. . .

Tugas Perdana, AKP Dade Tertibkan 3 Angkot hingga Soroti Keke Challenge Dance

image_print

IMBAU ANGKUTAN UMUM: Personel Patroli Satlantas Polres Tanggamus tampak sedang mengimbau sopir angkutan umum trayek Kotaagung-Wonosobo agar tidak menaikkan penumpang pelajar di kap atas mobil. (Foto: DOKUMENTASI SATLANTAS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Baru hari pertama bertugas di wilayah hukum Polres Tanggamus, Kepala Satuan Lalu Lintas Ajun Komisaris Polisi Dade Suhaeri, S.Kom. sudah membuat gebrakan untuk menertibkan lalu lintas demi keselamatan di jalan raya. Sedikitnya tiga angkutan umum trayek Kotaagung – Wonosobo yang melintas di perempatan traffic light (lampu merah) ruas protokol Jalan Lintas Barat Ir. H. Juanda Kota Agung terjaring razia, Senin (6/8) pagi.

Tiga angkutan umum tersebut terpaksa ditertibkan, lantaran kedapatan menaikkan sejumlah penumpang berstatus pelajar pada bagian kap atas mobil. Perbuatan sopir angkutan umum membiarkan penumpang yang notabene masih berusia belia itu, sangat membahayakan keselamatan para penumpang sendiri maupun pengguna Jalinbar lainnya.

Kasat Lantas AKP Dadek Suhaeri mengatakan, razia Senin pagi dilaksanakan atas laporan masyarakat tentang maraknya angkutan umum yang membiarkan pelajar naik kendaraan sampai ke kap atas kap. Sehingga membahayakan keselamatan jiwa pelajar tersebut maupun orang lain. Terutama apabila angkutan umum itu mengebut dan mendadak mengerem, para pelajar itu bisa terjatuh.

”Berdasarkan informasi itu, kami antisipasi melalui razia. Tujuannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan pelanggaran tersebut. Sehingga tadi pagi, kami adakan razia untuk menekan jangan sampai terjadi kecelakaan. Sementara ini sasarannya adalah angkutan umum tersebut,” ujar Dade Suhaeri, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si.

Perwira yang sebelumnya menjabat Kaurrenmin Spripim Polda Lampung itu melanjutkan, imbauan serta tindakan tegas yang dilakukan merupakan antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terutama pelajar yang notabene adalah generasi penerus bangsa.

”Antisipasi kami sejak dini, walaupun belum ditemukan atau terjadi kecelakaan tersebut,” jelasnya.

Mendatang, kata Dade, apabila masih ditemukan angkutan umum yang membandel dan tetap menaikkan penumpang di kap atas, maka kendaraannya akan ditahan di Mapolres Tanggamus.

”Sekali lagi, itu sebagai tindakan untuk memberikan efek jera. (Kalau masih ada angutan umum yang bandel), kendaraannya akan kami kurung di mapolres,” tegas Dade.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Kasat Lantas mengimbau kepada masyarakat maupun pelajar. Apabila menaiki kendaraan umum, misalnya angkot, jangan naik di kap atas ataupun bergantung pada pintu kendaraan. Cukup duduk saja di posisi yang sudah disediakan untuk penumpang.

”Apabila memang berlebihan penumpang sampai tidak muat, silakan naik kendaraan berikutnya. Jadi jangan sampai bergantung di pintu ataupun naik di kap atas. Lalu bagi sleuruh sopir angkutan umum, jangan sampai mengangkut atau membiarkan anak-anak/ pelajar bergantung di pintu atau naik di kap atas kendaraan kalian,” imbau Dade.

Kasat Lantas Polres Tanggamus, AKP Dade Suhaeri, S.Kom.

Kasat Lantas: Dance Keke Challenge Melanggar Pasal 283 UU LLAJ

SATUAN Lalu Lintas Polres Tanggamus juga melarang masyarakat melakukan tantangan menari dekat mobil yang berjalan alias dance (tari) Keke Challenge. Tarian dengan backsound lagu milik Drake yaitu In My Feeling itu, saat ini tengah viral di media sosial dan seperti menjadi ”virus” di kalangan milenial. Tak main-main, Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri, S.Kom. menyakan akan menindak tegas pengendara yang nekat melakukan Keke Challenge Dance di jalan raya.

Menurut Dade Suhaeri Keke Challenge Dance dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Masyarakat seharusnya tidak menggunakan jalan sebagai tempat untuk berjoget. Karena dapat mengganggu konsentrasi pengendara lainnya. Lantaran ”syarat wajib” dance itu dilakukan dengan membuka pintu mobil kemudian berjoget.

”Gara-gara itu (pengendara) yang lain bisa tabrakan karena penasaran atau konsentrasi terganggu. Sebab itu, kami akan melakukan penegakan hukum terhadap masyarakat yang nekat melakukan dance itu. Karena kami ingin masyarakat pengguna jalan tetap selamat,” tegas Dade Suhaeri.

Dia menjelaskan, pelaku Keke Challange Dance dapat dijerat dengan Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman pidana denda sebesar Rp750 ribu atau kurungan maksimal tiga bulan.

”Pasal 283 UU LLAJ berbunyi: setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00,” tandas Dade Suhaeri. (ayp)