. . .

Tembak dan Bacok Warga Ulubelu, Komplotan Perampok Gasak Rp400 Juta dan 110 Gram Emas

image_print
SEDIKIT KETERANGAN: Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora, S.H. belum memberikan banyak keterangan terkait perampokan bersenjata api yang terjadi di Pekon Sinarbanten, Kecamatan Ulubelu, Sabtu (10/8) dini hari.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Tidur lelap H. Supriadi (57) dan keluarga serta warga Pekon Sinarbanten, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus mendadak terusik, Sabtu (10/8) dini hari. Supriadi sama sekali tak menduga rumahnya bakal menjadi target komplotan garong bersenjata api. Sekitar pukul 02.30 WIB, kawanan perampok merangsek masuk ke rumahnya dan sukses menggasak uang Rp400 juta serta perhiasan emas sekitar 110 gram.

Supriadi tak hanya menderita kerugian material yang cukup besar. Keberingasan komplotan perampok yang beraksi menggunakan senjata api dan senjata tajam itu, juga melukainya cukup parah. Ia mengalami luka tembak dari moncong senjata api yang diduga rakitan milik salah satu pelaku. Bahkan kepala korban juga terluka akibat sabetan golok. Korban kini dirawat intensif di rumah sakit.

Kepala Pekon Sinarbanten, Rusdianto, saat dikonfirmasi membenarkan salah satu warganya menjadi korban perampokan, Sabtu dini hari. Menurutnya, komplotan perampok itu sudah tak lagi sembunyi-sembunyi. Namun beraksi secara terang-terangan.

“Dari penuturan warga saya yang berdekatan dengan rumah korban, sempat terdengar suara letusan senjata api saat kejadian. Kabar sementara yang saya terima, pelaku diperkirakan berjumlah enam orang. Empat pelaku yang masuk ke dalam dan dua lainnya berjaga di luar. Tapi itu selentingan yang saya dengar dari warga ya. Kalau jumlah pastinya, tunggu keterangan dari polisi yang sekarang sedang bekerja,” ujar Rusdianto saat dihubungi via telepon seluler Sabtu malam.

Supriadi, kata Kakon Sinarbanten, juga luka parah. Kakinya tertembak dan kepalanya dibacok. Selain dilukai, Rusdianto menyebutkan, harta korban berupa uang Rp400 juta dan perhiasan emas sekitar 110 gram, digasak para pelaku.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, komplotan perampok merangsek masuk dengan mendobrak pintu belakang menggunakan kayu balok dan godam. Diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Setelah berhasil masuk, para pelaku lantas mendobrak pintu kamar korban.

Selanjutnya, diduga para pelaku yang menggunakan senpi rakitan dan softgun, menembak kaki dan membacok kepala korban dengan senjata tajam. Setelah melukai korban dengan beringas, korban dipaksa menunjukkan tempat menyimpan uang dan perhiasannya. Tak hanya si empunya rumah, Ari Ritasari juga terluka. Adik ipar Supriadi itu turut menjadi korban keganasan para pelaku, saat hendak menolong kakak iparnya.

Mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, Kapolsek Pulaupanggung, Iptu. Ramon Zamora, S.H. juga membenarkan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Pekon Sinarbanten. Namun mantan Kaur Bin Opsnal Satreskrim Polres Tanggamus itu, belum banyak memberikan keterangan atau kronologi detil peristiwanya.

“Ya mas benar (ada perampokan). Saat ini kami sedang berada di tempat kejadian perkara (TKP). Mohon bersabar ya,” ketik Ramon Zamora melalui aplikasi perpesanan WhatsApp kepada translampung.com. (ayp)

error: Content is protected !!