. . .

Tim DLH Warning PT.PSIL Untuk Lakukan Pembenahan IPAL 

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesawaran menemukan adanya keteledoran yang di lakukan oleh pihak PT Pangan Sumber Inti Laut (PT.PSIL) lataran Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang dimiliki oleh pihak perusahaan ini di duga kurang maksimal, Sehingga adanya dugaan pencemaran lingkungan yang di keluhkan oleh sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar Gudang Perusahaan ini.

Keteledoran yang di lakukan oleh pihak perusahaan yang bergerak dalam bidang mengelola kepiting rajungan dan udang ini, berdasarkan hasil temuan tim DLH yang melakukan peninjauan langsung kelokasi PT.PSIL yang berada di Desa Sukajaya Lempasing kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran pada Selasa 9 Sepetember 2018 lalu.

Tim DLH yang terdiri dari kabid pengendalian DLH Pesawaran, Danon Kasi pengawasan Rizali, dan Kasi Gakum DLH Peswaran beserta tim lainnya telah menemukan bak terakhir pembuangan limbah tersebut tidak di buat secara permanen oleh pihak perusahaan sehingga limbah yang di hasilkan dari perusahaan tersebut menyebar di sekeliling area gudang. Serta di temukan juga kebocoran dari bak penampung sampah sisa-sisa pengolahan kepiting rajungan dan udang ini menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Ya, pihak PT.PSIL tidak mengelola IPAL dengan baik dan ada kebocoran sisa-sisa sampah sehingga ada indikasi dugaan pencemaran lingkungan yang di keluhkan masyarakat selama ini,” kata Danon selaku Kabid Pengendalian DLH Pesawaran saat di hubungi Kamis (11/10/2018) lalu.

Menurut Danon berdasarkan hasil berita acara dari hasil  tim yang langsung terjun kelokasi bawa tim DLH memerintahkan kepada pihak perusahaan agar segera melakukan pembenahan IPAL serta melakukan pembenahan tempat bak terakhir pembuangan sisa-sisa sampah  tersebut.

“Kita menyarakan agar pihak perusahaan memasukan ikan dan tanaman jenis enceng gondok fungsinya agar bisa di pastikan kalau di tempat tersebut tidak ada bahan kimia yang bisa mengancam lingkungan, sedangkan untuk bau yang kurang sedap kita juga perintahkan agar bak pembungan sisa-sisa yang berada di samping gudang tersebut  harus di benahi,”jelasnya.

Lebih lanjut Danon juga menjelaskan bahwa sampai saat ini tim DLH belum bisa menentukan apakah ada indikasi pencemaran yang di lakukan oleh PT.PSIL lataran  pihaknya belum melakukan Uji Laboratorium (Lab) karna untuk melakukan pengujian tersebut harus di DLH Provinsi Lampung.

“Intinya untuk saat ini tim DLH Pesawaran memberikan warning kepada pihak PT.PSIL untuk melakukan pembenahan dan kita beri waktu selama dua minggu ini ,”ucapnya.

Dirinya juga mengatakan setelah di berikan waktu dua minggu pihak PT.PSIL untuk melakukan pembenahan, natinya tim DLH akan turun kembali kelapangan apakah intuksi dari tim DLH Pesawaran telah di laksanakan,Namun jika tidak di indahkan juga maka tim DLH akan melakukan koordinasi dengan pihak DLH Provinsi bersama Pegawai Penyidik Negri Sipil (PPNS ) bidang DLH, untuk melakukan tidakan lebih lanjut.

“Nah ,fungsi dari PPNS DLH ini nati akan melakukan penyelidikan serta akan mengambil contoh dari limbah yang di hasilkan ini, lalu akan di lakukan pengujian di Lab jadi kita harapkan supaya pihak PT PSIL jangan menganggap hal ini sepele ,”tegasnya.

Sampai berita ini di turunkan pihak PT PSIL lagi-lagi belum bisa di hubungi pasalnya sudah beberapa kali dua nomor telpon 081278874xxx dan nomor telpon 087899556xxx milik salah satu menager bagian lapangan Trihandoko selalu tidak aktirf, begitu juga melalui sms yang di kirim wartawan koran ini masih tidak ada jawaban.(ydn)