Polsek Pulaupanggung Bekuk 2 “Preman Kandang” Spesialis Peras Material Bangunan

BEKUK DUA PREMAN: Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora bersama dua preman meresahkan yang berhasil dibekuk Selasa (18/9) malam. (Foto-foto: DOK POLSEK PULAUPANGGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Bak kerupuk melempem, dua “preman kandang” yang biasa beraksi di jalan raya “Letter S” Pekon Talangjawa, Kecamatan Pulaupanggung, Tanggamus, “menciut” saat dibekuk petugas dari Polsek Pulaupanggung, Selasa (18/9) pukul 23.30 WIB.

Aksi premanisme berupa pemalakan atau pemerasan material bangunan, bahkan berkali-kali mencuri yang diduga dilakukan Aprilidun (35) warga Pekon Gunungmegang dan Suganda (34) warga Pekon Talangjawa, sudah sangat meresahkan. Terutama para sopir mobil yang membawa muatan material bangunan.

Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora, S.H. menjelaskan, dari penangkapan kedua preman itu, akhirnya terungkap bahwa mereka tidak hanya berdua. Melainkan masih ada tiga tersangka lagi yang sudah diketahui identitasnya dan kini masih dikejar. Penangkapan terhadap dua preman itu, menurut kapolsek, berdasarkan laporan seorang korban berinisial SW, tanggal 18 September 2019.

“Atas laporan tersebut, kedua pelaku berhasil ditangkap di Jalan Raya ‘Letter S’ Pekon Talangjawa, Selasa malam. Dari penangkapan ini, kami juga mengamankan barang bukti berupa 3 unit mobil pick up L-300 dan sampel batu split yang dicuri para pelaku,” beber Ramon Zamora, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M., Kamis (19/9) siang.

Meminta Paksa Batu Split, mulai dari Bawa Pick Up, Dumptruck, bahkan Cegat Tronton

Kapolsek Pulaupanggung menguraikan, modus operandi para preman dalam melakukan kejahatannya. Tersangka Aprilidun bersama empat rekannya datang ke lokasi penumpukan batu split menggunakan satu unit mobil pick up L-300.

Setibanya di lokasi, para preman itu sambil mengancam memaksa meminta batu split kepada koordinator lapangan. Karena merasa takut sehingga dengan terpaksa, anak buah korban memberikan batu split yang diminta para tersangka.

“Sekali dikasih hati, malah meminta jantung”. Karena sudah satu kali dituruti, komplotan preman itu justru makin ugal-ugalan meminta batu split menggunakan pick up L-300. Sampai berulang kali, selama kurun 2 sampai 6 September lalu, totalnya sekitar 26 kubik batu split yang dirampas para tersangka.

Selang dari pengambilan menggunakan mobil L-300 tersebut, kata Ramon Zamora, tepatnya pada Kamis (5/9) tersangka datang untuk meminta paksa batu split. Namun hari itu bukan menggunakan mobil pick up L-300. Melainkan menggunakan mobil dumptruck. Pada hari itu saja, total ada 6 kubik batu split yang diangkut para tersangka.

Sempat Cegat Tronton dan Merampas Muatan 24 Kubik Batu Split

Menurut Ramon Zamora, aksi para “preman kandang” tersebut tak hanya sampai di situ. Ada aksi mereka yang lebih parah. Yaitu pada Senin (9/9) para preman dengan sengaja memberhentikan paksa mobil tronton yang mengangkut 24 kubik batu split, di jalan raya Pekon Talangjawa. Selanjutnya oleh para tersangka, muatannya diturunkan di Pasar Pagi Pekon Talangjawa.

 PROSES PENANGKAPAN: Beginilah suasana proses penangkapan dua “preman kandang” di jalan raya “Letter S” Pekon Talangjawa, Selasa malam.

“Atas kejahatan para preman itu, korban SW yang beralamatkan di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Lampung Selatan mengalami kerugian 56 kubik batu split atau setara dengan Rp30 juta,” jelas kapolsek.

Saat ini dua tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolsek Pulaupanggung guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas tindak pidana pemerasan yang berulang atau pencurian yang berulang, para pelaku dipersangkakan Pasal 368 KUHPidana jo Pasal 64 KUHPidana atau Pasal 363 KUHPidana jo Pasal 64 KUHPidana, dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” tegas Ramon Zamora.

