Tiga Warga Binaan Waygelang Terima Remisi Bebas Idul Fitri

0
358
views

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Hari Raya Idul Fitri 1438 H kemarin, menjadi berkah tersendiri bagi tiga warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Waygelang, Kotaagung. Pasalnya mereka mendapatkan remisi bebas pada Idul Fitri tahun ini.

Kasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Waygelang, Restu Suranto mengatakan, ketiganya mendapatkan remisi hari raya agama yang sekaligus jatuh pada habisnya masa tahanan mereka. Selain tiga warga binaan tersebut, ada juga 289 warga binaan lainnya yang menerima remisi.

“Dari pihak kami mengusulkan 358 warga binaan agar dapat remisi, tapi Kementerian Hukum dan HAM menyetujui 289 dan tiga dinyatakan bebas,” ujar Restu.

Ia menambahkan potongan masa tahanan  yang diberikan standar yakni dua pekan atau satu bulan dari lamanya vonis yang diterima tiap warga binaan. Bagi warga yang masa hukuman singkat diberi remisi dua pekan. Sedangkan yang masa hukumannya lama apabila sudah menjalani satu tahun tahanan diberi remisi satu bulan. Remisi diberikan saat hari pertama Idul Fitri, atau tepatnya setelah Solat Id.

Sedangkan untuk warga binaan yang terkena kasus narkoba, illegal logging, korupsi dengan vonis di atas lima tahun tidak mendapatkan remisi. Hal itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Dan penentu diberlakukannya aturan itu adalah Kementerian Hukum dan HAM, sedangkan pihak lapas hanya sebatas mengusulkan ajuan remisi.

Dalam hal ini remisi merupakan hak warga binaan dan kaitannya dengan hari besar agama, supaya warga binaan juga merasakan kebahagiaan sebagai umat beragama dengan tibanya hari raya. Dalam hal ini hari besar agama dipilih hari besar yang utama, seperti untuk umat Islam, hari besar utama adalah Idul Fitri, sedangkan Idul Adha tidak ada remisi. Ada juga remisi hari kemerdekaan, maksudnya pun sama yakni warga binaan merasakan kebahagiaan sebagai warga negara.

Kemudian terkait Idul Fitri 1437 H, Lapas Waygelang menambah durasi waktu besuk warga binaan dari keluarganya. Tujuannya sebagai menghormati warga binaan agar mereka bahagia. Kemudian toleransi kepada pihak keluarga karena saat Idul Fitri lalu lintas padat dikhawatirkan terjebak macet dan ketika sampai di lapas waktu besuk sudah habis.

“Penambahan waktu besuk dari hari pertama Idul Fitri sampai sepekan. Waktu besuk selama Idul Fitri kemarin, dimulai pukul 08.30 WIB sampai 15.30 WIB, sedangkan di hari biasa mulai dari pukul 08.30 sampai. 14.30 WIB,” jelas Restu.

Ia menambahkan, sejak masa Idul Fitri, rata-rata warga binaan yang dibesuk 50 orang, sedangkan anggota keluarga yang membesuk mencapai ratusan orang. Dan agar lebih memberi rasa kebahagiaan pihak lapas menyediakan alat musik organ bantuan dari Pemkab Tanggamus untuk hiburan. Anggota keluarga atau warga binaan bisa menyanyi.

Total seluruh warga binaan di Waygelang 450 orang, semuanya laki-laki dewasa. Sedangkan untuk anak-anak dipindahkan ke lapas khusus anak di Tegineneng. Lalu bagi wanita di Lapas Wayhuwi, Bandarlampung yang ada sarana khusus untuk warga binaan wanita. (ayp)