Tahun Ini Pemkot Rencanakan Pembangunan Tiga Flyover

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Untuk mengurangi kemacetan yang ada di kota Bandarlampung tahun ini pemerintah Kota (Pemkot) akan  merencanakan membangun tiga jembatan layang (Flyover).

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandarlampung M. Yusuf Khohar

bahwa tiga Flyover yang rencana akan dibangun diantaranya di jalan Sultan Agung, Jalan Pemuda dan jalan Sentot.

“Insya Allah, kami (Pemkot) akan membangun tiga flyover, semoga rencana itu dapat terealisasikan untuk kepentingan masyarakat Bandarlampung,” kata M .Yusuf kohar saat dihubungi, Minggu (4/3).

Yusuf Kohar menjelaskan, bahwa sejauh rencana tersebut masih memasuki tahap pengkajian mendalam, dengan tujuan agar masyarakat sekitar dapat merasakan dampak positif berdirinya flyover.

“Jangan sampai flyover sudah berdiri, tapi kepadatan arus lalulintas masih berjalan,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya juga menjelasakna bahwa selain flyover, pihaknya pun berencana akan membangun lima underpas atau trowongan perlintasan kerata api. Dan untuk saat ini, rencananya lima underpas akan didirikan di jalan Urip Sumoharjo, Kamboja, Cokrodipo, Printis, Agus Anang.

Akan tetapi, dari lima underpas yang direncanakan, baru underpas yang berada di jalan Urip Sumoharjo positif akan dibangun pada tahun 2019.

Sedangkan terkait anggaran ia menyebutkan, untuk pembangunan jalan bawah tanah itu diperlukan biaya yang tidak sedikit.

“Ya, sekitar Rp30 miliar. Itu sudah termasuk biaya pelebaran jalan, ganti rugi lahan serta pembangunannya,” kata politisi Demokrat ini.

Kalau dibangun underpass, tapi tidak dilebarkan jalannya tentu akan sama saja dan dampaknya akan semakin parah.

“Maka dari itu, kita perlu lebarkan juga jalan di sana,” tegasnya.

Saat disinggung apakah rencana pembangun tersebut sudah melaksanakan kordinasi kepada pihak terkait? dirinya menjelaskan bahwa pembangunan underpass itu telah dilakukan pengkajian bersama jajaran Satlantas Polresta Bandarlampung.

“Berkordinasi itu sudah jelas, karena kita nilai, pembangunan itu merupakan cara yang ampuh untuk mengantisipasi kemacetan jam sibuk serta adanya kereta api yang melintas,” paparnya.

Dirinya juga berharap kepada masyarakat jika rencana tersebut terealisasi, diharapakan warga yang terkena pembebasan lahan tidak mematok harga lahannya sendiri.

“Ini pembangunan untuk kita semua, jadi saya minta nanti pembebasan lahan sesuai dengan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP),” pungkasnya. (*/ydn/hkw)

News Reporter