Ketua Panwaskab: Indikasi Money Politics Pekon Singosari Diduga untuk Paslon Cagub No. 3 sekaligus Paslon Cabup No. 2

KETERANGAN RESMI: Ketua Panwaskab Tanggamus Dedi Fernando saat memberikan keterangan resmi terkait laporan dugaan money politics di Pekon Singosari yang diduga untuk pemenangan Paslon Cagub Lampung nomor 3 sekaligus Paslon Cabup Tanggamus nomor 2. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Setelah sejak Minggu (24/6) petang dengan sabar menunggu, akhirnya pukul 21.38 WIB, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Tanggamus Dedi Fernando, S.H.I., M.H. memberikan keterangan resmi terkait dugaan money politics di Pekon Singosari, Kecamatan Talangpadang.

Agar utuh, baca juga: Dugaan Money Politics Nodai Masa Tenang Pilkada di Talangpadang

Sebelum menerangkan hasil pemeriksaan awal soal temuan di Pekon Singosari, Dedi Fernando terlebih dahulu menjelaskan, bahwa pada Minggu siang ada dua laporan masuk dugaan money politics. Kedua laporan berasal dari wilayah Kecamatan Talangpadang. Pertama adalah laporan dari Pekon Singosari. Menyusul laporan berikutnya adalah dugaan money politics dari Pekon Sinarbetung, Kecamatan Talangpadang.

http://translampung.com/wp-content/uploads/2018/06/XiaoYing_Video_1529864016578_01.mp4

“Namun untuk malam ini kepada kawan-kawan pers yang hadir, kami terlebih dulu menerangkan laporan yang dari Pekon Singosari. Sedangkan laporan dari Pekon Sinarbetung, belum bisa kami paparkan sebab masih kami periksa dan dalami laporannya,” ujar Dedi Fernando di ruang tamu Kantor Panwaskab Tanggamus, Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur Minggu malam.

Untuk di Pekon Singosari, terduganya seorang berinisial Sm. Pria yang diketahui merupakan mantan kepala pekon itu, memiliki 332 amplop putih polos. Masing-masing amplop berisi uang Rp50 ribu. Terdiri dari dua pecahan Rp20 ribu dan satu pecahan Rp10 ribu. Dengan total nilai uang Rp16.600.000,00.

BARANG BUKTI: Inilah ratusan amplop yang diamankan menjadi barang bukti dugaan money politics dari Pekon Singosari. (Foto: IST)

“Berdasarkan pengakuan Sm pada kami, uang itu didapatkan dari seseorang yang masih kami dalami. Sm dilaporkan ke Panwaskab Tanggamus atas dugaan money politics untuk pemenangan Paslon Cagub-Cawagub Lampung nomor urut 3. Sekaligus diduga juga untuk pemenangan Paslon Cabup-Cawabup Tanggamus nomor urut 2. Itu dugaannya,” tegas Dedi Fernando.

Selama proses pemeriksaan Sm, dia menyebutkan, ratusan amplop berisi uang itu kini dititipkan pada Sentra Gakkumdu sebagai barang bukti. Di samping itu, selama lima hari ke depan, Panwaskab Tanggamus juga akan bekerja guna memenuhi unsur-unsur yang belum terpenuhi untuk melengkapi laporan dugaan money politics ini sebelum diserahkan pada Sentra Gakkumdu.

PENITIPAN BARANG BUKTI: Setelah menerima laporan dugaan money politics dari Pekon Singosari, Sentra Gakkumdu Kabupaten Tanggamus segera membuat Berita Acara Penitipan Barang berupa 332 amplop berisi uang Rp50 ribu sebagai bukti. (Foto: IST)

Hingga berita temuan dugaan money politics ini dirilis, baik tim dari Paslon Cagub-Cawagub Lampung nomor urut 3 maupun Paslon Cabup-Cawabup Tanggamus nomor urut 2, belum bisa dimintai keterangan.

Tetap Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

DEDI Fernando menegaskan, meskipun Sm kini sedang diproses di Sentra Gakkumdu terkait dugaan money politics, namun pihaknya tetap mengedapankan dan menghormati asas praduga tak bersalah.

Jika dari hasil pemeriksaan ternyata Sm terbukti bersalah, maka sanksi tegas tindakan money politics menanti Sm. Yaitu hukuman penjara minimal 32 bulan (3 tahun) atau maksimal 72 bulan (6 tahun) dan denda minimal Rp200 juta maksimal Rp1 miliar.