Pada kesempatan itu, kapolsek juga mengimbau kepada ketiga pelaku lain yang belum tertangkap, agar segera menyerahkan diri ke Polsek Pulaupanggung. Sebab ke mana pun berlari, akan terus dikejar. (ayp)




Diduga Gelapkan Puluhan Kendaraan, Brigadir WD Dicari Sesama Polisi

Brigadir WD

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Lagi-lagi di Tanggamus, beredar broadcast (pesan siaran) yang mengabarkan adanya oknum anggota Polsek Limau, Polres Tanggamus, yang kini menjadi buronan.

Tak tanggung-tanggung, konten dalam pesan siaran yang beredar di berbagai grup aplikasi perpesanan dalam jaringan, menyebutkan oknum polisi Brigadir WD diduga melakukan penggelapan puluhan kendaraan rental. Bahkan jumlahnya sampai 30 unit kendaraan roda empat.

Masih dalam pesan siaran yang sama, oknum yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Pekon Unggak dan Pekon Kiluan, Kecamatan Kelumbayan itu, dikabarkan juga menyalahgunakan senjata api hingga terpapar radikalisme. Di dalam pesan siaran, juga tersebar foto wajah Brigadir WD serta nomor telepon seluler 082182822888 yang kini tidak aktif.

Pesan siaran yang beredar “liar” itu, tentu membuat Kepolisian Resor Tanggamus angkat bicara. Adalah Wakapolres Tanggamus, Kompol MN. Yuliansyah, S.H., M.H. yang langsung memberikan keterangan menyikapi pesan siaran yang berisi tentang oknum anggotanya. Wakapolres Tanggamus memang membenarkan pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap Brigadir WD.

“Sebab yang bersangkutan diduga terlibat dalam perkara tindak pidana penggelapan sejumlah kendaraan. Namun jumlahnya tidak sampai 30 unit kendaraan,” tegas Yuliansyah, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Kemudian, terhadap rumor Brigadir WD menyalahgunakan senpi bahkan terpapar radikalisme, wakapolres menegaskan, terhadap senjata api dinas yang dipegangnya telah ditarik Propam Polres Tanggamus dan digudangkan Sarpras. Penarikan senpi dinas Brigadir WD dilakukan jauh sebelum adanya laporan penggelapan kendaraan.

Dasar penarikan senpi dinas, Yuliansyah menerangkan, lantaran Brigadir WD tidak memperpanjang izin penggunaan senjata api ke Polres Tanggamus. Selanjutnya, terhadap soal terpapar radikalisme, Wakapolres Tanggamus belum banyak berkomentar. Sebab selama ini, Brigadir WD termasuk dalam anggota Polri kategori kondite baik.

“Sekali lagi, terkait dugaan penggelapan kendaraan, memang betul. Sedang kami proses. Namun soal senpi dinas yang dia pegang, sudah jauh lebih dulu kami tarik. Kalau soal terpapar radikalisme, harus dibuktikan dulu kebenarannya,” ungkap Yuliansyah.

Untuk itu, wakapolres mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Brigadir WD itu, agar dapat memberikan informasi melalui melalui nomor handphone Kasi Propam Polres Tanggamus di 081369936363. (ayp)




Miris, Remaja Limabelas Tahun Jadi Sniper Komplotan Begal Bersenapan Angin di Tanggamus

TUNJUKKAN BB: Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora, S.H., M.H. menunjukkan senapan angin gejlug yang digunakan komplotan begal beraksi di Pekon Gunungsari, Ulubelu. (Foto-foto: DOK POLSEK PULAUPANGGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kendati berjenis senapan angin, namun jika berada di tangan orang yang salah, tetap berbahaya karena disalahgunakan. Seperti aksi yang dilancarkan tiga sekawan komplotan begal asal Pekon Tampangtua, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Bermodalkan sepucuk senapan angin jenis gejlug modern, ketiga tersangka berusaha melancarkan pencurian dengan kekerasan terhadap seorang pengendara di Pekon Gunungsari, Kecamatan Ulubelu.

Ironisnya, satu tersangka berinisial SR, masih berusia limabelas tahun. Sementara dua tersangka lainnya sudah dewasa, yaitu MR (28) dan UJ (22) alias YD. Meskipun SR masih sangat belia untuk melakukan aksi kejahatan, namun dia justru menjadi “ujung tombak” komplotan begal ini saat beraksi. Pasalnya SR bertugas layaknya sniper, untuk melumpuhkan korban dari jarak jauh menggunakan senapan angin gejlug.

Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora, S.H., M.H. membenarkan, bahwa komplotan begal ini mempersenjatai diri dengan senapan angin jenis gejlug. Bahkan pengendara yang menjadi korban, Amsan (42), sudah sempat ditembak oleh SR. Bidikan SR mengenai bagian punggung pria asal Dusun Sinarsari, Pekon Gunungsari Kecamatan Ulubelu itu. Pun demikian, korban tetap bertahan sampai menemukan pemukiman warga untuk meminta bantuan.

