampaknya akan segera terwujud.

Pasalnya, dari pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pusat sudah menjanjikan akan melakukan verifikasi lahan yang untuk dijadikan lokasi pembangunan kolam renang yang ditaksir menelan biaya pembangunan kurang lebih 15 miliar.

Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Lampung Selatan Hiruzen Prajatuala, ketika dihubungi, Minggu (7/5).

Menurut dia, jika Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Sarana dan Prasaran Kepemudaan Kemenpora RI menyatakan akan meninjau lokasi lahan yang berada di Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda. Dimana di lahan milik Pemkab di daerah tersebut ada seluas 3,4 hektar. Sedangkan, luasan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan kolam renang tersebut hanya sekitar 1,5 hektar.

“Mereka (Asdep-red) sudah menyatakan akan datang secara langsung untuk memverifikasi lahan itu. Ini masih menunggu waktu beliau untuk hadir dan melakukan verifikasi,” ujar dia.

Selain itu, lanjut dia saat ini pihaknya sudah tiga kali mendatangi kantor kementerian terkait untuk mengetahui bagaimana perkembangan ajuan proposal Kabupaten Lampung Setalan terkait dengan pembangunan kolam renang tersebut. Hasilnya bahwa, proposal ajuan tersebut sudah naik ke meja protokol Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi.

“Pada prinsipnya kita yakin bila hiba untuk pembangunan kolam renang di Lampung Selatan akan terealisasi, karena tahapan-tahapan untuk menuju kesana sudah kita lalui. Kalau (kemenpora) mau main-main, nggak mungkin sampai ada tahapan verifikasi lahan seperti ini,” kata dia.

Ditambahkan dia, ada beberapa pertimbangan pusat untuk pembangunan kolam renang bertaraf internasional di Lampung Selatan yakni belum memiliki saran yang seperti itu. Sehingga nantinya apabila itu terealisasi dapat dimanfaatkan untuk ajang-ajang olahraga terkait, agar keberadaan kolam renang tersebut dapat digunakan secara maksimal.

“Nanti kalau ada perlombaan tingkat regional (sumatera_red), bisa memanfaatkan ini. Ataupun bisa dimanfaatkan para atlit renang lokal untuk mengasah kemampuan mereka agar dapat tampil maksimal apabila mengikuti kejuaraan.Kendati sudah ada signal positif dari pihak Kemenpora, Dispora Lampung Selatan sendiri tidak mau jumawa, karena hal tersebut belum terealisasi secara nyata,” pungkasnya.(jhn)