SANKSI MONEY POLITICS: Inilah sanksi tegas yang menanti pelaku money politics jika terbukti bersalah melanggar undang-undang. (Foto: SCREENSHOT)

“Itu sesuai dengan Pasal 187 A UU Nomor 10 Tahun 2016. Berlaku bagi pemberi maupun penerima,” tegas Dedi lagi.

Ketua Panwaskab Tanggamus memang sudah dengan tegas dan resmi menerangkan, bahwa mantan kakon Sm memiliki 332 amplop berisi uang yang diduga untuk pemenangan Paslon Cagub Lampung nomor urut 3 dan Paslon Cabup Tanggamus nomor urut 2. Kendati demikian apakah si paslon yang dibawa oleh Sm akan terdampak, Dedi Fernando menjawab hal itu bukan ranahnya.

“Kami hanya bertugas memproses terduga dan/atau pelaku (money politics). Kalau soal paslonnya, bukan kewenangan kami,” tandas Dedi seraya menyebutkan usai pemeriksaan awal temuan di Pekon Singosari maka langsung berlanjut pemeriksaan awal dugaan money politics di Pekon Sinarbetung. (ayp) 




Polisi Kawal Distribusi Logistik Pemilu untuk 8 Pekon Seberang Laut

DEMI SUKSES PEMILU: Personel Polsek Pematangsawa yang bertugas PAM TPS, mengawal pendistribusian 60 kotak logistik Pilgub Lampung dan Pilbup Tanggamus untuk 30 TPS di 8 pekon yang berada di seberang laut wilayah Kecamatan Pamatangsawa. (Foto: DOK POLSEK PEMATANGSAWA)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kabupaten Tanggamus adalah salah satu dari beberapa daerah di Provinsi Lampung yang memiliki wilayah laut. Kondisi geografis Bumi Begawi Jejama yang terpisah oleh lautan, membuat aparat penegak hukum bekerja ekstra mendistribusikan logistik Pemilihan Gubernur Lampung dan Pemilihan Bupati Tanggamus 2018.

Seperti yang dilakukan Kapolsek Pematangsawa Ipda. Lukman beserta personelnya, Minggu (24/6) pagi ini. Selain mengawal dan mengamankan distribusi logistik jalur darat, mereka juga harus mengamankan distribusi logistik pilkada via laut.

Lukman mengatakan, yang didistribusikan hari ini, berupa 30 kotak logistik Pilbup Tanggamus dan 30 kotak logistik Pilgub Lampung. Perpindahan logistik dari kendaraan mobil ke PPS menggunakan perahu via jalur laut.

“Pengawalan dilakukan 11 anggota Polri Pam TPS, 4 petugas Panwas, dan 3 petugas PPK Pematangsawa,” beber Lukman, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si.

Ada 30 TPS di 8 Pekon Seberang Laut
KAPOLSEK Pematangsawa Ipda. Lukman kembali menerangkan, logistik yang didistribusikan via laut hari ini untuk 30 tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di 8 pekon.

“Yaitu meliputi Pekon Tampangtua dengan 3 TPS, Pekon Tampangmuda dengan 4 TPS, Pekon Martanda dengan 4 TPS, Pekon Kaurgading dengan 3 TPS, Pekon Tirom dengan 6 TPS, Pekon Wayasahan ada 2 TPS, Pekon Karangbrak ada 2 TPS, dan Pekon Telukbrak dengan 6 TPS,” papar Lukman.

Sebelum keberangkatan, kapolsek memberikan pengarahan pada para petugas pengawal pendistribusian logistik menggunakan perahu. Sebelum berangkat, juga telah dilakukan pemeriksaan sesuai standar operasional, yaitu wajib menggunakan pelampung (life jacket).

“Personil pengawalan dan seluruh kru KPU dan Panwaslu untuk wajib menggunakan pelampung untuk menjaga keselamatan diri selama di perairan,” tandas Lukman. (ayp)




Debat Empat  Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Perang Visi- Misi

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Perang visi-misi dalam debat Kandidat empat pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang dilaksanakan di Balroom Hotel Novotel Lampung Sabtu (7/4) malam .

Adapun masing-masing visi-misi yang akan di laksanakan oleh calon nomer urut satu yakni Muhamad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri memaparkan yakni Lampung berdaya saing, sedangkan program calon nomer urut dua yakni Herman HN -Sutono memaparkan pendidikan gratis bagi masyarakat di Provinsi Lampung.

Sedangkan calon yang lainya yakni calon nomer urut tiga Arinal Djunaidi -Chusnunia Salim memaparkan visi-misi para petani yang berjaya dan untuk calon gubernur nomer urut terakhir yakni pasangan nomer empat Mustofa -Ahamad Jajuli memaparkan visi-misi pengetasan kemiskinan yang ada di Provinsi Lampung.

