Askha Jaya Pusat Keripik Pisang dan souvenir Khas Lampung

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Bagi anda yang ke Lampung dan singgah di Bandarlampung untuk berburu oleh-oleh khas Lampung terutama keripik pisang langsung saja ke Askha Jaya di sentranya keripik pisang jalan Pagar Alam (PU), Bandarlampung.

Di outlet keripik pisang Askha Jaya ini terdapat keripik pisang dengan berbagai macam rasa, mulai dari rasa coklat, original, Greentea dan masih banyak lagi.

“Awalnya kita hanya memiliki 4 sampai 6 rasa, tapi dengan adanya inovasi dan pengembangan-pengembangan akhirnya kita memiliki 18 rasa,” kata Pemilik outlet oleh-oleh keripik pisang Askha Jaya, AskasifiEka Cesario kepada translampung.com di lokasi, Selasa (18/9).

Menurut Aska (panggilan akrabnya), selain keripik pisang di outletnya juga tersedia Pai Pisang yang juga menjadi cirikhas Askha Jaya. Selain itu, dia mengatakan bahwa selain inovasi rasa, Askha Jaya juga melakukan terobosan dengan menyediakan tempat yang nyaman.

“Selain keripik juga terdapat Pai Pisang, berkat pengembangan-pengembangan kita mulai coba membuat pai pisang, dan alhamdulillah dapat diterima konsumen, dan kami terus mencoba mambuat makanan yang berkaitan dengan pisang, karena Lampung itu kaya banget pisangnya, Lampung surganya pisang. Jadi konsumen bisa mencicipi keripik di sini dengan fasilitas tempat kongkow yang nyaman dan free wifi. Juga ada free kopi,” ungkapnya.

Untuk harga relatif terjangkau, untuk Pai Pisang di bandrol Rp 45.000 per kotak dengan isi lima macam rasa dan untuk keripik pisang Rp 50.000 per kilogram untuk semua rasa.

“Tapi untuk green tea berbeda, karena memang harga bahan bakunya yang tinggi,” terangnya.

Selain itu, Askha Jaya juga memberdayakan masyarakat untuk memenuhi pasokan keripik pisang. Bahan baku pisang Aska mengatakan berasal dari Kalianda kabupaten Lampung Selatan, dan produksinya juga memberdayakan masyarakat sekitar lokasi bahan baku.

“Kita prioritas bahan baku menggunakan pisang kapok mas, dan kita nggambil dari Kalianda. Nah untuk produksinya kami memberdayakan masyarakat sekitar, karena selain memang lokasi bahan baku juga untuk memberikan lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya

Aska mengaku dari penghasilan menjual oleh-oleh keripik omset perbulan bisa mencapai ratusan juta. Selain itu dia mengatakan bahwa dirinya juga menyediakan berbagai souvenir khas Lampung di outletnya, hal itu salah satu memperkenalkan budaya Lampung kepada masyarakat luas.

“Jadi dalam satu tempat kita lengkap. Mulai dari makanan khas Lampung, Souvenir khas Lampung dan kopi juga ada. Pokoknya komplit,” pungkasnya. (mg1/hkw)




Keren!! BAPPEDA Tanggamus “Jual” Pantai Cukuhbalak, Limau, dan Kelumbayan di AOE 2018 Tangerang

DUTA PARIWISATA TANGGAMUS: Juara I Putri Otonomi Daerah Tanggamus Elsa Lusiane P. dari Kecamatan Kelumbayan (kiri) dan Juara I Putri Hijab Lampung Anistia Rizqi Khoirunnisa dari Kecamatan Sumberejo menjadi Duta Pariwisata Tanggamus saat visualisasi pantai-pantai di Kelumbayan, Limau, dan Cukuhbalak untuk dipamerkan pada AOE 2018. (Foto-foto: DOK BAPPEDA TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Tak kenal lelah, terus melangkah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Tanggamus senantiasa konsisten mempromosikan potensi sektor pariwisata Bumi Begawi Jejama beserta hasil pembangunan pariwisata.

Kali ini, BAPPEDA akan “menjual” eksostisme wisata pantai yang terbentang di pesisir Tanggamus, pada ajang APKASI Otonomi Expo (AOE) 2018. Even yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Juli mendatang, dipusatkan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang.

