. . .

Terganjal Uji Materi MA

image_print

Bacaleg Eks Napikor Harap-Harap Cemas

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Meski sudah memenangkan gugatan melawan Komisi Pemilihan Umum Tanggamus via Sidang Adjudikasi, namun lagi-lagi Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Tanggamus masih harus bersabar. Pasalnya KPU Tanggamus masih menunda memasukkan Bakal Caleg asal Partai Gerindra, Alhajar Syahyan, ke dalam Daftar Calon Sementara (DCS) untuk Pemilihan Legislatif 2019.

Anggota KPU Tanggamus Zulwani menerangkan, saat ini KPU RI telah mengeluarkan Surat 991 tentang Penundaan untuk Melaksanakan Hasil Putusan Bawaslu terkait Mantan Napi Korupsi.

”Secara kelembagaan dan hierarki, KPU Tanggamus akan memedomani surat KPU RI tersebut. KPU kabupaten adalah kepanjangan dari KPU RI. Artinya, bila KPU RI telah memutuskan sesuatu, maka KPU kabupaten/kota harus mematuhinya,” ujar Zulwani.

Ia mengaku, masalah ini sedang diselesaikan di tingkat pusat oleh KPU RI dan Bawaslu RI. Tentunya kecil kemungkinan apabila Bawaslu Tanggamus menggugat KPU Tanggamus karena tidak melaksanakan putusannya.

Sesuai jadwal yang didasari keputusan Bawaslu Tanggamus, KPU harus masukan nama Alhajar maksimal pada Selasa (4/9) atau tiga hari kerja setelah keputusan Bawaslu lewat Sidang Adjudikasi diputuskan, yakni pada Kamis (30/8) lalu.

Zulwani juga menyatakan bahwa, saat ini Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sedang diajukan uji materi ke Mahkamah Agung.

Putusan MA, ini sifatnya final. Sehingga harus dipatuhi, baik oleh KPU selaku penyelenggara pemilu maupun bacaleg eks napi korupsi yang mengajukan uji materi.

”Ya, kami tunggu saja putusan MA itu. Mudah-mudahan keluar sebelum pengumuman Daftar Caleg Tetap (DCT), 20 September mendatang,” tandas Zulwani.

Ketua DPC Gerindra Tanggamus: Tunggu Hasil Uji Materi MA

TERPISAH Ketua DPC Partai Gerindra Tanggamus, Mukhlis Basri memutuskan, untuk menunggu hasil uji materi ke MA terkait gugatan PKPU Nomor 20 Tahun 2018.

”Kalau sudah begitu, kita nggak bisa berbuat apa-apa lagi, kecuali menunggu (hasil uji materi di MA). Karena KPU kan eksekutornya. Kalau kebijakan KPU menunda sampai keluarnya putusan MA, ya kita tunggu. Sebab upaya sengketa pemilu ke Bawaslu, juga sudah kita tempuh dan lembaga yang berwenang pun sudah memutuskan untuk memenangkan gugatan kita,” kata Mukhlis Basri mengakhiri pernyataannya. (ayp)