Tak ada kepentingan Politik

TRANSLAMPUNG.COM-OJK-Politikus senior Partai Golkar Melchias Markus Mekeng menjamin tidak akan terjadi konflik kepentingan, jika terpilih sebagai Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022.

Ketua Komisi XI DPR ini menjamin akan bekerja profesional, sesuai aturan kerja yang ada.

“Banyak yang mempertanyakan itu (conflict of interest). Saya pastikan itu tidak akan terjadi. OJK itu kan sudah ada standar operasional prosedur(SOP). Kemudian ada UU yang mengatur soal OJK. Jadi bekerja berdasarkan undang-undang dan SOP yang ada,” ujar Mekeng di Jakarta, Kamis (9/2).

Sebelumnya, Panitia Seleksi calon Dewan Komisioner OJK 2017-2022 mengumumkan, ada 107 nama yang lolos seleksi tahap pertama.

Di antaranya Melchias Markus Mekeng dan anggota Komisi XI DPR dari anggoa Fraksi PDI Perjuangan Andreas Eddy Susetyo, juga dinyatakan lolos.

Menurut Mekeng, siapa pun yang terpilih sebagai Dewan Komisioner OJK nantinya, harus melepas semua atribut yang ada, termasuk atribut partai.

Hal tersebut sangat penting, agar tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok yang dibawa. Jadi murni kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, Mekeng juga mengatakan, konflik kepentingan tidak akan terjadi di OJK karena pengambilan keputusan bukan secara perorangan.Politikus senior Partai Golkar Melchias Markus Mekeng menjamin tidak akan terjadi konflik kepentingan, jika terpilih sebagai Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022.

Ketua Komisi XI DPR ini menjamin akan bekerja profesional, sesuai aturan kerja yang ada.

“Banyak yang mempertanyakan itu (conflict of interest). Saya pastikan itu tidak akan terjadi. OJK itu kan sudah ada standar operasional prosedur(SOP). Kemudian ada UU yang mengatur soal OJK. Jadi bekerja berdasarkan undang-undang dan SOP yang ada,” ujar Mekeng di Jakarta, Kamis (9/2).

Sebelumnya, Panitia Seleksi calon Dewan Komisioner OJK 2017-2022 mengumumkan, ada 107 nama yang lolos seleksi tahap pertama.

Di antaranya Melchias Markus Mekeng dan anggota Komisi XI DPR dari anggoa Fraksi PDI Perjuangan Andreas Eddy Susetyo, juga dinyatakan lolos.

Menurut Mekeng, siapa pun yang terpilih sebagai Dewan Komisioner OJK nantinya, harus melepas semua atribut yang ada, termasuk atribut partai.

Hal tersebut sangat penting, agar tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok yang dibawa. Jadi murni kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, Mekeng juga mengatakan, konflik kepentingan tidak akan terjadi di OJK karena pengambilan keputusan bukan secara perorangan.

Namun bersama-sama dengan anggota OJK lainnya. Semua keputusan harus lewat pleno komisioner. Artinya, konflik kepentingan tidak akan terjadi karena semua komisioner ikut memutuskan.

“Saya sudah beritahu ke partai (ikut seleksi Komisioner OJK), tapi bukan meminta restu. Sebagai warga negara, saya punya hak untuk mencalonkan diri. Jadi tidak ada usuran dengan partai, apalagi perintah khusus dari partai,” tutur Mekeng.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengaku ikut seleksi, karena ingin membawa OJK semakin berwibawa dan kredibel. Sehingga tidak menimbulkan keraguan bagi investor dari luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia.

“Saya punya pengalaman tiga tahun di perbankan. Sudah puluhan tahun di pasar modal (sekuritas dan asset management dan pialang pasar uang,red).”

“Di DPR sudah tiga periode dan duduk di komisi perbankan dan keuangan dan punya pengalaman di Badan Anggaran DPR. Saya ingin membawa OJK lebih berwibawa lagi,” pungkas Mekeng.(tnn)

News Reporter