Upaya Alih Status Branti Terus Dikebut

0
386
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Upaya untuk menjadikan Bandara Radin Inten II Lampung Selatan terus dikebut. Hari ini, Pemprov Lampung kembali menyambangi Kementerian Perhubungan RI, guna mempertanyakan soal alih status Bandara terbesar di Saibumi Ruwajurai ini.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan, agenda kali ini adalah membahas soal alih status Bandara yang biasa disebut Branti ini, menjadi Bandara Internasional.

”Iya besok (hari ini, Red) saya mendampingi pak Asisten berangkat ke Kemenhub. Ya soal Bandara. Sebab ini incon Lampung yang harus diperjuangkan,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Kemenhub pernah menyatakan akan meresmikan alihstatus Branti menjadi Bandara Internasional pada April mendatang bersama delapan Bandara yang Baru jadi pembangunannya di Provinsi lain. Namun demikian, dia mengaku, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai hal tersebut.

”Mungkin kejelasan itu juga bisa kita dapati saat kita ke Kemenhub nantinya,” kata dia.

Sementara itu, mengenai VIIP Branti, Pemprov Lampung mengaku memang siap untuk menghibahkan aset VVIP tersebut. Namun demikian, keputusan hibah tersebut masih mengganung.

Sekprov Lampung Sutono tidak memberikan alasan yang rinci. Namun demikian, yang jelas dalam kurun waktu tahun 2017 ini aset tersebut akan diserahkan.

”Tentunya kita mendukung. Nantinya itu dihibahkan kok. Kan sudah banyak juga yang dihibahkan seperti perluasan lahan dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Branti Wahyu Arya Sakti mengatakan, dari segi fisik, pembangunan Branti sudah mencapai 100 persen. Di mana, sampai saat ini tinggal menunggu saja keputusan dari Kemenhub untuk peresmian.

”Jelasnya kami belum tahu ya. Cuma, informasi yang masuk antara Maret dan April,” terangnya.

Dijelaskan dia, dalam pembangunan tahun ini seharusnya berlanjut. Di mana, ada anggaran yang masih dibintangi oleh Kemenhub untuk pembangunaan Garbarata (Jembatan Penghubung) yang fungsinya mempermudah penumpang dari gate masuk ke pesawat.

”Jadi, sementara para penumpang nantinya masih dari gate, tetap turun melalui anak tangga menuju pesawat yang parkir,” jelasnya.

Ditanya soal detail anggaran yang ada, dia enggan membenrikan kejelasan secara rinci. Yang jelas, jika tidak tembus di awal tahun ini, bisa akan terkucur di Anggaran Pendapatan Belanja Negara Peruhanan (APBNP) tahun 2017.

”Itu hanya masih dibintangi saja mas. Karena Daftar Perincian Anggarannya sudah ada kok. Jadi tinggal menunggu keputusan pusat saja. Bisa di murni, bisa di perubahan nantinya,” jelasnya.(tnn)