Terlapor ”Lenyap”, Panwaskab Tanggamus Dituding ”Masuk Angin”

Foto:

Ketua Panwaskab Tanggamus Dedi Fernando

 

TRANSLAMPUNG.COM – SEBELUMNYA pelapor dugaan tindakan bagi-bagi uang di Pekon Wayjaha, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan kinerja dan integritas panwaskab setempat. Pasalnya terlapor yang menurut pengakuan warga dan pelapor tertangkap tangan dan sudah digiring ke Kantor Panwaskab Tanggamus untuk diperiksa Selasa (26/6) malam, kini justru melenggang bebas. Bahkan ”menghilang” seperti ditelan bumi.

Keluhan dan kriktikan pedas itu dilontarkan oleh Amri selaku pelapor, Kamis (5/7). Dia mengaku, dirinya dibantu beberapa warga, berhasil menangkap tangan praktik bagi-bagi uang yang dilakukan di wilayah Pekon Wayjaha.

Amri membeberkan, ada ratusan amplop yang kemungkinan dibagi-bagikan. Namun  yang ia temukan, tinggal 30 amplop. Diduga itu adalah amplop yang belum sempat dibagikan. Setiap amplop berisi uang Rp50 ribu. Dengan rincian pecahan Rp20 ribu dua lembar dan pecahan Rp10 ribu satu lembar.

”Yang bagi-bagi uang adalah Kemin, warga Pekon Wayjaha, Kecamatan Pugung. Berdasarkan keterangan Kemin saat bagikan uang, masyarakat yang menerima diarahkan untuk memilih Paslon Gubernur nomor urut 3 dan Paslon Bupati nomor urut 2,” ungkap Amri.

Peristiwa itu, kata dia, langsung dilaporkan ke Panwascam Pugung. Dan Selasa malam itu terlapor langsung digiring ke Kantor Panwakab Tanggamus untuk diperiksa.

”Yang kami sesalkan, mengapa pada Rabu subuh, Km justru dilepaskan? Panwaskab berdalih, setelah pencoblosan diperiksa lagi. Tapi kenyataannya Km sampai sekarang sudah susah dicari lagi. Ini ada apa? Indikasinya sengaja dilepas. Kami menduga Panwaskab Tanggamus ’masuk angin’. Dan kami menuntut kejelasan laporan kami ini. Sebab bukti-bukti kuat. Ada pemberi, ada penerima, dan barang bukti amplop,” tukas Amri.

Dengan rasa curiga dan kecewa yang membuncah, Amri mendesak Panwaskab Tanggamus untuk profesional dan adil menindaklanjuti laporannya. Menurut dia, barang bukti sudah cukup kuat. Ditambah pengakuan dari si terlapor (Km) yang mengakui perbuatannya. Bahkan rekaman videonya juga ada.

”Jadi tidak ada alasan tidak memenuhi unsur. Mengapa (Km) disuruh pulang? Apalagi saat akan diperiksa setelah pencoblosan, Km sudah ‘hilang.’ Panwaslu (Tanggamus) jangan ’masuk angin’ donk! Harus berani bertindak!” seru Amri dengan nada penuh kekesalan. (ayp)

 

 

News Reporter