. . .

Tenggelam di Limau, Liburan Keluarga jadi Tragedi Menyedihkan

image_print
SUDAH DITEMUKAN: Jasad Reni (13) yang tenggelam di Pantai Muara Dua Pekon Ketapang, Kecamatan Limau pada Minggu (17/6) siang, sudah ditemukan pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia. (Foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Maksud hati menghabiskan masa liburan Idulfitri bersama keluarga tercinta dengan canda dan tawa, justru berubah menjadi isak-tangis kehilangan. Reni (13) binti Kardi dan Andi (35) alias Endil bin Sukmar, hilang ditelan gulungan ombak di Pantai Muara Dua, Pekon Ketapang, Kecamatan Limau, Tanggamus pada Minggu (17/6).

Reni merupakan gadis remaja asal Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus. Sedangkan Andi beralamat di Pekon Kedaloman, Kecamatan Gunungalip, Tanggamus. Belakangan diketahui, Andi merupakan paman dari pelajar belia itu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus Adi Nugroho mengatakan, pihaknya menerima laporan dua orang tenggelam di Pantai Muara Dua Pekon Ketapang, Minggu sekitar 13.15 WIB.

“Setelah berkoordinasi dengan Pos SAR 1 Tanggamus dan aparat Polri dibantu TNI, dan warga setempat, akhirnya Minggu (17/6) pukul 18.20 WIB, jasad Reni ditemukan tak jauh dari lokasi awal tenggelam. Namun nyawa korban tak dapat diselamatkan,” ungkap Adi Nugroho, mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romas Yadi.

Hingga Minggu malam, pihak terkait masih terus melakukan pencarian terhadap Andi. Jika masih belum ditemukan, Adi Nugroho mengatakan, pencarian dilanjutkan Senin (18/6) pagi. Lalu dengan memperluas radius pencarian.

MASIH MENCARI ANDI: Warga dan pengunjung di Pantai Muara Dua menunggu hasil dari Tim SAR dan BPBD Tanggamus yang masih mencari paman Reni, Andi (35) yang juga tenggelam saat hendak menolong Reni. (Foto: IST)
Sebelum ditelan ombak, dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, diketahui paman dan keponakan beserta beberapa anggota keluarga mereka berangkat dari rumah masing-masing pukul 07.00 WIB. Satu keluarga tersebut, memang berniat menghabiskan waktu liburan Idulfitri ini, dengan berwisata ke pantai. Dipilihlah Pantai Muara Dua Pekon Ketapang, sebagai destinasi mereka.

“Siangnya, keluarga itu terlihat panik. Ternyata karena satu anggota keluarga mereka (Reni, Red), hilang terseret ombak. Lalu pamannya (Andi, Red) berusaha menolong korban dengan berenang. Mungkin karena kuatnya ombak, malah dua-duanya hilang,” ungkap salah seorang warga yang mengaku berada di lokasi saat kejadian.

Naas yang dialami Reni dan Andi saat masih dalam rangka liburan Idulfitri ini, seyogyanya menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Terutama bagi Dinas Pariwisata setempat. Sebab masyarakat sekitar lokasi Pantai Muara Dua menyebutkan, bahwa lokasi tersebut belum dikelola secara resmi untuk jadi objek wisata.

“Belum jelas siapa pengelola wisata (Pantai Muara Dua) ini. Apakah pemda atau dinas, kelompok sadar wisata, swasta, atau perorangan. Yang pasti ini adalah lokasi wisata liar. Kalau sudah ada korban begini, tidak ada yang mau mengakui siapa yang mengelolanya,” keluh beberapa tokoh masyarakat Pekon Ketapang. (ayp)