. . .

Tegakkan Disiplin, Tim GDN Sidak Ke Satker Satker Di Lampura

image_print

TRANSLAMPUNG.COM

KOTABUMI – Untuk mengecek tingkat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN),
Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Kabupaten Lampung Utara melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) diberbagai satuan kerja di Kabupaten Lampung Utara, senin (31/12/2018)
Tim GDN yang diketuai oleh Plh Sekda Sopyan ini, terbagi menjadi empat (4) Tim, yang berbagi tugas untuk melakukan pengecekan disiplin ASN di Kabupaten Lampung Utara.
” Allhamdulillah dari semua satker yang kita kunjungi tadi, kita lihat diberbagai satker, ini bisa kami katakan 70 persen keatas hadir,” ucap Inspektur Man Kodri saat di temui translampung.com usai melakukan sidak di kantor PP dan KB.
Lanjut Man Kodri, kita dari tim GDN ini akan selalu melakukan sidak yang tiba tiba, dan ini bukan di hari hari tertentu saja, tapi akan kita lakukan secara terus menerus dengan harapan rekan rekan ASN ini benar benar bisa disiplin dengan rasa tanggung jawab, melaksanakan kewajiban sesuai dengan aturan.
” Disini kita mengingatkan kepada ASN agar lebih disiplin, Karena ini bukan kehendak pimpinan, tapi ini aturan yang mengatakan kita harus disiplin dalam menjalankan tugas,” ujar Man Kodri yang didampingi Kasat Pol PP Dony F Fahmi.
Hari ini kita sudah ke Dinas Koperasi, PP dan PA, kemudian ke Dinas Pertanian, PMD,  Perikanan, dan di PP dan KB saat ini, dan dari tempat yang kita kunjungi ini tingkat kehadiran pegawai diatas 70 persen, ucapnya lagi
Dan disini kami menghimbau agar rekan rekan ASN dapat tetap melaksanakan aturan, karena disiplin itu memang sudah masuk didalam nya dan ASN wajib melaksanakan aturan itu, karena kita digaji jadi jangan sampai gaji itu menjadi tidak sah untuk kita makan.
” Jadi himbauan saya agar kita ASN tetap menegakkan disiplin, dan hari  ini jangan dianggap main main, karena kami akan tetap mengkontrol sampai dengan jam kerja selesai,” tegas Man Kodri
Dan apabila aturan ini dilanggar maka kita akan memberikan sangsi, Dan di PP 53 itu sudah jelas, ada sangsi ringan, sedang dan berat, manakala dia masuk yang ke berat itu ada dua sangsi yaitu pertama diturunkan pangkatnya dan yang kedua diberhentikan tidak dengan hormat. pungkasnya (Iwan/Ek)
error: Content is protected !!