Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50559 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 Tidak Ronda, ”Bendera Hitam” untuk Kampung -
Tidak Ronda, ”Bendera Hitam” untuk Kampung

GUNUNGSUGIH – Bupati Lampung Tengah Mustafa serius dalam masalah peningkatan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang selama ini didengungkan saat kampanye pilbup. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan memberikan hadiah dan hukuman bagi kampung yang berhasil atau gagal menjaga keamanan dan kenyamanan kampungnya masing-masing.
Hal itu diungkapkan Bupati Mustafa saat acara Tatap Muka dengan camat, kepala kampung, babinkamtibmas, babinsa, dan linmas se Lampung Tengah di Gedung Sesat Agung, Nuwo Balak, Minggu (8/5).

Dalam acara yang dihadiri Kapolres Lamteng AKBP Dono Sembodo itu, Bupati menegaskan akan memberikan hukuman bagi kampung yang tidak melaksanakan ronda rutin. Dalam tiga bulan ke depan, kata Bupati, akan ada tim yang menilai kampung mana yang akan mendapatkan ”bendera hitam” dan kampung mana yang layak mendapatkan hadiah. ”Penilaian itu berdasarkan ronda yang kita lakukan setiap akhir pekan. Saya ronda terus, masak kepala kampungnya malah tidur. Hati-hati kepala kampung yang kampungnya tidak ronda atau siskamlingnya kendor, akan saya pantau dan hukum, pun sebaliknya bagi kampung yang rajin ronda,” ucap Bupati Mustafa berapi-api.

Hukuman yang diberikan, kata Bupati, berupa penundaan turunnya anggaran kampung. Selain itu, di anggaran tahun berikutnya, Bupati tidak akan mengalokasikan dana tambahan untuk kampung yang mendapatkan bendera hitam. “Bagi yang sudah berjalan dan bahkan ditingkatkan lagi, akan saya beri hadiah baik itu kepala kampungnya, linmas, babinsa, dan babinkamtibmas. Saya mau Lampung Tengah aman, apakah kalian semua bisa?” tanya Bupati yang disambut dengan riuh tepuk tangan dan sautan kata “Bisa,” dari seluruh peserta tatap muka.

Sementara itu, saat sesi tanya jawab, sejumlah anggota linmas menyuarakan kesejahteraan yang masih kurang. Hal itu direspons Bupati dengan menyiapkan alokasi anggaran bagi tenaga linmas, babinsa, dan babinkamtibmas. “Yang terpenting dari acara ini, kita semua harus kompak. Dari bawah sampai ke atas semua harus kompak. Camat juga turun langsung ke bawah menyerap aspirasi kampung yang kemudian bisa disampaikan ke Bupati. Jadi jangan jalan sendiri-sendiri, semua harus solid dan kompak,” tegas Bupati yang meminta acara serupa agar diadakan tiap tiga bulan sekali.

Kapolres Lamteng AKBP Dono Sembodo menambahkan, saat ini masalah keterbatasan personel masih menjadi kendala utama anggota yang turun ke bawah. Menurut Kapolres, pihaknya tahun ini mengajukan penambahan 30 personel, namun hanya disetujui tujuh personel saja. “Oleh sebab itu, tidak semua daerah bisa kita cover. Kita skala prioritas daerah mana yang lebih berpotensi gesekan, daerah itulah yang kita tambah kekuatannya,” jelasnya.
Kapolres juga berharap kepada kepala kampung yang baru dilantik, untuk ikut menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban kampung yang dipimpin. Hal itu penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan masuknya investor seperti yang diinginkan Bupati. “Keamanan wilayah itu penting dan itu tugas kita bersama, jangan sampai kepala kampung tidak berkoordinasi dengan babinsa atau babinkamtibmas. Kalau perlu semua kepala kampung akrab dengan anggota di bawah sehingga laporan cepat masuk ke pimpinan,” terangnya. (red/rid)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.