. . .

Usai Panggil PT TI, Ini Penjelasan Sekda Tanggamus soal Status Lahan Ladang Ganja

image_print

JELASKAN STATUS LAHAN: Sekda Tanggamus Hi. Andi Wijaya (kanan) bersama Kasatres Narkoba Polres Tanggamus Iptu. Anton Saputra menjelaskan pada awak media dengan sketsa, terkait kejelasan status lahan ladang ganja yang menguat dugaannya berada di wilayah lahan cadangan HGU PT TI. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Sekretaris Daerah Tanggamus Hi. Andi Wijaya menepati janji untuk memanggil pihak-pihak terkait, demi mendapatkan kepastian status lahan yang ditanami ratusan batang pohon ganja dan terekpose media massa Kamis (8/3) lalu. Hasil dari rapat internal tersebut, Andi Wijaya mengatakan, lahan yang ditumbuhi tanaman haram di lereng Gunung Tanggamus, dekat Dusun Way Kandis, Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur itu, diduga kuat adalah lahan cadangan Hak Guna Usaha PT Tanggamus Indah sejak tahun 1991 silam.

Hal itu diungkapkan Sekda Tanggamus Andi Wijaya didampingi Kasatres Narkoba Iptu. Anton Saputra, usai rapat internal dengan perwakilan PT TI, di ruang rapat sekda, Selasa (13/3) sore. Andi Wijaya menjelaskan, kuatnya dugaan itu muncul setelah dirinya bersama Kasatres Narkoba Polres Tanggamus, Aparatur Pekon Kampungbaru dan Kecamatan Kotaagung Timur, BPN/ATR, Satuan Polisi Pamong Praja dan Polisi Hutan, serta Deden dan Bambang selaku perwakilan PT TI, duduk bersama.

“Meskipun dari hasil rapat tadi sudah ada titik terang bahwa lahan seluas 40 meter x 40 meter itu bukanlan milik Register 30, tetapi semuanya ini perlu proses untuk lebih mendalami dan memastikannya lagi. Jadi tetap harus menggunakan kata ‘diduga’ perihal status lahannya. Lahan yang memang lokasinya berada di bawah garis batas lahan Register 30 itu, diduga berstatus lahan cadangan HGU PT TI tahun 1991,” beber Andi Wijaya diamini Anton Saputra, Selasa sore.

Total lahan HGU PT TI sendiri, kata sekda, seluas 917,6 hektar. Sementara lahan yang ditanami ganja adalah 40 x 40 meter dari luas total HGU PT TI. Dengan kata lain, ladang ganja itu berdiri di sebagian kecil luas lahan HGU. Dengan kondisi seperti itu, tetap tidak bisa kalau kesalahan dalam masalah ini sepenuhnya ditumpukan pada satu pihak, PT TI.

Lalu saat dikejar lagi dengan pertanyaan terkait langkah tegas yang akan diambil Pemkab Tanggamus terhadap PT TI, Andi Wijaya menegaskan, bahwa pemkab akan mengajukan keberatan. Dalam artian, keberatan dari Pemkab Tanggamus itu akan diajukan pada Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Tanggamus dalam tahap perpanjangan HGU PT TI.

“Teknis perpanjangan HGU (PT TI) adalah kewenangan Kementerian BPN/ATR, bukan pemkab. Mereka yang mengeluarkan (perpanjangan HGU). Jadi kami hanya bisa mengajukan keberatan pada BPN/ATR saat PT TI akan memperpanjang HGU-nya. Karena terus terang saja, temuan ladang ganja ini sudah sangat mencoreng nama baik pemkab,” tegas Andi Wijaya.

Selengkapnya baca Trans Lampung edisi Rabu 14 Maret 2018. (ayp)