Tidak Mendapat Perhatian Pemerintah

Translampung.com-Warga di Kelurahan Sukamenati Lama Kecamatan Kedaton kota Bandarlampung khususnya warga yang tinggal di Gang Musolla kecewa lataran tidak ada pertatian dari pihak Pemerintah setempat.

Warga yang tinggal di Gg Mussolla pada malam Selasa (20/2) terkena musiba banjir yang menenggelamkan seluruh perabotan rumah tangga dan kendaraan motor yang tak sempat di selamatkan.

Namuan sangat di sayangkan sampai hari Rabu  (22/ 2) tidak ada bantuan apapun sebagai bentuk perhatian dari pihak pemerintah setempat, jangankan memberi bantuan sekedar mengurangi beban yang di alami warga setempat yang terkena musibah kebanjiran, Alen Sadeli sebagai Lurah Sukamenti Lama sendiri tidak pernah menunjukan batang hidungnya.

“Kalau pak Lurah waktu kejadian malem itu cuma melihat saja tapi sampai hari ini tidak ada tindakan apapun untung kemarin (selasa,red) ada salah satu warga yang perduli memberikan batuan makan ke kita, karna bagaimana mau masak semua peralatan seperti kompor ikut terendam,” kata Suyanto salah satu warga yang tinggal di Gg. musolla, Rabu ( 22/2).

Suyanto mengatakan, bahwa di tempat ini baru pertama kalinya terkena bajir yang separarah seperti ini, karena sejak tahun 2008 belum pernah banjir separah ini .
“Ini kejadian banjir yang sangat parah karna sudah beberapa puluh tahun tidak pernah terjadi seperti ini,” ucapnya.

Senada juga di ungkapkan oleh Giman, yang mengungkapkan kekecewaanya kepada pemerintah setempat yang tak mau perduli kepada mereka yang terkena musibah.

“Semua peralatan rumah tangga banyak yang hanyut, baju semau basah, untung dari hari selasa  sampai hari ini terik matahari ada jadi bisa menjemur pakaian yang basah, saya sangat kecewa  dengan pihak pemerintah kok dari kemarin sampai hari ini tidak ada yang perduli dengan nasip kami,” ucapnya.

Diketahui pada selasa malam( 20/2) banjir menerjang beberapa rumah di Kelurahan Sukamenti Lama khususnya di Gg Musolla, kurang lebih ada 14 Kepala Kelurga (KK ) yang rumahnya terendam banjir sehingga segala prabotan rumah tangga tidak bisa di selamatkan seperti barang elektonik dan kendaraan roda dua yang ikut tenggelam.
Pantauan translampung.com, Rabu (22/2) sebanyak 14 KK sedang sibuk membersihkan  perabotan yang tidak sempat di selamatakan sehingga terendam oleh banjir yang mencapai ketingian sepinggang orang dewasa ,dan banyak juga kendaraan motor yang masih tergeletak di dalam rumah yang belum sempat perbaiki oleh warga, di lokasi ini terlihat tidak ada bantuan sama sekali dari pihak pemerintah setempat padahal warga mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat. (ydn)

News Reporter