Tuntut UKT, Mahasiswa Unila Gelar Aksi Protes

0
228
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- Ribuan Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) diprediksi akan mengetuk paksa pintu Rektor lantaran kecewa setelah tuntutannya mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT)semester 9 tidak dikabulkan di Bandarlampung, Minggu(16/7).

Setelah Para mahasiswa yang tergabung dari aliansi gugus 9  mengetahui hasil keputusan dari Rektor Universitas Lampung Hasriadi Matakin pada Jumat (14/7) pukul 14.00 menolak untuk mengabulkan permintaan agar menghapuskan UKT sebanyak 50 persen jika sudah mencapai semester 9.

Presiden BEM Unila Herwin Saputra mengatakan penarikan UKT untuk mahasiswa khususnya angkatan 2013 yang akan menjajaki semester IX sudah tidak relevan untuk membayar UKT yang teridiri dari Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dikurangi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) yang bersumber dari pemerintah pusat.

“Dari peraturan kemendikti mahasiswa semester 9 sudah tidak dipungut biaya Full, atau bahkan dihilangkan agar tidak menjadi beban para mahasiswa,” kata dia saat ditemui Trans Lampung di Markas BEM.

Dirinya juga berujar pada Senin (17/7) akan melakukan aksi untuk mengetuk pintu rektor.

“Yang jelas Karena kami kecewa dengan keputusan, dan diketahui didalamnya Wakil rektor dua menolak permohonan kami, jadi Senin kita akan turun untuk memasuki rektorat untuk aksi,” tegasnya.

Sementara itu Saat akan di konfirmasi Rektor Unila Hasriadi Matakin sedang tidak ada ditempat.

Sebelumnya, Herwin pernah menyebutkan dalam bahan presentasi permendikbud dijelaskan bahwa satuan BKT akan dibagi dengan angka 8 (untuk s1) dan angka 6 (untuk d3) yang menunjukkan lamanya pembelajaran. Maka, jika dibandingkan dengan sistem Sumbangan Peningkatan Mutu Akademim (SPMA), seharusnya akumulasi UKT hingga 8 semester untuk sarjana atau 6 semester untuk diploma telah melunaskan biaya pendidikan berupa uang gedung (uang pangkal) dan seluruh SKS untuk kelulusan.

“Mahasiswa yang semester IX kan juga kebanyakan SKS nya sudah habis, udah dikit mata kuliah, masa harus dibebani dengan biaya yang mahal. Jadi kita sudah adakan kajian, dan mendorong agar UKT semster IX dikurangi 50%, dikembalikan ke SPP saja, atau per SKS,” pungkasnya.

Tak hanya itu , Suatu bentuk yang tidak relevan apabila UKT tetap diberlakukan sampai lebih dari semester 8. Oleh karena itu, dengan semangat terwujudnya sistem UKT untuk meringankan beban mahasiswa, akan bijaksana jika pembayaran UKT di atas semester 8 (S1) dan diatas semester 6 (Diploma) tidak lagi diterapkan.

“Hal ini juga dilakukan BEM seluruh Indonesia, UNJ dan UGM infonya sudah menurunkan UKT  hingga 50% untuk mahasiswa semsester IX ,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Lampung Hasriadi Mat Akin menjelaskan, penghapusan UKT semseter IX tidak memiliki dasar yang jelas, karena belum ada kebijakan atau peraturan terkait. Menurutnya, mahasiswa harus menyelesaikan studi sesuai dengan ketentuan normal yakni delapan semester, jika siswa menempuh semester lebih dari delapan, kesalahan ada di mahasiswa yang tidak bersungguh-sungguh ingin wisuda.

“Mahasiswa semester IX juga pake fasilitas Unila, seperti perpustakaan, laboratorium, jadi wajar masih bayar, Bidik Misi saja lewat semester 8 siswa bayar sendiri, begitu juga PMPAP, Unila tanggun 5 milyar pertahun untuk PMPAP,” tutup dia.(r4)