. . .

Tatjana Saphira Berisiko Kena Kanker Payudara

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Aktris cantik Tatjana Sagira, merasa cukup khawatir dengan penyakit genetik ini mengingat beberapa keluarganya yakni nenek, ibu dan tante-tantenya merupakan survivor kanker payudara. Beruntungnya sang nenek melakukan deteksi dini kanker payudara saat stadium 2, sementara ibunya belum sampai ke tahap kanker payudara namun berisiko.

“Nenek dan mamaku (survivor kanker payudara). Mamaku belum sampai ke tahap breast cancer cuman dia punya risiko terus banyak sih tante-tante aku,” katanya kepada Fajar Indonesia Network (FIN) saat ditemui di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Minggu (4/11).

Sadar bahwa dirinya berisiko punya bakat kanker payudara dari nenek dan ibunya karena faktor genetik, Tatjana meningkatkan kepeduliannya terhadap penyakit tidak menular ini denga bekal pengetahuan.

“Cancer itu genetik, aku khawatir sih berusaha lebih dalam lagi meningkatkan awareness aku terhadap breast cancer dengan melakukan banyak riset banyak baca-baca,” jelas perempuan 21 tahun ini.

Selain faktor genetik (keturunan) kanker payudara juga dipengaruhi dengan pola hidup yang tidak sehat. Makan makanan cepat saji dan aktivitas fisik yang kurang juga berisiko terkena kanker payudara.

“Penyakit seperti breast cancer itu di jaman sekarang ini makin banyak dan pasti ada pengaruhnya sama gaya hidup, apa yang kita konsumsi. Dengan semakin banyak process food mungkin juga kalau kita nggak punya habbit yang baik dalam merawat diri kita sendiri,” jelas pemeran Hulya di film Ayat-ayat Cinta 2.

Berkaca dari banyaknya kasus kanker payudara, Tatjana lebih sadar diri untuk menerapkan gaya hidup yang balance antara asupan makanan, aktivitas fisik (olahraga), dan istirahat yang cukup. Meskipun diakuinya tidak ada diet khusus seperti menghindari makana-makanan tertentu.

“Nggak juga membatasi diri aku dengan makan makanan tertentu apalagi aku orangnya seneng banget makan. Terus dengan pekerjaan aku, jam kerja yang nggak menentu kadang-kadang syuting sampai pagi mulainya juga pagi. Melihat jangka panjangnya nggak terlalu sehat,” paparnya.

Yang terpenting kata Tatjana, ia selalu berusaha makanan makanan sehat. “Makannya bener, makanan sehat mengurangi makanan junk food dan process food, banyak makan sayur dan buah olahraga,” imbuhnya.

Untuk deteksi dini, perempuan berdarah Indonesia Jerman ini rutin melakukan check up. Meskipun banyak orang yang takut ketik mengetahui ada masalah kesehatan, tapi dengan mengetahuinya lebih awal bisa cepat ditangani dan peluang sembuh juga lebih besar. Tatjana berkaca pada apa yang dilalui Sang nenek dan mengingat pesannya agar rutin check up.

“Yang paling penting rutin check up karena yang aku pelajari itu adalah sebenarnya mungkin menakutkan untuk tau penyakit yang kita punya sebenernya. Kayak nenek aku alhamdulillah sembuh dan survive itu karena deteksi dini jadi yang selalu ia tekankan sama aku adalah untuk rutin check up. make sure kita selalu update kita selalu tahu apa yang ada dalam tubuh kita,” ujarnya.

Menurut Tatjana, menunda waktu untuk periksa kesehatan karena alasan takut jika terdiagnosis kanker payudara merupakan cara berfikir yang keliru. Karena, lanjut ia semakin ditunda, maka akan semakin sulit untuk disembuhkan.

“Menurut aku itu adalah mindset yang nggak bener karena semakin kita tunda semakin kita deny semakin kita gak mau menerima fakta bahwa ada sesuatu yang salah sama tubuh kita itu akan membuat susah lagi untuk proses penyembuhannya,” terangnya.

Setiap enam bulan sekali, Tatjana rutin memeriksakan kesehatannya karena kata ia, kita tidak bisa menjamin selama enam bulan kedepan apakah kondisi tubuh kita baik-baik saja.

“Check up itu nggak yang setahun sekali, kalau perlu setiap 6 bulan sekali karena kita nggak tahu kapan datangnya. Mungkin di awal tahun aku check up sehat-sehat aja tapi enam bulan kemudian kita nggak pernah tahu hasilnya seperti apa,” ujarnya.

Ia menceritakan bahwa, pertama kali ia melakukan periksa payudara klinis (SADANIS) berawal saat menemani ibunya untuk terapi karena berbagai permasalahan kesehatan. Karena penasaran dengan proses pemeriksaan akhirnya ia pun mencoba memeriksakan dirinya.

“Soalnya dulu mamaku punya beberapa problem dari dulu kista, dan ada tumor-tumor kecil di payudaranya which is dia sering banget ke dokter dan melakukan segala macam tindakan mulai dari mammogragi, biopsi dan aku sempet ikut nemenin. Akhirnya yaudahlah aku perasan pengen tahu prosenya seperti apa sih, akhirnya aku ikut tes juga,” tandasnya. (dim/fin)