Diketahui dalam acara debat kandidat yang di hadiri oleh empat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung ini di hadiri oleh Pasangan nomer unrut satu Muhamad Ridho Fikardo – Bachtiar Basri, paslon nomer urut dua Herman HN-Sutono, pasangan nomer urut nomer tiga Arinal Djunaidi -Chusnunia Salim sedangkan untuk calon nomer urut emapat Mustofa -Ahmad Jajuli hanya dihadiri oleh pasangan wakil gubernur Ahmad Jajuli. Dan hadir pula dalam acara tersebut jajaran KPU Lampung dan Jajaran kepolisian dareah lampung serta seluruh tim sukses pendukung masing masing emapat calon gubernur dan wakil gubernur (ydn/hkw).




Jelang Pilgub, Tokoh Agama Harap Masyarakat Cerdas

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) gelar sosialisasi ‎peningkatan partisipasi masyarakat pemilih keagamaan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubermur Lampung tahun Juni 2018 mendatang. kegiatan dipusatkan di aula penginapan wisma Asri Tiyuh Tirta Makmur Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten setempat, Rabu (28/3) sekira pukul 09:00 WIB.

Hal tersebut dilakukan suatu bentuk kerja sama kepada Tokoh umat Agamat agar dapat menjadi mediator KPU dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait syarat memperoleh hak pilihannya untuk disalurkan pada saat Pilgub kedepan.

Menurut Ketua KPU Ismanto Ahmad‎ dalam sambutannya, sosialisasi tersebut dilakukan upaya peningkatan partisipasi pemilih masyarakat, pemilih keagamaan, untuk pilgub dan Pemilu yang akan datang dan sekiranya inilah kegiatan KPU agar kita bersama melakukan forum diskusi kebersamaan dalam peningkatan peserta pemilih kedepa upaya mendapat suatu pemanfaatan umat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kelompok keagamaan atau para tokoh-tokoh agama inilah yang banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat juga tokoh agama di wilayahnya masing-masing, maka untuk itu KPUD Tubaba sangat mengharapkan bantuannya agar dapat menjadi mediator KPU dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait syarat memperoleh hak pilihnya.‎” Kata ismanto saat dikutip Translampung kemarin.

Menanggapi hal itu Ketua Tokoh Umat Budha, dan Khatolik Kabupaten setempat meminta terhadap pemimpin atau calon yang mencalonkan dapat memiliki sifat jumawa, rendah hati dan merakyat, tidak tebang pilih pastinya jangan ada sifat membeda-bedakan satu ras dan lainnya.

“Secara pribadi pun atas nama umat beragama lainnya, kami berharap kepada pemimpin atau calon pemimpin dapat selalu berfikir positif tentunya untuk kebaikan dan kebenaran yang tentunya demi kemajuan masyarakat rakyat umumnya,” katanya.

Hal senada diamini Ketua Kristen Protestan dan Hidu, pihaknya mengajak seluruh umat beragama agar dapat cerdas memilih, pastinya dapat mengetahui apa yang menjadi misi dan visi dari calon tersebut.

“Artinya setiap calon dan pemimpin itu harus memiliki karakter kebenaran dan pro rakyat sehingga dapat terwujudnya pemimpin yang berkualitas, sebab agama Hindu selalu mengajarkan kepada umatnya dapat damai dan sejahtera,” ucapnya.

Sementara itu, disampaiikan juga oleh Ketua MUI Tubaba dalam pemilihan tersebut nantinya seluruh masyarakat dapat paham dari karakter calon terkait. Artinya pemilihan kepada satudiantara calon itu warga wajib mendasari melalui hati nurani dan jangan pernah menjual harga diri dengan nilai uang sedikit pun. (dir/hkw)




Kampanye Rapat Umum Pilgub Maksimal 10 Ribu Orang

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung bersama Liaision Officer (LO) Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur sudah membahas jadwal kampanye dan rapat umum terbuka kampanye Pilgub Lampung 2018.

Komisioner KPU Lampung Sholihin mengatakan, hasil rapat sudah disepakati jadwal tahapan kampanye bersama Paslon.

“Ya kita sudah rapat membahas jadwal kampanye,” ungkapnya kepada radarlampung.co.id (Group Trans Lampung), Rabu (21/2).

Kesimpulan rapat, sambung dia, diantaranya rapat umum klir maksimal 10 ribu peserta.

“Jadi untuk peserta rapat umum maksimal 10 ribu pada kampanye Pilgub,” tandasnya. (rlo/gus/tnn)