Tidak Transparan, Diduga Tidak Sesuai RAB

Masyarakat Pertanyakan Pembangunan Balai Pekon Kuripan

TRANSLAMPUNG.COM, PESISIR BARAT – Pembangunan balai pelatihan pekon (Desa) Kuripan, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) melalui dana desa (DD)  tahun 2017 diduga tidak sesui dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Menurut salah satu warga, Asep mengatakan pembangunan yang ada di Pekon Kuripan terkesan asal jadi, dan tanpa mengedepankan kwalitas dan mutu bangunan.

“Pada pembangunan gedung tersebut tidak menggunakan plafon GRC melainkan menggunakan plafon dengan triplek. Dan hal tersebut sangat jelas tidak sesuai dengan RAB,” ujarnya kepada Trans Lampung, Kamis lalu (15/3).

Selain itu, lanjut dia, bukan hanya triplek saja yang tidak sesuai melainkan item-item lain seperti, pengunaan kabel listrik yang seharusnya menggunakan paralon untuk kabel dan tidak menggunakan, tangki air tidak ada, lampu-lampu banyak yang tidak dipasang, WC tidak mengunakan bak penampung air dan semestinya itu ada semua, akan tetapi hal tersebut tidak diindahkan oleh pihak Pekon Kuripan.

“ya dari segi pembuatan balai pekon sudah sangat jelas indikasi-indikasinya mengerucut pada ketidak sesuaian dengan RAB, yang seharusnya itu ada semua dan tanpa harus dihilangkan mesti satu item, dan hal tersebut menjadi pertanyaan masyrakat,” jelasnya.

Masih menurut Asep, mirisnya lagi selain tidak sesuai dengan RAB pembangunan balai Pekon Kuripan tidak memiliki akses jalan saat hendak menuju balai pekon tersebut, dan yang ada hanya tebing sehinga terlihat membingungkan.

“Harapan kami masyarakat Pekon Kuripan, kepada Pemerintah Kabupaten dan khususnya kepada inspektorat dan Dinas terkait supaya bisa meninjau kelokasi untuk lebih jelasnya. Mengingat bukan hanya tidak sesuai RAB melainkan juga tidak ada ketransparanan sama sekali kepada masyrakat sekitar, baik lampu jalan dan balai pekon,” harapnya.

Ditempat terpisah Ketua Lembaga Pengawasan Masyrakat Pekon (LPMP), M. Bukri mendampingi Peratin Pekon Kuripan, Nadiarsyah mengatakan sepengetahun dia semua sudah selesai baik lampu jalan dan seluruh permasalahan pekon tersebut.

“Saya tidak mengetahui apabila akan berbicara secara sepesifikasi terkait pembangunan pekon, yang jelas kalau untuk pembayaran, guru ngaji, lHP dan yang lainnya sudah selesai semua, dan bila mau menerangkan untuk pembangunan yang ada di pekon ini langsung saja ke pratin, nanti saya kesalahan,” pungkasnya. (r7/hkw)

 

News Reporter