UBL Bersama Pemkab Waykanan Teken Nota Kesepahaman

0
763
views

 

TRANSLAMPUNG.COM, WayKanan Untuk lebih menyinergiskan dan menselaraskan fungsi serta kinerja kalangan akademisi dengan pemerintah daerah. Universitas Bandar Lampung (UBL) bersama Pemerintah Kabupaten Waykanan menyepakati nota kesepahaman.

Acara penandatanganan MoU di Gedung Serba Guna Pemkab Waykanan, Senin (30/2/2017), antara kedua belah pihak berisikan peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Way Kanan. Sedangkan, pihak-pihak menandatangani langsung MoU yakni Rektor UBL M. Yusuf S. Barusman oleh Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya.

Pihak UBL menyertakan Ketua Yayasan Administrasi Lampung (YAL) Andala Rama Putra Barusman, Direktur Program Pascarjana (PPs) Agus Wahyudi, para wakil direktur, wakil rektor, dekan, sekprodi, dan Koordinator LPPM. Termasuk Kepala beserta jajaran Laboratium, Biro, LPSM, UPT hingga Pusat Studi (PS).

Sedangkan tuan rumah, dihadiri Wakil Bupati Waykanan Edward Antony, Ketua DPRD Nikman Karim, jajaran Forkopimda, para kepala kantor instansi vertikal, pimpinan perusahaan, OKP dan LSM se-kabupaten Way kanan. Termasuk para utusan perguruan tinggi se-Lampung.

Dalam kesempatan itu, juga disertakan Diskusi Panel, bertema ‘Menuju Way Kanan maju dan berdaya saing 2021’, yang dimoderatori Dekan Fisip UBL Yadi Lustiadi. Dalam sambutannya, Rektor UBL menyambut baik terlaksananya nota kesepahaman dengan Way Kanan, yang melengkapi diberbagai kabupaten/kota se-Lampung lainnya.

“MoU ini melengkapi berbagai nota kesepahaman lain dengan kabupaten/kota lain se-Lampung. Seperti Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, hingga Tulang Bawang Barat. Semua isi kerja sama UBL dengan pemkab Way Kanan akan lebih diintensifkan dan dilakukan secara tertulis. Kedepan, akan menyusul MoU dengan kabupaten/kota lainnya,”terangnya.

Sedangkan Bupati Waykanan menyambut kerjasama dengan UBL, yang dianggap salah satu perguruan tinggi kredibel dan kompeten, ditingkat lokal, domestik, regional, nasional hingga internasional. Selain itu, bertujuan agar semua pihak berperan membangun Way Kanan.

“Karena (kerjasama/MoU) ini akan dijadikan sebagai bahan laporan pemerintahan saat ini kepada masyarakat, sebagai bentuk kepercayaan mereka memilih duet pemimpin ini untuk membangun Waykanan yang lebih maju kedepan,” kata Adipati.

Masih menurut Adipati, masih banyak program kerja yang belum dilakukan, masih banyak program yang belum dilaksanakan, karena itu dibutuhkan dukungan dari semua elemen dan unsur masyarakat dalam membangun Waykanan.

Untuk itu, Adipati berharap melalui kerjasama ini, UBL dapat membantu pemkab setempat dalam mengembangkan Kabupaten Waykanan, agar mampu berdaya saing nasional 2021 maupun berdaya saing internasional 2025. Hal ini sesuai pencanangan pemerintah pusat maupun pemprov Lampung.

“Masukan saran dan pendapat para ahli dan pakar (termasuk akademisi UBL) untuk percepatan pembangunan sangat diperlukan, karenanya kami berdua berharap dapat menerima masukan yang positif (dalam klausul MoU demi kemajuan Waykanan kedepan,” kata Adipati.

Dalam kesempatan itu pula, dilakukan penyerahan dana Alokasi Dana Kampung (ADK) oleh Bupati Way Kanan yang diterima langsung oleh perwakilan kepala kampung mewakili seluruh kecamatan di Waykanan, yang turut disaksikan pihak UBL. Termasuk, mengaktualisasi acara Refleksi setahun kepemimpinan duet Adipati-Edward di Kabupaten dengan julukan Ramik Ragom ini.

“Ketiga kegiatan ini (MOU bersama UBL, penyerahan ADK dan refleksi setahun), masuk fortofolio yang penting dilakukan. Terhadap segala bentuk implementasi program kerja satu tahun masa pemerintahan kami. Selain mengevaluasi kerja dilakukan, juga menjadi bahan laporan Pemerintah Kabupaten Way Kanan ke Pusat, dan melanjutkan program kerja yang belum berjalan,”tukasnya.