. . .

Tuna Runggu Mampu Berkarya dan Bisnis

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Keterbatasan fisik bukan halangan atau dijadikan alasan untuk tidak berkarya. Karena pada dasarnya penyandang disabilitas juga mempunyai kesempatan yang sama dengan mereka yang memiliki fisik lengkap untuk maju dan berkembang.

Sebagaimana para penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam hal pendengaran dan wicara (tuna rungu) di Kabupaten Pringsewu yang juga mampu berkarya dan bahkan berbisnis.

Dilatarbelakangi kenyataan selama ini bahwa mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran ini kesulitan dalam hal mendapat pekerjaan yang layak, sehingga pada akhirnya Komunitas Aksi 2000, salah satu komunitas yang bergerak di bidang sosial, menggagas sebuah kedai kopi bagi para tuna rungu ini. Sehingga berdirilah Kopi Isyarat.

Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. yang juga Pembina Komunitas Tuna Rungu Kabupaten Pringsewu mengatakan keterlibatan Aksi 2000 mendirikan Kopi Isyarat ini adalah untuk membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Alasan dipilihnya Kedai Kopi, karena dinilai ruang gerak para tuna rungu ini lebih mudah dibandingkan penyandang disabilitas lainnya. Sekaligus untuk melestarikan kopi sebagai salah satu icon dan komoditi daerah Lampung,” Ujar wakil Bupati pringsewu,Jumat (5/7).

Keistimewaan Kedai Kopi Isyarat yang merupakan yang pertama sebuah kedai dikelola oleh para tuna rungu di Pringsewu, adalah bahwa para pengunjung tidak saja hanya menikmati secangkir kopi atau lebih, namun juga bisa belajar bahasa isyarat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi sehari–hari dengan para tuna rungu.

“Selain itu, kemasan cup kopi ini juga terasa istimewa karena bergambar icon kebanggaan masyarakat Pringsewu,” tambahnya. (rez)

error: Content is protected !!