. . .

Terendam Akibat Hujan Lebat dan Penyempitan Drainase

image_print

Foto Ist from Humas RSUDAM, Ahmad Sapri for translampung.com

 

Akhmad Sapri: Sekarang Udah Dijebol

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Intensitas hujan yang tinggi dan penyempitan drainase akibat berlangsungnya pembangunan menjadi factor meluapnya air hujan dan menggenangi ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung. Hal itu dikatakan Humas RSUDAM, Akhmad Sapri melalu pesan WhatsApp, Rabu (23/5).

Dia mengatakan, bahwa petugas dengan sigap mengatasi kejadian tersebut dengan menjebol saluran sehingga menjadi lancer kembali.

“Sekarang udah dijebol salurannya supaya lancar,” kata Akhmad Sapri.

Dia menjelaskan bahwa, luapan air tersebut berawal dari hujan yang lebat.

“Air naik dari teras masuk ke dalam ruangan. Banjir dikit kok,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya bahwa ruang rawat inap RSUDAM terendam banjir. Ini setelah hujan deras yang mengguyur sejak Selasa(22/5) malam hingga Rabu(23/5) dini hari, yang terjadi hampir semua wilayah Lampung.

Dalam video yang didapat translampung.com, terlihat air meluap hingga masuk kedalam ruangan rawat inap, yakni ruang tulip.

Akibat banjir yang terjadi, keluarga pasien RSUDAM tidak dapat beristirahat. Karena air masuk keruangan hingga mencapai mata kaki orang dewasa.

Berdasarkan keterangan salah seorang keluarga pasien, Aan, genangan tersebut mulai masuk ke dalam ruang rawat inap pada pukul 04.15 dini hari.

“Air itu masuk dan menggenangi Ruang Tulip sebelum adzan lah. Kalau bisa secepatnya ditangani, apalagi ini hujannya belum berhenti,” ujar Aan.

Dirinya pun khawatir air yang menggenangi ruangan tersebut membawa penyakit.

“Kalau gini ya kami takut terjangkit penyakit kulit. Bukannya pasien sembuh malah tambah sakit kalau keadaannya begini mah,” ujarnya.

Kalau memang ada yang tersumbat, lanjut dia, harus segera diatasi.

“Jangan dibiarkan saja, harus ada tindakan,” tegasnya.

Sementara itu, para pasien yang berada di Ruang Tulip RSUDAM hanya bisa pasrah dan berharap ada tindakan dalam mengatasi persoalan tersebut. (jef/hkw)