. . .

Tahun 1930, Salah Satu Organisasi Untuk Mencapai Kemerdekaan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, LAMBAR – Sejak lahir Kongres luar biasa Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) 30 April 1930 adalah salah satu organisasi perjuangan bangsa untuk mencapai kemerdekaan, kata Asisten Bidang Perekonomian Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Ir. Natadjudin Amran, Sabtu (9/11) di Aula Kagungan.

Kongres luar biasa Asosiasi PSSI Lambar dapat dijadikan sebagai moment untuk perbaikan, penyempurnaan dan revitalisasi keolahragaan khususnya dibidang olah raga sepak bola, sehingga kelak mampu mengukir prestasi.

Era setelah kemerdekaan pun PSSI tetap memiliki peran yang sangat strategis dan penting sebagai alat pemersatu berbagai komponen bangsa.
Sebagai olahraga yang sangat memasyarakat di Indonesia, tentu pencapaian prestasi maksimal menjadi sebuah hal yang akan sangat membanggakan apabila dapat diraih.

Ir. Natadjudin Amran, dalam sambutannya mengatakan, PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia yang dilahirkan pada tanggal 30 April 1930 dan merupakan salah satu organisasi perjuangan bangsa untuk mencapai kemerdekaan.

Pihaknya menuturkan, Kongres luar biasa Asosiasi sebagai langkah perbaikan, penyempurnaan dan revitalisasi keolahragaan khususnya dibidang olah raga sepak bola, sehingga kelak mampu mengukir prestasi dan melahirkan pecinta sepak bola yang handal.

Pihaknya berharap, dengan diadakannya asosiasi ini mampu menjadi semangat baru untuk mendulang prestasi dan melanjutkan berbagai program kerja sesuai visi dan misi bagi kemajuan prestasi dunia sepak bola khususnya di Bumi Skala Beghak.

Namun tidak terlepas dari kerja tim/ pengurus PSSI bagaimana tugas-tugas keseharian senantiasa dapat berjalan secara lancar, karena pada prinsip adalah bagaimana seluruh program yang terencana dapat terlaksana dengan baik, dan mampu mempertahankan dan melaksanakan segala visi dan misi sesuai harapan dan tujuan. “Serta dapat mempertahankan dan meningkatkan program pembinaan bagi atlet usia dini, jika perlu pembinaan ini juga dapat melibatkan stakeholder,” pungkas dia. (SAF)