. . .

Tim Gabungan Terus Berupaya Padamkan Api Kebakaran Lahan Gambut di Mesuji

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MESUJI -Kebakaran di lahan gambut dan lahan produksi yang terjadi di Dusun Umbul Sempu, Desa Margo Jadi, Kecamatan Mesuji Timur. Dan Dusun Umbul Ben, Desa Wiralaga Dua, Kecamatan Mesuji, yang terjadi sejak Senin (12/08) hingga selasa (13/08) masih belum bisa teratasi. Hal itu dikarenakan, lokasi yang cukup sulit dijangkau dan minimnya ketersediaan air di sekitar lokasi.

Tim gabungan dari TNI-Polri, dari Koramil Mesuji dan Polres Mesuji tim relawan BPBD serta masyarakat terus berusaha menjinakkan kobaran api dengan alat penyedot air (Alkon) yang menyedot air dari kanal-kanal terdekat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, terkait kebakaran yang terjadi jumlah luas lahan yang terbakar masih simpang siur. Menurut Camat Mesuji Timur, Tarbin Putra., yang berada dilokasi mengklaim jumlah lahan yang terbakar tidak mencapai 20 hektar.

“Lokasi lahan yang terbakar bukan 20 ha, melainkan hanya 10 ha, dan sampai hari ini masih tetap diangka tersebut, dan ini valid, karena kondisi lahan dikelilingi kanal berair,” kata Camat kepada wartawan Selasa (13/08).

Sementara itu menurut Ismail Fatoni S.Km,. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik dari BPBD Kabupaten Mesuji tetap mengatakan lahan yang terbakar mencapai 20 ha. itu termasuk yang berasal dari titik api yaitu dari Dusun Umbul Ben, Desa Wiralaga II.

“Saya yang berada dilokasi dari awal dan api yang menjalar di desa Margojadi itu sumbernya dari umbul Ben Desa Wiralaga,jadi kalau untuk lahan yang terbakar diwilayah Margojadi saja mungkin benar tetapi belum yang dari umbul Ben karena sumber api dari dari umbul Ben,” jelas Ismail.

Sementara itu Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji Drs.Syahrir., mengatakan pihaknya sedang berada di lokasi kebakaran bersama Plh Kapolres Wakapolres, unsur TNI dari Koramil Mesuji, camat serta masyarakat untuk bersama-sama menjinakkan api agar tidak meluas.

“Ya kami sedang dilokasi untuk menjinakkan api agar tidak meluas,” tegasnya.

Setelah sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji mengimbau masyarakat untuk berhati-hati,terkait kebakaran lahan, sekitar 20 ha lahan termasuk lahan produksi di Kabupaten Mesuji terbakar sejak sabtu sampai pada senin hingga selasa (13/08).

Kebakaran itu sendiri dampak dari kemarau dan panas yang begitu menyengat sehingga lahan kering dan mudah terbakar serta kurangnya curah hujan dalam kurun dua bulan Terakhir.

“Ya sekitar 20 ha Lebih dan sudah mengenai lahan produksi seperti kebun karet,Kebun Sawit dan kebun singkong,”jelas Syahrir senin malam kepada wartawan (12/08).

Kebakaran lahan terjadi di Dusun Umbul Sempu, Desa Margojadi Kecamatan Mesuji Timur dan di Dusun Umbul Ben Desa Wiralaga Dua, Kecamatan Mesuji, dengan total hamparan yang terbakar sudah mencapai dua puluh hektar.

Dalam penanganan kebakaran, Syahrir mengungkapkan kendala yang dialami dalam pemadaman adalah akses jalan. Dimana lokasi lahan yang terbakar adalah dekat dengan rawa-rawa sehingga menyulitkan untuk kendaraan roda empat dapat masuk kesana. Satu-satunya upaya dalam melakukan upaya tersebut adalah menggunakan Alkon (Mesin Penyedot Air) yang menghubungkan selang Alkon ke rawa rawa yang ada sumber airnya.

“Jadi itu yang kita gunakan saat ini, Selain itu tim gabungan berupaya keras memadamkan api yang terdiri dari BPBD pemadam kebakaran, TNI/Polri pihak desa dan masyarakat yang berjibaku dalam memadamkan api,”ujarnya.

Dia juga menjelaskan kebakaran lahan gambut cukup sulit dipadamkan karena membakar hingga ke dalam tanah meski di permukaan terlihat padam. Pemadaman harus dilakukan berulang-ulang agar api benar-benar padam.

Untuk itu pihaknya bersama stekholder Terkait sudah mengambil langkah dan membuat tim untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, sebelum semakin meluas.

“Kemarin kami telah mengundang seluruh unsur terkait mulai dari BPBD, pemadam kebakaran,TNI polri dan pihak Desa dan tokoh masyarakat untuk mengikuti rapat koordinasi siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan sekaligus membentuk tim untuk mengatasi kebakaran dengan aksi yang sudah kita mulai hari ini memadamkan api,”Pungkasnya.(Nara)

error: Content is protected !!