Tingkatkan Kualitas, SMAN 9 Terapkan Program IHT dan JMS

0
70
views

TRANSLAMPUNG, BANDARLAMPUNG – Sekolah merupakan  lembaga pendidikan formal yang bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, mengembangkan intelektual peserta didik, seta mencerdaskan kehidupan bangsa. Peranan guru sangatlah penting. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah harus mampu meningkatkan disiplin para gurunya.

Dalam upaya lebih meningkatkan lagi kualitas dan serta kedisiplinan guru dan siswa, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Bandarlampung menerapkan sistem In Haouse Training (IHT) yang dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran oleh para guru.

”IHT ini sama halnya seperti belajar di rumah sendiri, jadi setiap guru itu kita terapkan sistem tersebut. Dengan tujuan agar guru menyusun perangkat pembelajaran, rencana program pembelajaran atau istilah lainnya adalah Promes (Program Semester), “ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SUNARDI, S.Pd., M.Pd.

Sunardi mengungkapkan, tak hanya pada jam sekolah saja, sistem peningkatan kedisiplinan guru juga dilaksankan ketika masa-masa libur sekolah.

”Sebelum para siswa masuk sekolah atau masih dalam masa-masa liburan, kita sudah datang ke sekolah untuk mempersiapkan program-program yang akan kita sampaikan kepada peserta didik dan itu semua dipandu oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, “terangnya kepada Trans Lampung, Selasa (10/10).

Lanjut Sunardi, dalam peningkatan kualitas dan kedisipilanan guru, SMAN 9 Bandarlampung juga melaksaknakan Workshop tentang IHT kepada para guru.

”Kita juga melaksanan pembekalan atau workshop kepada para pengajar. Dalam hal ini kita mengundang narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi untuk memberikan pembekalan tersebut, “jelasnya.

Tak hanya kedisiplinan guru, lanjut Sunardi, kedisiplinan peseta didik pun terus ditingkatkan SMAN 9 Bandarlampung. Dalam upaya ini, SMAN 9 selalu memeberikan sosialisasi tentang pentingnya disiplin dan juga tentang bahanya narkoba serta kejahatan di dunia maya (Cyber Crime).

”Dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik serta menghindarkan mereka dari hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba serta kejahatan di dunia maya. Kita selalu memberikan sosialisasi kepada mereka, dengan melibatkan Kepolisian Resort (Polres) Bandarlampung, Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjungkarang Barat serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi, ”lanjutnya.

Tak hanya program IHT, baru-baru ini SMAN 9 Bandarlampung juga melaksanakan program Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kegiatan  ini diikuti oleh Guru dan siswa-siswi dari perwakilan kelas XII. Kegiatan Penyuluhan Hukum dalam Program Jaksa Masuk Sekolah dilaksanakan pada hari Kamis, (5/9) bertempat di Aula SMAN 9 Bandarlampung.

Tim Jaksa Masuk Sekolah disambut baik oleh Bapak Drs. SUHARTO, M.Pd selaku Kepala SMAN 9 bandarlampung  yang sekaligus membuka kegiatan Penerangan dan Penyuluhan Hukum tersebut. Materi penyuluhan hukum disampaikan oleh Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang membahas mengenai tindak pidana narkoba serta penjelasan tentang Undang-undat IT.

”Anak-anak kita ini kan sering sekali menggunakan internet khususnya sosial media. Jadi kita menghindari agar anak-anak kita tidak melakukan tindakan yang mengarah kepada tindakan kejahaatan di dunia maya, bisa berupa postingan foto atau video yang yang berbau pornografi dan juga tulisan atau komentar yang bisa menimbulkan provokasi, ”terangnya.

Dengan adanya program IHT dan sosialisasi-sosialisasi yang telah diterapkan SMAN 9 Bandarlampung diharapakan dapat meningkatkan lagi kualitas guru dan siswa. Baik kualitas kedisiplinan, pengetahuan, kecerdasan serta perilaku sikap yang positif.

”Sesuai dengan tuntutan program pemerintah melalui Nawacita Presiden Jokowi tentang pendidikan, yaitu terjadi perubahan perilaku sikap dan pengetahuan. Dan untuk sekarang yang sangat dituntut adalah  perubahan etika sikap pengetahuan. Jadi maafnya ngomong begini, nilai tinggi tapi tidak mempunyai etika dan tidak banyak perubahan perilaku itu kan sebetulnya sangat mengecewakan juga, “harapnya.

Sunardi juga mengharapkan, adanya sebuah perilaku yang menunjukkan sikap kedewasaan sebagaimana bermasyarakat di masyarakat dan bagaimana bermasyarakat di keluarga dan mempunyai rasa tanggungjawab dan empati kepada sesama. (kesatrian)