Jasad Remaja Pria Anonim Mengambang di Pantai Limau

DIPERIKSA: Jasad remaja pria anonim yang ditemukan di pantai Dusun Way Cumuk, Pekon Tegineneng, Limau, saat hendak diperiksa tim medis RUSD Batin Mangunang, Selasa (18/12) petang. (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Jasad laki-laki anonim diperkirakan berusia 15 tahun, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Dusun Way Cumuk, Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Selasa (18/12) sore. Sementara ini polisi menduga, jasad remaja pria berkaos kerah warna coklat dengan garis-garis vertikal itu adalah korban terseret ombak.

Kapolsek Limau AKP Ichwan Hadi menjelaskan, mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu kali pertama ditemukan Soleh (24). Warga Dusun Way Cumuk itu awalnya melihat sesuatu yang mengapung di pantai dusun setempat. Setelah didekati, ternyata jasad laki-laki.

“Berdasarkan informasi masyarakat, Polsek Limau melakukan pengecekan penemuan mayat tanpa identitas sekitar pukul 15.30 WIB,” ujar Ichwan Hadi, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. saat mengawal visum terhadap korban di Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang Kotaagung, Selasa malam.

Kondisi mayat saat ditemukan saksi, Ichwan Hadi menerangkan, ada luka lecet di bagian kening (dahi) serta pada pelipis.

“Ada luka lecet di pelipis dan dahi. Diperkirakan berumur 15 tahun,” tegas kapolsek.

Sementara ini, Ichwan Hadi menyebutkan, diduga mayat laki-laki tersebut meninggal akibat terseret ombak. Kemudian tenggelam ke dasar, lalu terbentur karang di dasar pantai dan mengapung lagi ke permukaan sehingga terlihat oleh saksi.

“Selasa pagi di wilayah sekitar lokasi penemuan jasad, turun hujan deras. Bahkan permukaan air laut terlihat keruh,” ungkap kapolsek.

Hingga Selasa malam saat dibawa ke RSUD Batin Mangunang, belum ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya. Dan belum ada yang mengetahui identitas korban. Saat ini jenazah masih disemayamkan di mortuary room (ruang jenazah) RSUD Batin Mangunang dan usai divisum. (ayp)




Tenggelam di Limau, Liburan Keluarga jadi Tragedi Menyedihkan

SUDAH DITEMUKAN: Jasad Reni (13) yang tenggelam di Pantai Muara Dua Pekon Ketapang, Kecamatan Limau pada Minggu (17/6) siang, sudah ditemukan pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia. (Foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Maksud hati menghabiskan masa liburan Idulfitri bersama keluarga tercinta dengan canda dan tawa, justru berubah menjadi isak-tangis kehilangan. Reni (13) binti Kardi dan Andi (35) alias Endil bin Sukmar, hilang ditelan gulungan ombak di Pantai Muara Dua, Pekon Ketapang, Kecamatan Limau, Tanggamus pada Minggu (17/6).

Reni merupakan gadis remaja asal Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus. Sedangkan Andi beralamat di Pekon Kedaloman, Kecamatan Gunungalip, Tanggamus. Belakangan diketahui, Andi merupakan paman dari pelajar belia itu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus Adi Nugroho mengatakan, pihaknya menerima laporan dua orang tenggelam di Pantai Muara Dua Pekon Ketapang, Minggu sekitar 13.15 WIB.

“Setelah berkoordinasi dengan Pos SAR 1 Tanggamus dan aparat Polri dibantu TNI, dan warga setempat, akhirnya Minggu (17/6) pukul 18.20 WIB, jasad Reni ditemukan tak jauh dari lokasi awal tenggelam. Namun nyawa korban tak dapat diselamatkan,” ungkap Adi Nugroho, mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romas Yadi.

Hingga Minggu malam, pihak terkait masih terus melakukan pencarian terhadap Andi. Jika masih belum ditemukan, Adi Nugroho mengatakan, pencarian dilanjutkan Senin (18/6) pagi. Lalu dengan memperluas radius pencarian.

MASIH MENCARI ANDI: Warga dan pengunjung di Pantai Muara Dua menunggu hasil dari Tim SAR dan BPBD Tanggamus yang masih mencari paman Reni, Andi (35) yang juga tenggelam saat hendak menolong Reni. (Foto: IST)

Sebelum ditelan ombak, dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, diketahui paman dan keponakan beserta beberapa anggota keluarga mereka berangkat dari rumah masing-masing pukul 07.00 WIB. Satu keluarga tersebut, memang berniat menghabiskan waktu liburan Idulfitri ini, dengan berwisata ke pantai. Dipilihlah Pantai Muara Dua Pekon Ketapang, sebagai destinasi mereka.

“Siangnya, keluarga itu terlihat panik. Ternyata karena satu anggota keluarga mereka (Reni, Red), hilang terseret ombak. Lalu pamannya (Andi, Red) berusaha menolong korban dengan berenang. Mungkin karena kuatnya ombak, malah dua-duanya hilang,” ungkap salah seorang warga yang mengaku berada di lokasi saat kejadian.

Naas yang dialami Reni dan Andi saat masih dalam rangka liburan Idulfitri ini, seyogyanya menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Terutama bagi Dinas Pariwisata setempat. Sebab masyarakat sekitar lokasi Pantai Muara Dua menyebutkan, bahwa lokasi tersebut belum dikelola secara resmi untuk jadi objek wisata.

“Belum jelas siapa pengelola wisata (Pantai Muara Dua) ini. Apakah pemda atau dinas, kelompok sadar wisata, swasta, atau perorangan. Yang pasti ini adalah lokasi wisata liar. Kalau sudah ada korban begini, tidak ada yang mau mengakui siapa yang mengelolanya,” keluh beberapa tokoh masyarakat Pekon Ketapang. (ayp)¬†