“Beruntung setelah terkena tembakan dari senapan angin, korban tidak langsung terjatuh. Dia justru tancap gas sampai tiba di perkampungan warga. Sehingga korban segera dilarikan ke rumah sakit di Pringsewu. Aksi curas dengan modus menembak dari jarak jauh ini, terjadi Sabtu (7/9) sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M., Minggu (8/9) sore.

Berbekal laporan masyarakat, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap para tersangka. Kali pertama, petugas berhasil membekuk MR, Minggu dini hari. Tersangka saat itu sedang bersembunyi di area kebun warga sekitar tempat kejadian perkara. Selanjutnya, kembali dilakukan penyisiran bersama warga. Alhasil, dua tersangka lainnya, UJ dan SR juga berhasil diamankan di Dusun Pematang Bagelung, Pekon Sirnagalih, Kecamatan Ulubelu.

“Dengan dibantu warga, ketiga tersangka berhasil ditangkap Minggu (8/9) di dua lokasi yang tidak berjauhan. Tersangka MR (ditangkap) pukul 03.00 WIB. Lalu tersangka UJ dan SR (ditangkap) pukul 07.00 WIB,” kata Ramon Zamora.

SR Berperan sebagai Sniper

Di hadapan penyidik, ketiga tersangka begal itu memiliki peran masing-masing. Iptu. Ramon Zamora menjelaskan, tersangka MR dan UJ alias YD, berperan mengambil sepeda motor korban, jika korban berhasil dijatuhkan oleh SR. Sementara tersangka SR bertugas menembak calon mangsanya yang melintas di tempat yang telah mereka tandai.

“Kesepakatan para tersangka, tersangka SR yang masih berusia limabelas tahun, bertugas menembak korban. Apabila korban dapat terjatuh, maka MR dan UJ yang akan mengambil sepeda motor korban,” tegas kapolsek.

Beruntung Amsan yang sudah terkena lontaran proyektil dari laras gejlug milik SR, tak langsung roboh. Sehingga ia dapat minta bantuan warga dan polisi pun bisa membekuk ketiga tersangka.

Saat ini ketiga tersangka dan barang bukti berupa sepucuk senapan angin gejlug serta pakaian tersangka, diamankan di Mapolsek Pulaupanggung guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka dapat dijerat Pasal 365 KUHPidana, ancaman maksimal sembilan tahun penjara. Namun khusus untuk tersangka SR yang masih kategori di bawah umur, penyidikan mengacu kepada UU Pidana Anak,” tegas Ramon Zamora.

Kaposek Pulaupanggung: Begini Kronologisnya

Iptu. Ramon Zamora menjelaskan kronologis kejadian berdasarkan keterangan korban serta keterangan para tersangka. Awalnya korban mengendarai sepeda motor dari arah Lampung Barat, hendak pulang menuju rumahnya di Dusun Sinarsari, Pekon Gunungsari, Ulubelu. Sekitar pukul 18.00 WIB, korban tiba di jalan Lubukbandung, Pekon Gunungsari.

Di situlah, korban melihat tiga laki-laki sedang berdiri membelakangi jalan di tepi jalan. Ketika korban melewati mereka sejauh lebih kurang 10 meter, salah satu dari mereka langsung menembak korban dengan senapan angin dari arah belakang. Karena merasa terkena tembakan, korban langsung tancap gas untuk sesegera mungkin sampai di pemukiman warga.

 ANGKAT PROYEKTIL: Amsan (42) yang nyaris jadi korban begal SR Cs, harus dioperasi karena sudah sempat ditembak oleh SR dan mengenai punggung kanannya.

“Meski terluka di bagian punggung kanannya, korban berhasil tiba di rumah. Namun peluru masih bersarang di punggung korban. Sehingga korban harus dilarikan ke rumah sakit,” ungkap mantan Kanit Tipikor Satreskrim Polres Tanggamus itu.

Tersangka Mengaku Membegal karena Lelah Berjalan Kaki dari Pematangsawa Menuju Lampung Utara

Masih menurut para tersangka kepada penyidik, niat mereka melakukan curas baru muncul setelah ketiganya tiba di Pasar Tempel Pekon Penantian, Kecamatan Ulubelu. Para tersangka sedang dalam perjalanan dari wilayah Kecamatan Pematangsawa menuju Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Alih-alih menggunakan kendaraan karena tujuan mereka sangat jauh, ketiga tersangka justru hanya berjalan kaki seraya estafet menumpang jika ada mobil yang melintas. Sebelum tiba di Pasar Tempel Pekon Penantian, ketiga tersangka sempat menumpang mobil truk dari wilayah Kecamatan Sumberejo sampai ke wilayah Kecamatan Pulaupanggung.

