Tidak Ada Izin, Orgen Tunggal Dihentikan

0
443
views
AMANKAN: Para pemuda yang mabuk-mabukan di acara orgen tunggal tanpa izin dikediaman Slamet.

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU- Berkat team yang soulit jajaran Polsek Pringsewu menghentikan kegiatan orgen tunggal tanpa izin, di rumah Slamet (57) warga pekon Podomoro RT 03 RW 02 kecamatan Pringsewu kabupaten Pringsewu, Selasa (4/7) jam 23.00 Wib.

“Tadi malam telah kami hentikan kegiatan orgen tunggal malam tanpa ijin dan para pemuda yang mabuk-mabukan dilokasi tersebut berikut juga diamankan pemilik rumah yang mengadakan acara tersebut, di dalam penangkapan tersebut ada 27 pemuda dilokasi tersebut”,kata Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit, SH. SIK. MM, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, SIK. MSI, Rabu (5/7) pagi.

Kapolsek menjelaskan dari lokasi juga polisi mengamankan 22 sepeda motor berbagai jenis dan unit orgen merk KORG warna silver, 2 speaker, unit mixser/amplifier, 10 kursi plastik warna merah dan satu ember minuman jenis tuak.

“Setelah diberi arahan, 28 orang yang diamankan termasuk pemilik orgen membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya diketahui oleh kepala pekon Podomoro dan seluruhnya kembalikan kerumah masing-masing,” jelas Kompol Andik Purnomo Sigit.

Untuk semua barang yang disita saat ini masih berada di Polsek Pringsewu, lanjut Kapolsek terhadap kendaraan apabila pemilik akan mengambil kendaraan agar membawa BPKB dan STNK dan membuat permohonanan yang diketahui orang tua masing-masing.

“Usaha tersebut kami lakukan tentunya mencegah agar para pemuda tidak mengulangi perbuatannya serta orang tua juga dapat mengetahui langsung bahwa anak-anaknya berprilaku yang kurang baik saat keluar rumah,” tegasnya.

Pekon Podomoro Hendri sutarwan menambahkan,  saya berterima kasih terhadap polsek pringsewu terhadap penangkapan ini. Semoga saja kejadian ini bikin jera bagi pemuda-pemudi yang mengganggu ketenangan masyarakat.

Bagi pemuda yang tertangkap semalam sudah membikin perjanjian tidak akan mengulangi kejadian tersebut, bila mengulangi hal tersebut siap di tindak secara hukum.

“Semoga hal ini menjadi obat untuk masyarakat Podomoro, terutama para pemudanya,  lebih baik kerjakan yang bermanfaat bagi orang banyak dari pada bikin resah masyarakat,” egasnya. (r5)