Menjelang Pagi, Satu Rumah di Tanggamus Ludes Terbakar

DILAHAP API: Beberapa warga tampak membantu Gojali memadamkan api dengan alat seadanya, meskipun rumah Gozali sudah ludes terbakar. (Foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Gojali (35) tahun beserta istri dan dua anaknya terpaksa merelakan satu-satunya rumah mereka ludes dilahap si jago merah, Minggu (28/4).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.15 WIB di Pedukuhan Hegermanah, Dusun Pungkut, RT 03, Pekon Pungkut, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus itu, diduga akibat hubungan pendek arus listrik.

Kendati Gojali beserta seluruh anggota keluarganya selamat dari kobaran api, namun rumah mereka tak tersisa. Demikian juga dengan isi dan perabotan. Bahkan satu unit sepeda motor milik Gojali, tinggal sisa kerangkanya.

“Kami yang merupakan tetangga sekitar rumah korban, berusaha membantu sebisanya. Mereka semua selamat, tapi rumah beserta isinya dan satu motor habis kebakar. Sekarang menumpang di rumah orang tua mereka yang rumahnya,” ujar salah seorang tetangga korban yang juga menyebutkan diduga api berasal dari korsleting arus listrik. (ayp)




Status Tanggap Darurat Bencana Pekon Sukamulya Berakhir

KEHILANGAN DAPUR: Salah satu korban banjir di Pekon Sukamulya, Kecamatan Pugung, Asep, yang kehilangan dapur rumahnya lantaran hanyut diterjang banjir beberapa waktu lalu. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kondisi warga Pekon Sukamulya, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, kini sudah perlahan membaik pascabanjir pada Selasa (5/3) lalu. Bahkan sekarang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanggamus telah resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana di Pekon Sukamulya.

Berakhirnya status tanggap darurat di pekon yang terparah terdampak banjir akibat guyuran hujan deras itu, dibenarkan Sekretaris BPBD Tanggamus, Maryani. Menurut dia, status tanggap darurat di Pekon Sukamulya, sejatinya berakhir Minggu (10/3). Hal itu karena kondisi warganya sudah membaik dan kerusakan infrastruktur umum, dinyatakan tidak terlalu parah.

“Untuk di sana memang sudah kami tutup pos daruratnya. Bantuan juga sudah kami salurkan semua. Jadi Pekon Sukamulya Kecamatan Pugung sudah tidak dalam status tanggap darurat bencana lagi,” ujar Maryani, Senin (11/3).

Soal bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, warga mengaku mendapatkan bantuan makan selama tiga kali sehari. Terhitung sejak Rabu (6/3) lalu. Selain itu ada juga bantuan pakaian layak pakai, khususnya untuk perempuan.

Salah seorang warga Pekon Sukamulya, Ha’im mengatakan, saat ini warga sudah mulai beraktivitas seperti semula. Mereka sudah ada yang mulai ke kebun, berdagang, dan lainnya. Kondisi mental juga sudah membaik, artinya kecemasan warga sudah berkurang.

Alhamdulillah kondisi warga sudah membaik. Kami sudah tidak bingung lagi. Kami juga sudah mulai menerima kenyataan kalau kena banjir. Sekarang sudah ikhlas. Yang terpenting semuanya selamat. Kalau kerusakan sama harta, bisa dicari lagi,” kata pria yang berprofesi sebagai montir sepeda motor itu.

Kendati status tanggap darurat bencana sudah berakhir dan sebagian besar warga sudah mulai beraktivitas kembali, Ha’im mengaku belum membuka usaha bengkel motornya. Hal itu karena kondisi fisik masih lelah, setelah membereskan barang-barangnya yang berantakan akibat rumahnya yang sempat terendam banjir.

Dia juga menuturkan, sekarang tanah mulai kering dan permukaan air sudah menyusut. Sedangkan warga yang rumahnya hanyut, sudah pindah ke rumah kerabat yang selamat. Rumah-rumah warga Pekon Sukamulya yang rusak, sementara dibiarkan. Namun isi rumahnya sudah ditata ulang.

“Rumah-rumah yang rusak sementara dibiarkan dulu. Kalau saya rencananya mau membongkar dan bangun (rumah) lagi,” ujar Ha’im.

Ayah dua anak itu mengaku memiliki dua bangunan rumah. Terdiri dari satu rumah permanen dan satu semipermanen. Rumah yang permanen itulah yang selama ini digunakan Ha’im sebagai lokasi bengkel sepeda motornya sekaligus sebagai tempat tinggalnya bersama istri dan anak-anaknya.

“Rumah yang permanen ini secara keseluruhan selamat dari banjir. Tetapi semua barang-barang, termasuk peralatan saya bekerja di bengkel terendam (air),” ungkapnya.

