. . .

Tolak TKA dan Tuntut Upah Layak

image_print

Para buruh yang mengikuti aksi May Day di Bundaran Tugu Adipura, Bandarlampung, Selasa (1/5). Foto Andi Apriyadi/radarlampung.co.id/tnn

May Day 2018

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Selain menuntut upah layak massa aksi buruh yang tergabung Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL), menolak dengan ada tenaga kerja asing di Indonesia. Koordinator aksi Sepriyadi mengatakan, bahwa dengan adanya tenaga asing dapat menambah mesengsarakan masyarakat Indonesia.

“Karena dengan adanya tenaga kerja asing telah membatasi tenaga kerja kita khususnya masyarakat Indonesia yang tidak mendapatkan ruang kerja sebab telah terisi oleh tenaga kerja asing,” ujarnya di Tugu Adipura, Selasa, (1/5).

Sepriyadi mengungkapkan, memberikan peluang tenaga kerja asing pun, dia menilai mereka selanjutnya akan menanamkan investasi-investasi di Indonesia.

“Kemudian ini menjadi peluang tenaga kerja asing menanamkan investasi-investasi mereka di Indonesia tentunya dengan mengupah pekerja asal Indonesia jauh lebih murah,” kata dia.

Dia menegaskan, menolak dengan adanya tenaga kerja asing di Indonesia, sebab di Indonesia sendiri masih banyak jumlah pengangguran yang harus diberikan pekerjaan.

“Jadi intinya kami menolak dengan adanya tenaga kerja asing. Dengan adanya ini malah menambah ruang pekerja asing dan menambah masyarakat Indonesia sengsara,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dalam rangka memperingati Hari Buruh se-Dunia 1 Mey (MayDay), ratusan buruh yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Bandarlampung (PPRL) menggelar aksi demo diarea Tugu Adipura, Enggal, Bandarlampung, Senin, (1/5). (ndi/ang/tnn)