Terkendala Dana, Banyak Objek Wisata di Lambar Terlantar

Translampung.com, LAMPUNGBARAT-Kabupaten Lampung barat (Lambar) memang banyak memiliki puluhan objek wisata alam dan budaya. Seperti air terjun, air panas, dan masih banyak wisata lainnya. Namun, keberadaannya seakan masih belum terlihat lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lambar masih setengah hati mengelola pariwisata yang ada, sehingga semuanya terkesan terabaikan.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dan Kelembagaan Pariwisata Kabupaten Lambar, Nyoman Mulyawan mengakui, bahwa Kabupaten Lampung barat ini memiliki banyak potensi wisata namun belum dikelola dengan baik.

“Memang masih banyak potensi objek wisata, namun belum terkelola dengan baik dikarenakan kita terkandala dengan dana,” ungkap Nyoman saat di temui diruang kerjanya, Selasa (7/3).

Dirinya mengatakan, pendataan dan pengembangan yang akan dilakukan tentunya tidak hanya satu sektor saja, akan tetapi banyak permasalahan yang harus dilalui dalam mengembangkan objek wisata yang ada, termasuk masalah jalan dan keberadaan lokasi.

’’Dalam pendataan dan pengembangan kita harus memiliki dana yang memadai dan karena bukan tidak mungkin akan melakukan pembebasan lahan. Sedangkan dalam melakukan pembebasan lahan, tentunya akan disiapkan juga masalah ganti rugi sesuai dengan berapa luas lahan yang akan digunakan sebagai sarana pendukung, seperti tempat parkir dan tempat lainnya,’’ ungkapnya.

Potensi pariwisata di Lambar, katanya sangat menjanjikan. Karena itu, jika kita dapat mengembangkan dan mengelolah potensi tersebut dengan semaksimal mungkin sehingga dapat menjadi sumber pendapatan bagi Daerah, dan tentunya akan membuka peluang usaha dan kerja bagi masyarakat disekitarnya.

“Artinya kita harus bekerja keras dalam melakukan pengembangan dan pengolahan potensi wisata yang ada di bumi Sekala Bekhak ini,” imbuhnya.

Selain itu, masih kurang fokusnya dalam pengelolaan juga menjadi permasalahan dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Lambar. Sehingga dalam pembangunannya tidak full, sedangkan untuk membangun destinasi wisata kecil maupun besarnya minimal satu tahun harus sudah jadi.

“Tapi kembali lagi, Kabupaten Lambar ini terkendala masalah dana, apalagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita termasuk yang paling kecil di Provinsi Lampung, ” jelas Nyoman. (VP)

News Reporter