Dari situ, mereka kembali menumpang pada mobil pick up hingga tiba di Pekon Penantian. Setelah turun sambil beristrahat di warung kopi pasar tempel setempat, di sanalah mereka merencanakan pembegalan di lokasi yang sudah mereka tentukan. Dari warung kopi di Pasar Tempel Pekon Penantian, mereka lantas berjalan kaki menuju lokasi pembegalan, yaitu di Pekon Gunungsari.

“Kami sebenarnya berencana menuju Bukitkemuning, Lampung Utara. Namun karena kami merasa letih berjalan kaki, sehingga kami berusaha mendapatkan kendaraan. Lalu kami sepakat dan mencoba membegal korban, dengan cara menembak pakai senapan angin yang kami bawa,” ujar MR dan UJ lirih sambil tertunduk. (ayp)




PW “Mati Suri”, Delapan PD IWO Se-Lampung Sepakat Minta PP IWO RI Terbitkan SK Tim Formatur

BENTUK TIM FORMATUR: Delapan Ketua PD IWO Kabupaten/Kota se-Lampung sepakat membentuk Tim Formatur dan meminta PP IWO RI untuk segera menerbitkan SK Tim Formatur.

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Delapan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Lampung, bereaksi terhadap kondisi Pimpinan Wilayah (PW) IWO provinsi setempat yang sudah lama “mati suri”. Reaksi tersebut dikonkretisasi melalui pertemuan di Bandarlampung Minggu (1/9) siang.

Rapat itu dihadiri Ketua PD IWO Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, Tanggamus, Mesuji, dan Kota Metro. Untuk PD IWO Kabupaten Tulangbawang, kendati tak bisa hadir, tetapi menyatakan siap mengikuti apapun keputusan PD IWO tujuh kabupaten/kota yang berkumpul di Bandarlampung.

Rapat yang melahirkan beberapa keputusan itu, berlandaskan dua regulasi utama. Pertama, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga IWO Pasal 10. Kedua, hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IWO Nomor: 06/PANPEL/RAKERNAS/PP-IWO/II/2019, tentang Program Kerja Jangka Menengah.

Setelah membahas kondisi PW IWO Provinsi Lampung yang dinilai vakum, delapan PD IWO se-Lampung itu melahirkan keputusan berupa rekomendasi yang segera dilaporkan ke Pimpinan Pusat (PP) IWO di Jakarta. Secara khusus terkait kepengurusan PW IWO Provinsi Lampung.

Ada dua poin rekomendasi yang dilaporkan ke PP IWO. Pertama, delapan PD IWO Kabupaten/Kota se-Lampung membentuk Tim Formatur yang bertugas mencari dan menyeleksi Calon Ketua IWO Provinsi Lampung, untuk menggantikan Wawan Sumarwan. Keputusan berikutnya, mendesak PP IWO segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tim Formatur yang telah disepakati oleh delapan PD IWO se-Lampung.

Ketua Pelaksana Pembentukan Tim Formatur Zul mengatakan, hasil rapat delapan Ketua PD IWO se-Lampung yang telah ditandatangani oleh delapan PD tersebut akan segera dikoordinasikan dengan PP IWO. Dengan harapan, PP IWO segera menindaklanjutinya dengan segera menerbitkan SK Tim Formatur.

“Dengan dibentuknya Tim Formatur Kepengurusan IWO Provinsi Lampung ini, maka semua hal yang berkaitan dengan administrasi dan lain-lain akan ditangani oleh Tim Formatur. Sekarang kami tinggal menunggu SK (Tim Formatur) dari PP (IWO) terbit. Setelah itu segera diadakan musyawarah wilayah guna mendapatkan Ketua IWO Lampung secara definitif,” tegas Zul yang juga menjabat Ketua IWO Kota Metro itu.

