. . .

Tidak Merasa Melapor Yono Anggap LPA Tubaba Kurang Profesional, Elia: Itu Hak Ayah Korban

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN
Memberikan ruang kenyamanan juga perlindungan terhadap khusunya anak dibawah umur‎ tentunya sudah menjadi kewajiban bagi seluruh komponen anak bangsa yang berdaulat pada dasar UU 1945.

Namun hal tersebut berbeda ‎‎terkait dugaan ‎tindak pelecehan seksual terhadap anak,  yang dilakukan oleh R satudiantara oknum guru SDN 02 Tiyuh Kartarharaja, Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba)  beberapa pekan lalu, yang telah ditindak lanjuti unit PPA Mapolres Tulang Bawang (Tuba) pada (8/5/2018) malam sekira pukul 21:30 Wib tanpa adanya laporan resmi dari orang tua korban menuai kririkan keras dari banyak kalangan.

‎”  Ya kami telah melakukan pemeriksaan bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tubaba‎ terhadap lima orang saksi korban terkait laporan adanya dugaan tindak pidana pencabulan‎.” kata kanit PPA Polres Tuba ‎ IPDA Beni Ariawan.,SH ‎kepada awak media pada selasa malam (8/5/2018) dikediaman Rudiyanto kepala Tiyuh Kartaraharja.‎

Sementara itu Yono (42) selaku ayah kandung korban inisial ARD (11)  warga Tiyuh kartaraharja RK4-RT13 menuding Ketua LPA setempat Elia Sunarto telah membuat laporan palsu atas dirinya ke Maolres Tuba terkait dugaan pelecehan terhadap buah hatinya.

‎” Saya berkeberatan, jika dikatakan telah melapor ke polres Tuba sebab  saya tidak pernah menyampaikan laporan tersebut, kalau seperti itu pak Elia sunarto lah yang telah memalsukan laporan atas nama  saya ke polres. pastinya saya tidak terima.” kata Yono kepada media pada (8/5/2018) juga dikediaman Rudiyanto kepala Tiyuh setempat.

‎Keberatan tersebut disampaikan Yono diperkuat atas menyusul diterbitkannya surat Polres Tuba nomor.B/124/V/2018/RESKRIM prihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan kepadanya sebagaimana point satu pada prihal surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan terkait rujukan laporan saudara kekantor Polres Tuba no.LP/137/V/2018/POLDA LAMPUNG/RES TUBA tanggal 5 mei 2018 tentang dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud pasal 82 ayat (1),(2) jo pasal 76 E UU RI no.17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sementara poin kedua tertulis bersama ini kami beritahukan bahwa laporan dan pengaduan saudara telah kami terima dikantor polres Tuba yang ditanda tangani oleh Ajun komisaris polisi Zainul Fachry,SIK kasat Reskrim Polres Tuba.

‎”  Ini pak suratnya dari Mapolres yang disampaikan kepada saya melalui pak Rudiyanto kepala Tiyuh kartaraharja pada selasa malam (8/5/2018) lalu, yang tegas menyatakan bahwa perkembangan laporan saya di Polres Tuba.  Padahal saya tidak pernah melapor baik secara lisan, telpon, tertulis pun mendatangi langsung Mapolres atau Polsek setempat.” Tegasnya sembari menunjukan surat dari Polres.

lebih jauh dia katakan, sebelum itu  dirinya pernah didatangi oleh Elia sunarto Ketua LPA Tubaba bersama Beny dan tiga orang temannya dari Polres pada sabtu malam (28/4/2018) sekira pukul 21.00 WIB dikediamannya  guna melakukan pemeriksaan kepada anaknya ARD  yang masih duduk dikelas V ‎SD sampai dengan pukul 05.00 WIB Dini hari didalam kamar anak lelakinya.

”  pak Elia sunarto pernah SMS kepada saya meminta agar dapat melapor ke polsek dan dia katakan bahwa dia sudah melapor ke Polres Tuba yang sebelumnya pak Elia pernah memeriksa anak saya disekolah tanpa sepengetahuan saya, pastinya permintaan beliau tidak saya tanggapi.” jelasnya.

atas kejadian itu ‎Yono pun berharap  agar persoalan tersebut tidak dilanjutkan,  karena menurutnya akan sangat membuat malu anaknya yang berakibat dapat mengganggu kelanjutan pendidikan nantinya,  dan juga anaknya sudah pernah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis pihak puskesmas Kelurahan Dayamurni yang berdasarkan hasil pemeriksaan itu tidak terjadi apa-apa pada anaknya seperti yang didugaan.

”  Dalam hal ini, saya sudah membuat surat pernyataan bahwa saya tidak akan menuntut apapun terkait persoalan yang diduga menimpa anak saya karena anak saya tidak terjadi apapun padanya sesuai dengan hasil pemeriksaan medis dipuskesmas Dayamurni beberapa waktu lalu.” ‎Harapnya.

‎ditempat yang sama Rudiyanto kepalaTiyuh Kartaraharja turut berharap jika penyelesaian persoalan yang ada dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana tanpa mengurangi upaya penegakan hukum yang berlaku, mengingat anak terkait akan menjalani pendidikannya disekolah jangan sampai mereka malu dan tertekan secara kejiwaan nantinya.‎

” harapan saya persoalan ini dapat diselesaikan secara arif‎ dengan tetap mempertimbangkan kondisi anak yang masih sekolah, jangan sampai mereka malu justru tidak mau sekolah lagi nantinya karena dipermalukan atas  hal yang masih belum tentu kebenarannya.” cetusnya.

‎menanggapai hal tersebut Ketua LPA Kabupaten Tubaba Elia sunarto menyatakan, ‎perlu diketahui kasus tersebut prosesnya telah ditangani oleh jajaran Mapolres Tulang Bawang.‎

” ini buka delik aduan,  silahkan saja kepada orang tuan korban jika merasa keberatan itu hak dia untuk mencabuk perkara, artinya pak yono itu tidak dapat menjaga pun melakukan perlindungan terhadap anaknya sendiri.”Imbuh ‎ Elia saat dhubungi Translampung.com Via telpon pada (9/5/2018) pukul 21:21 Wib. (Dirman)