Target Cetak 11.300 e-KTP, Terealisasi 7.000 Keping

0
1356
views

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tanggamus menyatakan sudah mencetak 7.000 keping Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Realisasi pencetakan itu berasal dari 10 ribu blanko yang diterima pada April lalu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tanggamus Syarif Husein mengatakan, sejak aplikasi pencetakan lepas dari kerusakan maka pencetakan terus dilakukan. Sebab untuk Disdukcapil Tanggamus sudah memiliki 11.300 data yang masuk print ready record dan sifatnya harus cetak.

“Sampai saat ini sudah 7.000 keping e-KTP tercetak. Sedangkan blanko diterima 10.000. Nanti kalau tinggal 1.000 kami akan usulkan tambahan blanko. Karena targetnya 11.300 e-KTP harus cetak,” ujar Syarif.

Dengan hasil pencetakan tersebut maka masyarakat bisa menanyakan ke kantor kecamatan atau ke Disdukcapil apakah KTP miliknya sudah tercetak atau belum. Dan untuk itu perlu membawa Kartu Keluarga atau KTP sementara yang selama ini sudah didapat. Tujuannya untuk pengecekan dan koreksi apabila ada kesalahan sehingga bisa langsung diperbaiki.

“Kalau bisa yang melakukannya diri sendiri jangan memita tolong orang lain, jadi kalau ada kesalahan biasa langsung minta perbaikan,” kata kadisdukcapil baru itu.

Dalam hal ini masa berlaku KTP bisa seumur hidup. Sebenarnya di e-KTP yang cetakan lama juga masa berlakunya bisa seumur hidup meski di kartu tercantum waktu masa berlaku. Namun sejak tahun 2015 Kementerian Dalam Negeri menetapkan masa berlaku e-KTP bisa seumur hidup asalkan tidak ada perubahan status pernikahan atau pindah alamat dari pemilik KTP. Jika ada perubahan maka segera lakukan perubahan termasuk juga pada KK, sebab itu yang menjadi dasar pembuatan KTP.

Selanjutnya, kendala teknis pencetakan e-KTP di Tanggamus, menurut Syarif adalah koneksi internet jadi kendala terberat. Hal ini terkait validasi data ke pusat sebelum KTP dicetak. Jika sedang ada kendala untuk membuka aplikasi, pencetakan bisa sampai 15 menit untuk satu data saja.

“Ini memakan waktu sebab tugas pencetakan masih banyak. Sedangkan satu mesin pencetak hanya bisa mencetak 100 keping. Dan di sini hanya ada dua mesin pencetak,” jelas Syarif.

Dalam hal ini sebelum e-KTP dicetak harus dilakukan validasi dahulu ke pusat agar tidak timbul data ganda sebab tujuan e-KTP adalah menghindari data ganda yang bisa disalahgunakan. Harapannya memang koneksi internet jangan ada gangguan sebab itu akan menghambat waktu pencetakan. Masyarakat tentu sudah tidak sabar memiliki e-KTP, sebab ketidakbisaan mencetak sudah terjadi sejak pertengahan 2016 lalu karena stok blanko habis.