Tetap Waspada, Andalkan Petasan Halau Gajah

Foto-foto: IST

TINGGALKAN BLOK 6: Kawanan gajah sudah mulai terpantau meninggalkan Blok 6 dan bergeser mendekati Blok 5 Talang Marno hutan Register 39 Tanggamus. Foto adalah screenshot dari rekaman video warga yang sempat merekam pergerakan kawanan gajah dari jarak jauh.

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Rabu (4/7) lalu, kawanan gajah liar sudah terpantau mulai meninggalkan Blok 6 Talang Marno Hutan Register 39 Kotaagung Utara. Diprediksi kawanan gajah bergeser ke Blok 5. Itu setelah mamalia darat terbesar tersebut menewaskan seorang nenek, Surip (83) di sebuah gubuk perambah di Blok 6 pada Selasa (3/7) dini hari.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IX Kotaagung Utara Zulhaidir menerangkan, hingga Kamis (5/7) tim gabungan yang terdiri dari UPTD KPH IX Kotaagung Utara, BKSDA Bengkulu-Lampung, Balai Besar TNBBS, WWF, WCS, TNI dan Polri masih siaga di Blok 6 Talang Marno Register 39. Dia menyebutkan, total ada 30-an personel gabungan yang berjaga-jaga di lokasi. Ditambah dengan masyarakat setempat.

“Pasca peristiwa tewasnya Surip (83), saat ini situasi di Blok 6 Talang Marno Register 39 relatif aman. Pun demikian, personel dari tim gabungan masih siaga di lokasi. Kalau kawanan gajah liar, saat ini terpantau menjauhi Blok 6 dan bergerak menuju Blok 5,” terang Zulhadir, Kamis (5/7).

Kemudian saat ditanya lebih dalam soal kemungkinan adanya serangan susulan dari kawanan gajah, ia mengaku belum dapat memastikannya.

“Wah nggak paham (soal serangan susulan). Yang pasti sekarang usaha-usaha sudah dilakukan untuk meminimalisir konflik dan menghindari jatuhnya korban lagi,” ungkap Zulhaidir.

Ia juga menyatakan bahwa peristiwa amukan gajah yang membuat satu orang tewas tersebut sudah dilaporkan kepada pejabat pengambil kebijakan. Saat ini, Zulhaidir dan jajarannya hanya bisa pasrah menunggu langkah konkret dari instansi terkait di provinsi mengenai permasalahan yang ada.

Kemudian saat disinggung mengenai langkah konkret yang seperti apa, lagi-lagi Zulhaidir belum dapat memastikan.

“Nanti dalam waktu dekat akan dirapatkan, semoga ada langkah konkret yang akan dilakukan,” harapnya.

Sementara itu menurut keterangan salah seorang warga, Ujang, petugas gabungan dari KPHL, WCS, TNBBS, BKSDA, TNI, Polisi dan penguni hutan masih berjaga-jaga di Blok 6 hutan lindung Register 39.

Hal itu sebagai antisipasi gajah mencari korban manusia, pasca tewasnya Surip (70), salah satu perambah pada Selasa (3/7) dini hari dalam gubuknya.

“Jadi sekarang ini warga dan petugas masih berjaga-jaga, untuk mencegah gajah menyerang manusia di dalam wilayah hutan lindung ini. Sementara sekarang kondisinya aman,” ujar Ujang, Kamis (5/7).

Ia mengaku, tidak bisa memastikan apakah gajah akan menyerang manusia atau tidak untuk selanjutnya. Pastinya perilaku gajah sampai menewaskan manusia jika sudah terdesak.

“Sekarang ini kondisi gajah sudah stres karena diusir di sana-sini, kalau apakah mau menyerang manusia atau tidak kami tidak tahu, jadi ini hanya bisanya berjaga-jaga,” kata Ujang.

Ayah dua anak itu menyebutkan, upaya penghalauan kawanan gajah liar hanya menggunakan petasan. Namun itu juga tidak terlalu berdampak bagi kawanan gajah. Sebab kawanan hewan berbelalai panjang itu sudah biasa mendengar suara petasan sejak pertengahan 2017 lalu.

Menurut Ujang, gajah yang memporak-porandakan lahan para perambah di Blok 6 Talang Marno Register 39 itu, merupakan kawanan gajah kelompok Talang Bamban. Memang sejak medio 2017 lalu, kawanan gajah liar tersebut sudah keluar kawasan inti hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Jumlahnya pun masih tetap 12 ekor. Terdiri dari delapan ekor gajah dewasa, sisanya anakan. Menurut petugas, 12 ekor gajah itu berjenis kelamin betina.

Ujang mengaku, memang kawanan gajah tersebut sudah sempat ada di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat dua pekan lalu. Namun kembali lagi ke Tanggamus dan langsung menuju ke Blok 6 Register 39.

“Kadatangan gajah yang sekarang tiba-tiba, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Jadi orang-orang di sini kaget tidak bisa selamatkan diri dulu,” beber Ujang. (ayp)

 

 

 

 

News Reporter