Truk Muatan Semen Terperosok di Labuhan Mandi

TRANSLAMPUNG.COM, PESISIR BARAT – Telah terjadi kecelakaan tunggal, mobil barang bemuatan semen diduga tergelincir di Patok Sembilan, desa (Pekon) Labuhan Mandi, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), Selasa 13/3).

Menurut salah satu warga setempat, Kat Aloy mengatakan, bahwa mobil truk tersebut tergelincir saat hendak memasuki tikungan badan jalan yang cukup sempit dan ada mobil yang terparkir di sebelah kanan tikungan tersebut.

“Sehingga mobil yang dikendarai, Iwan (40) tahun belum bisa dievakuasi hingga saat ini. adapun kejadian kecelakaan tunggal tersebut pada pagi hari sekitar pukul 06:00 WIB,” ujarnya kepada Trans Lampung, Selasa (13/3).

Disisi lain, Iwan mengatakan, mobil truk jenis Hino yang dikendarainya ber-memuat semen dari panjang (Bandarlampung) yang akan hendak mengantar barang menuju Bengkulu melalui jalur Liwa-Krui.

“Ya biasanya kita lewat jalan lintas barat (Jalinbar), akan tetapi mengingat jalan tersebut masih putus dan muatan mencapai 20 ton maka saya punya inisiatif untuk menempuh jalan liwa krui,” jelasnya.

Masih menurut dia, dalam kecelakaan tunggal tersebut tidak ada kerugian yang berarti hanya saja kerugian waktu yang sedikit terhambat, untuk kerugian tidak sebarapa.

“Semua barang sudah dibongkar sebagian, guna memudahkan evakuasi kendaraan dengan dibantu oleh rekan-rekan konvoian beserta masyarakat sekitar. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa di evakuasi, dan bisa melanjutkan perjalanan lagi,” tandasnya.

Disisi lain, Kanit Lantas wilayah hukum Lampung Barat (Lambar- Pesibar), Joni enggan berkomentar panjang dengan berdalih.

“Kami bukan ngepam disini, dan mobil ini terpeleset,” pungkasnya meninggalkan lokasi tersebut.

Ditempat terpisah pratin pekon labuhan mandi, Husni Tamrin menambahkan mobil truk dengan nomor polisi BE 9463 CE tersebut tergelincir akibat keluar dari poros jalan hitam yang menyebabkan roda amblas didalam rabat beton di sayab jalan Patok sembilan.

“Selain tidak kuat menahan beban yang begitu berat, mobil tersebut juga saat kejadian sedang pruisan dengan mobil Bus yang sedang terparkir dibibir jalan sebelah kanan,” tambahnya.

Burai, nama sapaan pratin Pekon tersebut menjelaskan, adapun upaya evakuasi sudah dilakukan semenjak kemarin, namun hingga siang ini belum juga berhasil dievakuasi karena beban yang dibawa kendaraan tersebut amat berat. Mulai dari mengunakan alat sederhana seperti didorong beramai-ramai, mendongkrak hingga ditarik oleh mobil menggunakan tali seling namun belum juga berhasil.

“Mudah-mudahan, setelah dijurangi beban muatan bisa dievakuasi. Mengingat jalan yang sempit tersebut susah dilalui apa lagi saat berpruisan atar mobil besar sejenisnya, sehingga kendaraan bisa berlalu lalang dengan lancar,” harapnya. (r7)

News Reporter