. . .

Telur Ayam Tembus Rp30 Ribu/Kg, Belum Ada Solusi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Perayaan Idulfitri telah berlalu. Namun di Kabupaten Tanggamus harga telur ayam ras yang melejit saat hari raya tersebut, masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan harganya bertengger lada level Rp30 ribu/kilogram. Pemerintah Kabupaten Tanggamus masih terus memantau situasi harga telur ayam ras tersebut. Namun untuk solusi pasti, masih diupayakan.

Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Pemkab Tanggamus, Suyanto. Dirinya mengakui, sementara ini pemkab belum mengambil sikap dan berencana mengadakan rapat khusus untuk membahas masalah harga telur.

“Kami masih memantau dahulu perkembangan kondisi harga (telur). Kalau terus naik dampaknya semakin  meresahkan masyarakat, baru kami mengambil sikap,” ujar Suyanto Kamis (19/7).

Ditanya lebih dalam perihal langkah konkret terdekat yang bakal dilakukan Pemkab Tanggamus, Suyanto menjawab, upaya terdekat adalah dengan menggelar operasi pasar. Namun untuk langkah itu, perlu koordinasi sektoral dengan Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan dan Pasar.

“Sebab itu adalah beberapa instansi pemerintah yang berkaitan langsung dengan produksi telur dan peredarannya,” ujar Suyanto.

Sedangkan sasaran pemantauan, terutama adalah soal harga. Selanjutnya ada atau tidaknya permainan harga, jumlah produksi, kondisi alur distribusi, stok di pasaran, dan tingkat permintaan masyarakat.

Selain itu nanti hasil koordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui masalah yang terjadi hingga membuat harga telur terus naik. Dan bersama-sama mencarikan solusinya.

“Masalah harga telur sekarang ini agak sulit diatasi. Sebab itu terjadi menyeluruh, baik di Tanggamus sendiri, di Kota Bandarlampung, bahkan di Jakarta juga harga telur naik,” ungkap Suyanto.

Meski kenaikan harga telur saat ini sudah terjadi menyeluruh, namun ia mengaku masih akan mencarikan solusi soal tingginya harga telur untuk skala kabupaten. Belum diarahkan ke masalah skala provinsi. (ayp)