Kepala BAPPEDA Tanggamus Hendra Wijaya Mega mengatakan, bukan perkara mudah daerah setingkat kabupaten bisa mendapatkan peluang emas untuk mempromosikan sektor pariwisata pada ajang tersebut. Dan setelah berhasil didapatkan, kini BAPPEDA baru saja rampung membuat highlights visualisasi keindahan alami beberapa pantai yang dimiliki Tanggamus.

“Setelah melalui beragam pertimbangan, akhirnya ada beberapa lokasi obyek wisata pantai yang kami visualisasikan. Tahap persiapan untuk AOE 2018 ini, kami juga langsung melibatkan Juara I Puteri Otonomi Daerah Kabupaten Tanggamus, Elsa Lusiane P. yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Kelumbayan. Kemudian Juara I Puteri Hijab Provinsi Lampung, Anistia Rizqi Khoirunnisa perwakilan dari Kecamatan Sumberejo,” jelas Hendra Wijaya Mega pada translampung.com via Messenger, Rabu (23/5) petang.

Starting highlights visualisasi wisata pantai, kata Hendra, dimulai dari Kecamatan Cukuhbalak dan Limau pada Sabtu (5/5) lalu. Kemudian dari Sabtu (12/5) hingga Minggu (13/5), giliran pesisir pantai di wilayah Kecamatan Kelumbayan.

“Selama beberapa hari itu, banyak potensi pariwisata yang berhasil diekspose. Antara lain Obyek Wisata Teluk Paku, dengan destinasi Batu Nyeghebu, Pantai Gigi Hiu, Pantai Teluk Kiluan lengkap dengan Laguna Gayau-nya,” ujar mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tanggamus itu.

Hasil dari visualisasi tersebut, dia menambahkan, akan dipublikasikan pada saat pelaksanaan APKASI Otonomi Expo 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 6-8 Juli, di ICE BSD City, Tangerang.

“Terlepas melalui ajang-ajang promosi atau tidak, BAPPEDA bersama OPD terkait dan pemkab secara umum memang sudah berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi pariwisata di Pantai Kiluan, Pantai Gigi Hiu, dan Taman Muara Indah Kotaagung,” tandas Hendra. (ayp)




Air Terjun Cangkah Kidau Kasui, Andalan Destinasi Wisata Waykanan

 

TRANSLAMPUNG.COM, KASUI- Kabupaten Waykanan memang sudah selayaknya dikenal dengan julukan sebagai Kabupaten 1000 air terjun. Bagai mana tidak, selain wisata Air Terjun Putri Malu, Air Terjun Gangsa, Air Terjun Kreta dan masih banyak lagi lainnya. Kini ada lagi yang terbaru yaitu Air Terjun Cangkah Kidau yang terletak di Desa Kedaton Kecamatan Kasui, Kabupaten Waykanan.

Akhir-akhir ini, Air Terjun Cangkah Kidau mulai diminati wisatawan lokal dan luar kota, serta saat ini semakin viral dan mulai gencar dipromosikan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Waykanan serta Komunitas Wisata Waykanan (K@wan).

Kepala Disporapar Waykanan, Harun A Nosa beserta rombongannya saat berkunjung  kelokasi wisata tersebut, Rabu (17/1) kemarin, menilai objek wisata tersebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai objek wisata andalan yang dimiliki Kabupaten Waykanan.

“Kami akan jadikan Waykanan sebagai ‘Negeri 1000 Air Terjun’, karena begitu banyak destinasi wisata potensial yang layak untuk dikunjungi oleh wisatawan, salah. Satunya adalah wisata Air Terjun Cangkah Kidau,” ucap Harun A Nosa kepada Trans Lampung.

Untuk menuju lokasi wisata Air Terjun Cangkah Kidau, wisatawan atau pengunjung harus menempuh perjalanan sepanjang 35 kilometer dari ibukota Blambangan Umpu dengan kondisi jalan aspal hingga jalan onderlagh.

Selain suasana alam sekitar yang masih alami, bentuk air terjun tersebut bertingkat, airnya jernih dan sejuk. Wisata itu juga didukung adanya kolam pemandian dan arum jeram yang asyik, tempat bermain air serta ada beberapa angle unik sehingga wisatawan bisa berfoto atau berswafoto. (mig/yhs/hkw)