. . .

Uji Kelayakan Angkutan Umum Tanggamus, Ada Sopir Bus Takut Jarum Suntik sampai Krisis Hipertensi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus, dipenuhi angkutan umum penumpang dan barang, Jumat (21/12) siang.

Forum Lalu Lintas Kabupaten Tanggamus rupanya sedang melaksanakan Uji Kelayakan Angkutan Umum dan Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi dalam rangka Operasi Lilin Krakatau 2018. Forum tersebut terdiri dari Satuan Lalu Lintas Polres Tanggamus, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Dinas Kesehatan.

Tak seperti biasanya, pemeriksaan kali ini turut melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanggamus beserta dokter dari Puskesmas Kotaagung. Sebab, selain memeriksa kelayakan dan kelengkapan kendaraan, para pengemudi serta kenek (kondektur) bus tersebut juga diperiksa kesehatan sekaligus tes urin.

Ada momen menarik saat tim dari BNN Tanggamus hendak memeriksa kesehatan salah seorang sopir bus. Pasalnya, sopir bus Puspa Jaya BE 7450 BU itu, kekeuh menolak dimasukkan jarum suntik untuk diambil sampel darahnya.

“Saya takut jarum suntik. Jangan disuntik bu. Saya dari kecil paling takut jarum (suntik). Minum obat saya sanggup. Kalau disuntik, saya nyerah bu,” ronta pria berusia 35 tahunan itu.

Tingkah lucu sopir bus yang takut jarum suntik itu, kontan membuat para pemeriksa tertawa. Kendati demikian, ia tetap tak bisa lolos begitu saja dari pemeriksaan tim BNN Tanggamus. Sebab, ia harus menjalani tes urin yang tak menggunakan jarum suntik.

Hasil Uji Kelayakan dan Tes Urin Cukup Baik

SEKRETARIS Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus, Suroyo mengatakan, sebagai salah satu anggota Forum Lalu Lintas, dishub berkewajiban mendukung program pemeriksaan ini. Kebetulan, lokasi kantor Dishub Tanggamus yang berada di tepi Jalan Lintas Barat, cukup strategis untuk lokasi pemeriksaan.

“Secara umum, hasil uji kelayakan angkutan penumpang dan barang siang ini cukup baik. Sebagian besar layak jalan dan sudah kami tempeli stiker Stop Pelanggan, Stop Kecelakaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dalam rangka Ops Lilin Krakatau 2018,” ujar Suroyo, mewakili Kepala Dishub Tanggamus Razi Azanisyah.

Kanit Dikyasa Brigadir Yansah dan Kanit Patroli Ipda. Irwan, mewakili Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri, S.Kom. menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh instansi yang tergabung dalam Forum Lalu Lintas Tanggamus. Kasi Rehabilitasi sekaligus Plt. Kasi Pencegahan BNN Tanggamus Erwin Suciarni mewakili Kepala BNN Tanggamus Kholbidi menyebutkan, hasil tes urin para sopir secara umum bagus. Belum ada indikasi sopir yang mengonsumsi narkoba.

Satu Sopir Bus Bertensi Darah Ekstrem

SEMENTARA Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Tanggamus Basri menjelaskan, dari 16 sopir bus dan truk yang telah diperiksa, terdapat 7 sopir dengan tensi darah di atas batas normal. Tensi darah normal, kata Basri, yaitu 120/80.

“Kemudian ada satu sopir bus PO SAN, Novrial (50) warga Bengkulu diduga mengalami krisis hipertensi. Tensi darahnya cukup ekstrem, yaitu 199/110. Gula darahnya cukup tinggi pula, yaitu 461 mg/dl. Dia mnegaku punya riwayat diabetes militus,” jelas Basri, mewakili Kepala Diskes Tanggamus Sukisno, S.K.M., M.Kes. (ayp)

error: Content is protected !!