. . .

Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan, BBPOM Lampung Rangkul Pemkab Tanggamus

image_print
TANDATANGANI MoU: Wabup Tanggamus AM Syafi’i menandatangani MoU pengawasan obat dan makanan dengan BBPOM Lampung. (FOTO: DISKOMINFO TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Lampung menjalin kerjasama dengan Pemkab Tanggamus. Kerjasama tersebut adalah dalam hal pengawasan obat dan makanan di wilayah kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), di ruang rapat Wakil Bupati Tanggamus.

Dari BBPOM yang menandatangani adalah Kepala Balai Besar POM Bandarlampung Syamsuliani dan dari pihak Pemkab Tanggamus diwakili Wakil Bupati Tanggamus Hi. A.M. Syafi’i, S.Ag. Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Sukisno, S.K.M., M.Kes., Kabag Protokol Setdakab Tanggamus Royen, dan jajaran BBPOM.

Syamsuliani mengatakan, maksud dari nota kesepahaman adalah sebagai kerjasama dalam rangka pengawasan obat dan makanan di wilayah Kabupaten Tanggamus berdasarkan asas kesetaraan, niat baik, saling membantu, saling menguntungkan, dan perlakuan secara adil.

“Selain itu tujuan MoU adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan obat dan makanan, kapasitas fasilitas kefarmasian berupa fasilitas produksi, fasilitas distribusi dan fasilitas pelayanan agar dapat memenuhi ketentuan,” ujar Syamsuliani.

Sementara Wabup Tanggamus A.M. Syafi’i atas nama pemkab, sangat menyambut baik adanya jalinan kerjasama dengan Balai Besar POM. Ia berharap, dengan telah ditandatanganinya MoU maka sinergitas dua lembaga dapat terus ditingkatkan sehingga dapat lebih maksimal dalam hal pengawasan obat, makanan serta mendorong industri UMKM mendapat sertifikat layak konsumsi dari Balai POM.

“Adanya MoU ini merupakan Komitment kita bersama untuk menyelamatkan masyarakat kita dari makanan berbahaya, secara teknis, Balai Besar POM lebih memahami,” ujar wabup.

Syafi’i dalam kesempatan itu, juga menyatakan komitmen Pemkab Tanggamus dalam hal pengembangan UMKM. Khususnya UMKM yang bergerak pada bidang produksi makanan dan minuman.

“Kami juga mendorong UMKM punya produk khas sehingga ada peningkatan ekonomi. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan UMKM bisa mendapat edukasi agar mereka paham bahwa produknya aman untuk dipasarkan. Regulasi itu penting untuk mengatur, bukan untuk menghambat,” tandas Syafi’i. (ayp)

error: Content is protected !!