Sedangkan bangunan yang semipermanen, selama ini digunakan Ha’im untuk tempat menyimpan berbagai peralatan. Rumah yang ini, seluruh dindingnya jebol dihantam luapan banjir. Hanya tersisa rangka rumah dan atapnya.

Warga lainnya, Asep mengaku, sudah ikhlas dan menerima menjadi korban banjir. Kerugian material yang dideritanya berupa dinding bagian dapur yang jebol dan hampir runtuh. Sebab pada bagian dapur, kondisinya masih semipermanen.

“Sudah biarkan dulu. Nanti pelan-pelan diperbaiki. Yang penting, barang-barang sudah disusun lagi. Kalau yang hilang, ya saya ikhlaskan saja. Besok-besok usaha lagi untuk membelinya,” tutur Asep yang mengaku kehilangan peralatan dapur. (ayp)




Pugung Terdampak Banjir, Pj. Sekda Tanggamus Bagi Tugas untuk OPD

TINJAU LOKASI BANJIR: Pj. Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis meninjau langsung beberapa pekon di Kecamatan Pugung yang terdampak banjir, akibat guyuran hujan deras Senin malam hingga Selasa dini hari. (Foto-foto: DISKIMINFO TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kepungan bencana banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Tanggamus, mendapatkan atensi serius dari Pj. Sekretaris Daerah Tanggamus Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si. Ia secara khusus menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial) untuk sigap mengatasi banjir.

Hal itu diungkapkan Hamid H. Lubis saat mengunjungi lokasi banjir bandang di Pekon Sukamulya dan Pekon Tanjungagung, Kecamatan Pugung untuk mengetahui kondisi terkini dari pada korban banjir pada Senin (4/3) hingga Selasa (5/3) dini hari dengan ketinggian air sekitar dua meter.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus itu meminta agar segera dibuatkan tempat pengungsian. Yang pada akhirnya, dari hasil pertemuan diputuskan bahwa Balai Pekon Sukamulya menjadi lokasi pengungsian. Fasilitas lainnya yang harus disediakan, adalah dapur umum dan pos kesehatan, agar keperluan para korban banjir bisa dipenuhi.

“Dari hasil rapat yang kita gelar, bersama dengan para Kepala OPD, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Pekon, Tagana, Anggota DPRD Tanggamus, BPBD Tanggamus kami minta segera menurunkan alat berat. Disdik Tanggamus mendata sarpras yang rusak di sekolahan yang terendam banjir,” tegas Hamid H. Lubis.

Lalu Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Tangggamus, dia menerangkan, bertugas membantu warga untuk membersihkan tempat ibadah. Dan tentu pembuatan posko kesehatan di lokasi banjir. Untuk Tagana, siaga di lokasi hingga tujuh hari ke depan.

Dalam kunjungannya itu, Pj. Sekda Tanggamus menyempatkan berinteraksi dengan para korban banjir dan mengimbau kepada warga, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana yang bisa saja kapan terjadi.

DUKUNGAN MORAL: Pj. Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis memberikan dukungan moral untuk tetap tabah dan mengimbau warga Pugung agar waspada setiap hujan deras turun.

“Tidak ada yang tahu kapan bencana akan terjadi. Itu hanya Allah yang tahu. Dan buat bapak serta ibu yang jadi korban, tetap sabar dan ikhlas ya. Ini semua cobaan dari Allah. Selain itu tetap selalu waspada ya,” ujarnya.

Sebelumnya hujan lebat yang melanda Kabupaten Tanggamus sejak Senin malam hingga Selasa dini hari, mengakibatkan banjir di sejumlah daerah yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama. Namun yang terparah dalam awal pembuka tahun 2019 ini adalah di Kecamatan Pugung. Yakni di Dusun Surian Pekon Sukamulya dan Dusun Sinar Komering, Dusun Campang, dan Dusun Kedaloman, Pekon Tanjungagung dengan ketinggian dua meter.

Adapun rincian kerusakan di dua pekon tersebut menurut data dari Kecamatan Pugung yang dipimpin oleh Camat Hardasah, di Pekon Sukamulya ada 4 rumah hanyut, 1 warung roboh, 2 unit sepeda motor hanyut, 35 rumah terendam banjir, dan 1 jembatan gantung putus dan lebih dari 10 titik longsor mengkhawatirkan. Selanjutnya terdapat 15 kepala keluarga, yang terdiri 24 anak-anak dan 35 orang dewasa yang mengungsi. Sedangkan di Pekon Tanjungagung, terdapat 2 rumah hanyut dan 2 dusun terisolir. (ayp)