. . .

Tersangka Pembunuhan di Tanggamus Menyerahkan Diri, Ini Pengakuannya

image_print
TIBA DI MAPOLRES TANGGAMUS: Setelah melakukan upaya persuasif dengan pihak keluarga, MS (46) tersangka pembunuhan terhadap Janson (45), menyerahkan diri dan tiba di Mapolres Tanggamus dikawal TEKAB 308. (Foto-foto: DOK HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dalam tempo beberapa jam setelah heboh pembunuhan di lahan perkebunan Pekon Tanjunggunung, Kecamatan Pulaupanggung, Tanggamus, tersangkanya berinisial MS menyerahkan diri, Minggu (23/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

Itu setelah Team Khusus Anti Bandit 308 Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus, melakukan upaya persuasif dengan keluarga pria berusia 46 tahun tersebut. Sekitar pukul 20.39 WIB, tersangka yang beralamat di Pekon Tanjunggunung, tiba di mapolres setempat.

Di hadapan petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya, telah menghabisi nyawa Janson (45) alias Acun, warga Pekon Tekad, Kecamatan Pulaupanggung. Motif yang terlontar dari mulut tersangka hingga ia gelap mata menggorok leher korban, lantaran tersangka melindungi kakak kandungnya. Belakangan diketahui, kakak kandung tersangka berinisial Iwi, adalah seorang mantan Anggota DPRD Tanggamus.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. menjelaskan, antara tersangka dengan korban sebenarnya saling mengenal. Kendati korban sendiri sekarang sudah berdomisili di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Sesaat sebelum kejadian, menurut kasatreskrim, korban terlibat cekcok mulut dengan kakak kandung tersangka.

“Suasana semakin tegang. Tersangka mengaku melihat korban hendak mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya. Tersangka berpikir korban akan mengeluarkan senjata untuk melukai kakak kandungnya. Sehingga tersangka yang berdiri tepat di belakang korban, langsung menarik leher korban dan menggoroknya dengan senjata tajam jenis pisau,” beber Edi Qorinas, mewakili Pelaksana Harian Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, S.H., S.I.K. Minggu malam.

Menurut pengakuan tersangka, Edi Qorinas menyebutkan, ketika cekcok mulut dengan kakak tersangka, diduga korban di bawah pengaruh minuman keras. Pengakuan itu sesuai dengan kondisi di tempat kejadian perkara yang ditemukan banyak botol minuman keras.

 KETERANGAN PERS: Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas memberikan keterangan kepada sejumlah awak media yang setia menanti sejak Minggu (23/8) malam.

“Korban memang tinggal di Natar. Namun Minggu sore dia dan kawan-kawannya datang ke lokasi kejadian untuk melatih ayam mereka sambil menenggak miras. Lalu sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka juga datang ke lokasi. Kebetulan saat itu tersangka melihat kakak kandungnya terlibat cekcok mulut dengan korban dan terus menegang. Dari situlah kejadian berawal,” ujar kasatreskrim.

Namun dari hasil pemeriksaan petugas terhadap tubuh korban dan barang bawaannya, polisi tidak menemukan senjata yang dimaksud oleh tersangka. Korban, kata Edi Qorinas, sekarang sudah berada dan disemayamkan di rumah duka, di Pekon Tekad.

Hingga Senin (26/8) dini hari, petugas masih terus mengambil keterangan mendalam dari tersangka dan para saksi. Tujuannya untuk mengetahui alur kejadian yang sebenar-benarnya. Sebab barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan tersangka membunuh korban, juga belum ditemukan. Edi Qorinas juga menegaskan, personelnya juga masih memeriksa saksi untuk mendapatkan profil lengkap korban.

Tersangka Akui Spontan Membunuh demi Melindungi Kakak Kandungnya yang Diancam Korban

Kepada Penyidik Satreskrim Polres Tanggamus, tersangka mengakui perbuatannya adalah reaksi spontan atas aksi korban yang mengancam kakak kandungnya.

“Saya spontan melakukan itu. Sebab dia mengancam kakak saya,” ucap ayah tiga anak tersebut.

Baca juga: Foto Tubuh Pria Bersimbah Darah Bertutupkan Daun Pisang “Berseliweran” di FB, Polisi: Korban Pembunuhan

Untuk diketahui, pada Minggu (23/8) sore heboh beredar sebuah foto sadis di media sosial Facebook. Dalam foto yang “berseliweran” di timeline medsos itu, tampak tubuh seorang pria berperawakan gempal. Tubuh pria berkaos kaos hitam, bercelana jins hijau panjang, berikat pinggang hitam, dan tanpa alas kaki itu, tergeletak di tanah bersimbah darah dengan luka-luka seperti sabetan senjata tajam. Tampak juga sehelai daun pisang menutupi tubuh bagian atas korban. (ayp)

error: Content is protected !!