Urin Kadisdukcapil Tanggamus Positif Mengandung Methamphetamine

0
537
views
TEPIS ISU IR BEBAS: Kasatnarkoba Polres Tanggamus Iptu. Anton Saputra menjelaskan status IR dan menepis isu bahwa IR melenggang bebas. Foto: AYP

 

translampung.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanggamus menyatakan, hasil tes urin Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat IR (51), positif mengandung methamphetamine yang berasal dari sabu-sabu. Sampai tadi (23/2) petang, IR diamankan di rutan Mapolres Tanggamus demi kepentingan penyelidikan.‎

Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, melalui Kasatnarkoba Iptu. Anton Saputra menerangkan, tes urin pada IR dilakukan Rabu (22/2) malam selepas sholat isya‎ dan sebelum IR diperiksa penyidik Satresnarkoba. Setelah tes urin yang hasilnya positif, penyidik menggeber pemeriksaan terhadap IR selama tiga jam.

“Jadi kami tegaskan, sejak Rabu malam, IR ini sudah ‘menginap’ di sel. Tidak ada perlakuan istimewa atau dispensasi, meskipun IR adalah kepala dinas. Semuanya sama di mata hukum. Jadi sama sekali nggak benarlah rumor yang menyatakan bahwa IR melenggang bebas. Itu kalau nggak percaya, silakan lihat di dalam sel,” ujar Anton seraya menepis isu IR tidak ditahan.

Kasatnarkoba mengungkapkan, sejauh ini IR membantah bahwa bong (alat isap sabu-sabu) yang ditemukan petugas di bawah meja kerjanya, bukanlah milik dia. IR juga membantah bahwa dia berpesta sabu-sabu sesaat sebelum penggrebekkan. Demikian juga dengan pirex dan plastik klip bening wadah sabu-sabu sisa pakai.

“Ya sah saja IR mau menerangkan apapun. Itu adalah haknya. Namun bukti dan fakta hasil tes urin yang menjadi dasar. Kalau penuturan IR, dia mengkonsumsi sabu-sabu dua hari sebelum penggrebekkan di rumahnya di Bandarlampung. Artinya hari Senin. Senin kan hari kerja awal pekan, masa iya IR nggak ngantor (di Tanggamus) saat hari kerja awal pekan,” sebut Anton.

Saat ini, lanjutnya, Satnarkoba masih terus mendalami mengenai asal-usul sabu-sabu yang dikonsumsi IR. Anton menyebutkan, bahwa IR mengakui sabu-sabu dibeli dari temannya di Bandarlampung. Nama, alamat, dan identitas penyuplai sabu-sabu pada IR sudah dikantongi polisi.

“Kami sekarang sudah berkoordinasi dengan Polresta Bandarlampung dan Ditnarkoba Polda Lampung untuk menelusuri si penjual sabu-sabu pada IR,” tegas Anton.

Barang bukti dan hasil tes urin, lanjutnya, akan dikirimkan ke laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat di Jakarta. Hasil uji laboratorium dari BNN inilah yang nantinya menentukan status Irsan dan meningkatkan proses hukumnya.

“Untuk kepentingan penyelidikan, kami memiliki wewenang 3 x 24 jam menahan IR. Surat perintah penahanan (sprinhan) memang belum terbit, terbitnya sprinhan setelah hasil uji laboratorium BNN keluar. Peran BNN dalam hal ini adalah sebagai keterangan ahli untuk menguatkan argumen penyidik. (Kamis) malam ini urin dan barang bukti berangkat ke BNN, mudah-mudahan hasilnya segera keluar,” harap Anton.

Sementara ini, polisi menyangkakan IR dengan Pasal 112 junto Pasal 127 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Untuk Pasal 112-nya, ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun. Kalau Pasal 127-nya hukuman maksimal 4 tahun.

“Kalau IR mau mengajukan rehabilitasi ya itu hak dia juga. Tinggal ajukan ke BNNP untuk diassessment sebagai pertimbangan di pengadilan,” tandas Anton. (ayp)