. . .

Tepis Isu SARA dalam Tahun Politik, SP2N Tanggamus Helat Tabligh Akbar Bertema Menjaga Silaturahmi dan Kerukunan

image_print

AMANATKAN PERSATUAN DAN KESATUAN: Ustadz Tajuddin dari Kabupaten Lampung Barat meminta jamaah Islam Tanggamus untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan kerukunan antarumat beragama, meski di Tanggamus sedang berlangsung tahun politik. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Untuk menepis isu-isu berunsur suku, ras, dan agama (SARA) di Kabupaten Tanggamus, Organisasi Solidaritas Pemuda-Pemudi Nusantara (SP2N) Tanggamus menggelar Tabligh Akbar. Meski dikemas dalam bentuk pengajian, acara tersebut mengangkat tema “Menjalin Silaturahmi Menjaga Kerukunan dan Keutuhan Negeri serta Mewaspadai Pengaruh Paham Radikal maupun Isu SARA di Kabupaten Tanggamus.”

Ketua Panitia Penyelenggara Tabligh Akbar sekaligus Ketua SP2N Tanggamus Aang Kurnaefi dalam sambutannya mengatakan, pengajian kemarin adalah pengajian umum. Sehingga boleh untuk dihadiri siapapun. Dia juga menyebutkan, saat ini di Kabupaten Tanggamus tengah berlangsung tahun politik.

“Sebentar lagi kita sebagai warga Tanggamus akan memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan. Tidak dipungkiri, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), biasanya diwarnai dengan isu-isu provokatif yang dapat memecah-belah persatuan. Untuk menepis isu-isu yang dapat membawa perpecahan dan terus memperkuat jalinan silaturahmi antarumat beragama, kita melaksanakan Tabligh Akbar ini,” ungkap Aang di hadapan puluhan jamaah Kecamatan Gisting di halaman Pondok Pesantren Nurul Quran Pekon Purwodadi, Sabtu (28/1).

Komandan Kodim 0424/Tanggamus Letkol. (Arh) Anang Hasto Utomo, melalui Komandan Koramil 424-04 Talangpadang Kapten (Arh) Maman, sangat mengapresiasi SP2N Tanggamus yang telah menyelenggarakan Tabligh Akbar untuk mengajak seluruh umat beragama menjaga persatuan dan kesatuan. Tak jauh berbeda seperti Ketua SP2N Tanggamus, Danramil Talangpadang sangat menekankan, agar umat beragama terutama umat Islam, bisa menjadi pelopor persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat.

“Di mana tempatnya, pelaksanaan pilkada biasanya memang riskan dengan menyebarnya isu-isu berunsur SARA. Untuk itu, sedari dini kita sudah harus membekali masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang bertujuan memecah-belah persatuan. Atas nama Dandim 0424/Tanggamus, kami sangat mengapresiasi SP2N Tanggamus atas acara ini,” ungkap Maman.

Sementara Pengasuh Ponpes Nurul Quran Pekon Purwodadi Ustadz Darul Ulum, S.Pd.I. menyampaikan terimakasih yang mendalam pada seluruh jamaah dan para tamu undangan atas kehadirannya ke ponpesnya yang sederhana. Pihaknya juga memohon maaf atas keterbatasan tempat dan sarana di ponpesnya.

“Meski demikian, kami sangat berharap, kondisi yang terbatas itu tidak mengurangi khidmat dan berkah Tabligh Akbar. Terlebih, pengajian itu bertujuan untuk memperkuat jalinan silaturahmi umat beragama,” tutur Darul Ulum.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanggamus K.H. Makmun Sirodj, Lc. yang juga hadir pada pengajian tersebut menyampaikan amanat dari Ketua MUI Pusat. Bahwa umat Islam di Tanggamus harus terus memelihara persatuan dan silaturahmi antarumat beragama meskipun sedang berlangsung tahun politik.

Memasuki puncak acara, giliran Ustadz Tajuddin dari Kabupaten Lampung Barat menyampaikan tausiahnya pada seluruh hadirin. Secara tegas, ia mengemas tausiahnya agar umat Islam selalu menghargai indahnya persatuan di tengah perbedaan.

Dengan analogi yang sederhana, bahasa yang ringan dan mudah diterima, serta mengambil perumpamaan dari rutinitas sehari-hari, Tajuddin mentransfer pesan moral dan spiritual pada seluruh peserta pengajian. Tanpa mengurangi makna dan arti di balik perumpamaan yang disampaikan, tausiah tersebut sangat mengena di kalbu seluruh peserta pengajian.

“Kita sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW, harus mampu membawa dan menempatkan diri pada posisi yang tepat dan tahu porsi masing-masing. Ketika sedang berlangsung tahun politik seperti ini, pemuka agama jangan sampai ikut-ikutan berpolitik. Karena tugas utama pemuka agama adalah membimbing umatnya. Para Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama Anggota TNI/Polri dan para PNS, harus menjunjung tinggi netralitasnya. Jika masing-masing pihak mengerti dan memahami porsi masing-masing, niscaya Tanggamus akan selalu bersatu sekalipun sedang berlangsung pilkada,” ungkap Tajuddin seraya terus melanjutkan tausiah hingga berita ini diterbitkan.

Turut hadir dalam Tablig Akbar Sabtu siang itu, perwakilan dari Kesbangpol Kabupaten Tanggamus, perwakilan dari Uspika Gisting dan Talangpadang, Ketua Majelis Dzikir Asmaul Husna Gisting Ustadz Puji Nurhuda, Sekretaris Ahlul Bait Indonesia Hendri Supriyadi, Ketua PPK Gisting Totog Remawan, S.Pd., Ketua Panwascam Gisting Bambang Mugiono, S.Kom., Ketua Ahmadiyah Tanggamus M. Ali Latief, serta seluruh santri dan santriwati Ponpes Nurul Quran beserta para orang tua. (ayp)