UBL Gelar Kuliah Umum Bersama Imam Besar Masjidil Aqsa Palestina

0
605
views
BUKTI DUKUNGAN : UBL beri bukti dukungan perjuangan Palestina, dengan menggelar kuliah umum bersama Imam Besar Masjidil Aqsa Al-Mubarak, As-Syeikh Mustafa Muhammed Abdurrahman al Tawil, di Aula Gedung F, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Jumat (9/6/2017). (Dok. Foto BMHK UBL-UBL Production).

TRANSLAMPUNG.COM, KEDATON–  Langkah Universitas Bandar Lampung (UBL) dalam mendukung perjuangan raakyat Palestina, tidak pernah main-main. Bahkan, semangatnya semakin besar karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah.

Terlihat dari kuliah umum ‘Paparan Kondisi Kemanusiaan di Palestina’ bersama Imam Besar Masjidil Aqsa Al-Mubarak, As-Syeikh Mustafa Muhammed Abdurrahman al Tawil, yang diinisiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Aula Gedung F, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Jumat (9/6).

Dihadiri Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA ; Dekan FEB Dr. Andala Rama Putra Barusman, SE, MAEc ; Sekretaris FEB Khairudin, SE, M.Si, Akt ; Kaprodi Manajemen Dr. Iskandar Ali Alam, SE, MM ; Kaprodi Akuntansi Aminah, SE, M.S, Ak. ; para mahasiswa dan dosen FEB. Termasuk perwakilan dari Prodi dan fakultas lain di UBL.

Yusuf menyatakan kondisi kemanusiaan Palestina sejak dijajah Israel, hingga kini masih sangat memperihatinkan. Untuk itu, UBL menghargai upaya As-Syeikh Mustafa, sebagai pemuka agama dan tokoh masyarakat yang mengupayakan negaranya merdeka berdaulat. Terlebih, secara histori (sejarah), kondisi Palestina dengan Indonesia tidak jauh beda. Termasuk memiliki masyarakat yang majemuk.

“Kami (UBL) siap membantu perjuangan Palestina. Kami selalu menghormati dan respek. Karena seperti di UBL, terdiri berbagai suku bangsa, agama, Ras, dan latar belakang juga merasakan hal sama, seperti kesulitan rakyat Palestina. Untuk itu, kami juga mendorong upaya menyatukan berbagai kelompok (faksi) masyarakat, di dua wilayah besar yakni Tepi Barat dan Gaza,”ucapnya.

Yusuf berharap melalui kuliah umum ini terjadi berbagi pengalaman (sharing experience) bagi sivitas akademika UBL dalam mengetahui langkah perjuangan rakyat Palestina. “Termasuk bagi negara Al Quds agar mampu mencontoh perjuangan rakyat Indonesia, berjuang  merdeka. Termasuk memiliki falsafah idelogi pemersatu bangsa dengan Pancasila dan slogan Bhinekka Tunggal Ika-nya,”katanya.

Terlebih setiap warga negara Indonesia konsisten mempertahankan 4 pilar kebangsaan dengan baik, bahkan ditiap lini kehidupan. “Kita beruntung memiliki Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, yang menyatukan keberagaman. Lihatlah Palestina, Suriah, Yugoslavia bahkan Uni Soviet terpecah belah karena tidak memiliki landasan kuat menjalankan berbangsa dan bernegara,”akunya.

Dalam kesempatan itu, UBL berkomitmen setiap langkah kebaikan dibulan baik. Terlebih, kuliah umum ini dapat menjadi studi banding bagi sivitas akademika UBL. Untuk ikut berempati pada kondisi masyarakat, dan merasakan semangat perjuangan yang berat. Sehingga kita menghargai kemerdekaan yang didapatkan. Bentuknya berkontribusi, terus berprestasi, bekerja keras, dan berikhtiar untuk kemajuan bangsa dan negara,”pintanya.

Sedangkan, As-Syeikh Mustafa mengapresiasi rasa kebersamaan dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Tidak hanya sebagai negara dengan mayoritas muslim. Tetapi Indonesia dan Palestina menentang penjajahan antar negara.“Bangsa Indonesia sangat baik dan menghormati perjuangan kami dalam mempertahankan wilayah, termasuk masjid Al Aqso,”sanjungnya

Tak lupa, dosen luar biasa di Universitas Al Quds Terbuka, berharap setelah kuliah umum ini, peran UBL dalam membantu perjuangan rakyat Palestina, terutama dalam mengupayakan  kemerdekaan dan mempertahankan Masjidil Aqsa Al-Mubarak, dapat terus ditingkatkan.

“Semangat perjuangan Palestina, saya dapat rasakan di Indonesia, termasuk disini (Lampung). Kami berterima kasih atas dukungan dan sumbangsih, berupa bantuan moril, materiil hingga dukungan doa (tidak terhenti) nya. Saya yakin dengan izin Allah dan dukungan semua pihak (termasuk UBL), negara Palestina merdeka dengan ibukota Al Quds terealisasi,”tukasnya.  (*)