. . .

Tangkal Radikalisme Dengan Menggelar FGD

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Dalam rangka menangkal paham radikalisme, Kepolisian Resor Tanggamus menggelar Fokus Group Discussion (FGD) tentang pelaksanaan kegiatan Subsatgas Manajemen Kemitraan Satgas Nusantara 2018. Kegiatan tersebut mengambil tema ‘Melalui Focus Group Discussion, mari kita tingkatkan cinta tanah air NKRI dan tangkal paham radikalisme di wilayah hukum Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pringsewu’.

Kegiatan yang digelar di ballroom Hotel Urban Pringsewu, Rabu (15/8) ini dibuka oleh Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, diikuti sebanyak 100 orang peserta perwakilan dari berbagai unsur dan elemen masyarakat di Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus, menghadirkan sejumlah pemateri diantaranya Ketua FKPT Provinsi Lampung Dr.H.Abdul Syukur, M.Ag., Ketua MUI Provinsi Lampung K.H.Dr.Khairuddin Tahmid, M.H., Ustadz K.H.Munawir, S.Ag. dari PCNU dan MUI Kabupaten Pringsewu, serta Dian Fanshuri dari Pondok Pesantren Al-Hidayah, Pamenang, Pagelaran, Pringsewu.

Bupati Pringsewu H.Sujadi dan Kasdim 0424/TGM, serta Ketua MUI Kabupaten Pringsewu K.H.Hambali  juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma dalam sambutannya berharap melalui kegiatan focus group discussion ini dapat menghasilkan sesuatu yang dapat diterapkan dalam pengelolaan suasana dan kondisi yang bagus dan kondusif, sekaligus penyadaran kepada kita semua bahwa upaya mempertahankan NKRI dilakukan secara terus menerus.

Kapolres juga mengajak untuk menjadikan kegiatan FGD ini sebagai momentum upaya mewariskan nilai patriotisme dan nasionalisme dalam menjaga keutuhan NKRI, serta dapat menggugah kita semua untuk mencegah radikalisme.

“Ancaman terhadap NKRI sesungguhnya bukan saja dalam aspek serangan fisik, melainkan propaganda secara masif yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme, seperti ISIS, dan lainnya. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres Tanggamus bahwa masyarakat merupakan tulang punggung deteksi dini dalam mencegah radikalisme dan terorisme.

“Semoga kegiatan FGD ini dapat berjalan sukses secara substansial dan bukan secara formal saja,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam sambutannya mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan focus group discussion tersebut, mengingat penyebaran paham radikalisme ini sudah sedemikian rupa, terutama melalui social media.

“Ini menjadi penting bagi setiap kita bahwa kita mempunyai tanggung jawab untuk menangkal radikalisme,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Pringsewu  menandaskan bahwa NKRI akan tetap tegak berdiri jika NKRT (Narkoba, Komunisme, Radikalisme dan Terorisme) dapat ditangkal dan dicegah.

“Semoga kita tidak terpancing dengan upaya-upaya pihak tertentu yang berupaya memecah belah NKRI. Kuncinya adalah pertahankan PBNU, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,” tutupnya. (rez/hkw)