Tanggamus Dinobatkan Terbaik I PPD Lampung 2018

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Upaya keras dan inovasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tanggamus bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun RKPD, berbuah manis. Setelah semua kerja cerdas, ikhlas, dan kerja keras BAPPEDA itu, akhirnya Kabupaten Tanggamus meraih Penghargaan Terbaik I Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Lampung 2018.

Piala penghargaan langsung diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Penjabat Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung bertemakan Memantapkan Pertumbuhan yang Berkualitas, Berdaya Saing, dan Berkeadilan, di Bandarlampung.

Selain Tanggamus, Terbaik II diraih Kabupaten Lampung Barat, dan Terbaik III diraih Kabupaten Lampung Selatan. Untuk OPD lingkup pemprov, Penghargaan Perencanaan Pembangunan Terbaik diberikan pada Dinas Ketahanan Pangan Lampung.

Kepala BAPPEDA Tanggamus Hi. Hendra Wijaya Mega yang berkesempatan mendampingi Pj. Bupati Zainal Abidin melalui chatting Messenger pada Trans Lampung mengatakan, ada beberapa poin penting yang disampaikan Mendagri dalam sambutannya.

“Bapak Mendagri tadi, dalam sambutannya menyampaikan, perencanaan pembangunan harus terencana dan terukur serta selaras dan seiring dengan program Pemerintah Pusat. Kemudian, harus sinkron dengan program pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Hendra Wijaya mengutip sambutan mendagri.

Poin berikutnya, kata dia, pemerintahan era Presiden Joko Widodo terus memperkuat otonomi daerah. Terlebih Lampung merupakan provinsi yang sangat strategis. Kemudian, di dalam sebuah pemerintah daerah, bukan hanya ada bupati. Tetapi jyga ada TNI/POLRI, Kejaksaan, Pengadilan, dan pastinya DPRD kabupaten/kota.

“Untuk itu, satu kesatuan harus dibangun dalam sebuah lembaga pemerintah daerah bersama semua unsur tersebut. Pembentukan sinergi itu juga harus melibatkan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, bahkan media massa dan organisasi lembaga swadaya masyarakat,” ajak Tjahjo.

Sebagai Aparatur Sipil Negara, Mendagri Tjahjo menegaskan, ASN harus menjunjung tinggi netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur Lampung maupun Pemilihan Bupati Tanggamus dan Lampung Utara.

Mendagri juga mempersilakan Penjabat Gubernur Lampung Didik Suprayitno untuk mengisi kekosongan tujuh kepala OPD, dengan mengajukan izin kepada Kemendagri. Agar program-program Pemprov Lampung berjalan dengan baik.

“Sebelum mengakhiri sambutan, Pak Tjahjo Kumolo juga kembali menegaskan bahwa kepala daerah harus memprioritaskan pembangunan dan pengembangan aspek pendidikan, kesehatan, sanitasi, perumahan/pemukiman, bahkan saluran air bersih,” beber Hendra Wijaya.

Saat pelaksanaan Musrenbang Provinsi Lampung, Staf Ahli Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Bidang Pembangunan Sektor Unggulan Bidang Infrastruktur, Bambang Priambodo memaparkan pertumbuhan ekonomi.

Turut hadir dalam Musrenbang Provinsi Lampung, Kapolda Lampung, Danrem 043/Garuda Hitam, Ketua DPRD Lampung, dan para Pimpinan Forkopimda Provinsi.

Pada Kamis (22/3) lalu, Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, menerima kedatangan Tim Penilai Utama (TPU), Tim Penilai Independen (TPI), serta Tim Penguji Teknis (TPT). Rombongan tim penilai disambut hangat Kepala BAPPEDA Tanggamus Hi. Hendra Wijaya Mega serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tanggamus Heri Agus Setiawan.

Dalam pemaparannya, Hendra Wijaya Mega menjelaskan kepada para tim penilai, bahwa Pemkab Tanggamus tak pernah berhenti untuk bermanuver dan melahirkan beragam inovasi, untuk pengembangan koridor RPJMD 2018 – 2023 Provinsi Lampung.

“Terutama mendukung eksplorasi sepanjang garis pantai yang hanya dimiliki Kabupaten Tanggamus di Lampung ini. Demikian juga komitmen Pemkab Tanggamus untuk terus mendukung program BAPPEDA Lampung maupun BAPPENAS,” ujar Hendra Wijaya Mega.

BAPPEDA Tanggamus selama ini, lanjut Hendra, selalu menegaskan bahwa RKPD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode satu tahun, sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJKMD) dan Rencana Strategis Perangkat Daerah (RSPD). Itu merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional dan dilakukan dengan pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, atas-bawah (top-down), dan bawah-atas (bottom-up).

“RKPD yang telah dibahas dalam rangkaian forum musrenbang mulai dari tingkat pekon/kelurahan sampai dengan musrenbang tingkat kabupaten ini, disusun berpedoman pada RPJMD. Sehingga diperoleh hasil yang maksimal dan sasaran pembangunan yang telah dicanangkan,” papar Hendra optimis.

Dalam penilaian tersebut, Kepala BAPPEDA Tanggamus sangat berharap, tim penilai bisa secara objektif memberikan penilaiannya. Bahkan untuk memberikan bukti-bukti nyata dari inovasi yang terus dilakukan Pemkab Tanggamus, dalam penilaian tersebut, BAPPEDA juga secara langsung menghadirkan pihak-pihak terkait.

“Bapak-Bapak Tim Penilai, kami sama sekali nggak mau omong doang. Bisa Bapak-Bapak lihat langsung saat ini, BAPPEDA Tanggamus menghadirkan langsung pihak-pihak terkait dengan inovasi kami. Bahkan ini kami hadirkan inovasi terbaru kami, yaitu Putri Otonomi Daerah yang sudah dinilai saat Musrenbang Tanggamus 2018 kemarin yang diapresiasi langsung oleh Pj. Gubernur Lampung. Tujuan Putri Otonomi Daerah ini, adalah untuk merangkul generasi muda Tanggamus dalam segala aspek program pembangunan mental dan fisik sumber daya manusia Tanggamus,” terang Hendra lagi.

Sementara Ketua Tim Penilai Utama, Indra Permana mengatakan, kedatangannya bersama rombongan dalam rangka Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Lampung Tahun 2018 di Kabupaten Tanggamus, untuk menilai langsung proses penyusunan dokumen RKPD Tanggamus. Penilaian itu dilatarbelakangi oleh instruksi dari Kementerian BAPPENAS agar seluruh pemerintah daerah menyusun dokumen RKPD dengan sangat matang dan selektif.

“Tak lain tujuannya adalah untuk efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran negara. Dengan tersusun dan tersistematisnya dokumen RKPD, maka penyerapan dan penggunaan anggaran negara bisa dilakukan optimal,” tandas Indra Permana diamini Ketua Tim Penilai Independen Asrian Hendi Cahya. (ayp/hkw)

 

 

 

News Reporter