Dia menambahkan, Tim Formatur yang telah disepakati delapan PD IWO se-Lampung itu, terdiri dari Riko Amir yang selama ini menjabat Ketua PD IWO Kabupaten Tulangbawang Barat, Edi Arsadad (Ketua PD IWO Kabupaten Lampung Timur), dan Fito Aliestiady (Ketua PD IWO Kabupaten Way Kanan). (**)




Tersangka Pembunuhan di Tanggamus Menyerahkan Diri, Ini Pengakuannya

TIBA DI MAPOLRES TANGGAMUS: Setelah melakukan upaya persuasif dengan pihak keluarga, MS (46) tersangka pembunuhan terhadap Janson (45), menyerahkan diri dan tiba di Mapolres Tanggamus dikawal TEKAB 308. (Foto-foto: DOK HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dalam tempo beberapa jam setelah heboh pembunuhan di lahan perkebunan Pekon Tanjunggunung, Kecamatan Pulaupanggung, Tanggamus, tersangkanya berinisial MS menyerahkan diri, Minggu (23/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

Itu setelah Team Khusus Anti Bandit 308 Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus, melakukan upaya persuasif dengan keluarga pria berusia 46 tahun tersebut. Sekitar pukul 20.39 WIB, tersangka yang beralamat di Pekon Tanjunggunung, tiba di mapolres setempat.

Di hadapan petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya, telah menghabisi nyawa Janson (45) alias Acun, warga Pekon Tekad, Kecamatan Pulaupanggung. Motif yang terlontar dari mulut tersangka hingga ia gelap mata menggorok leher korban, lantaran tersangka melindungi kakak kandungnya. Belakangan diketahui, kakak kandung tersangka berinisial Iwi, adalah seorang mantan Anggota DPRD Tanggamus.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. menjelaskan, antara tersangka dengan korban sebenarnya saling mengenal. Kendati korban sendiri sekarang sudah berdomisili di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Sesaat sebelum kejadian, menurut kasatreskrim, korban terlibat cekcok mulut dengan kakak kandung tersangka.

“Suasana semakin tegang. Tersangka mengaku melihat korban hendak mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya. Tersangka berpikir korban akan mengeluarkan senjata untuk melukai kakak kandungnya. Sehingga tersangka yang berdiri tepat di belakang korban, langsung menarik leher korban dan menggoroknya dengan senjata tajam jenis pisau,” beber Edi Qorinas, mewakili Pelaksana Harian Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, S.H., S.I.K. Minggu malam.

Menurut pengakuan tersangka, Edi Qorinas menyebutkan, ketika cekcok mulut dengan kakak tersangka, diduga korban di bawah pengaruh minuman keras. Pengakuan itu sesuai dengan kondisi di tempat kejadian perkara yang ditemukan banyak botol minuman keras.

 KETERANGAN PERS: Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas memberikan keterangan kepada sejumlah awak media yang setia menanti sejak Minggu (23/8) malam.

“Korban memang tinggal di Natar. Namun Minggu sore dia dan kawan-kawannya datang ke lokasi kejadian untuk melatih ayam mereka sambil menenggak miras. Lalu sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka juga datang ke lokasi. Kebetulan saat itu tersangka melihat kakak kandungnya terlibat cekcok mulut dengan korban dan terus menegang. Dari situlah kejadian berawal,” ujar kasatreskrim.

Namun dari hasil pemeriksaan petugas terhadap tubuh korban dan barang bawaannya, polisi tidak menemukan senjata yang dimaksud oleh tersangka. Korban, kata Edi Qorinas, sekarang sudah berada dan disemayamkan di rumah duka, di Pekon Tekad.

Hingga Senin (26/8) dini hari, petugas masih terus mengambil keterangan mendalam dari tersangka dan para saksi. Tujuannya untuk mengetahui alur kejadian yang sebenar-benarnya. Sebab barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan tersangka membunuh korban, juga belum ditemukan. Edi Qorinas juga menegaskan, personelnya juga masih memeriksa saksi untuk mendapatkan profil lengkap korban.

Tersangka Akui Spontan Membunuh demi Melindungi Kakak Kandungnya yang Diancam Korban

Kepada Penyidik Satreskrim Polres Tanggamus, tersangka mengakui perbuatannya adalah reaksi spontan atas aksi korban yang mengancam kakak kandungnya.

“Saya spontan melakukan itu. Sebab dia mengancam kakak saya,” ucap ayah tiga anak tersebut.

Baca juga: Foto Tubuh Pria Bersimbah Darah Bertutupkan Daun Pisang “Berseliweran” di FB, Polisi: Korban Pembunuhan

Untuk diketahui, pada Minggu (23/8) sore heboh beredar sebuah foto sadis di media sosial Facebook. Dalam foto yang “berseliweran” di timeline medsos itu, tampak tubuh seorang pria berperawakan gempal. Tubuh pria berkaos kaos hitam, bercelana jins hijau panjang, berikat pinggang hitam, dan tanpa alas kaki itu, tergeletak di tanah bersimbah darah dengan luka-luka seperti sabetan senjata tajam. Tampak juga sehelai daun pisang menutupi tubuh bagian atas korban. (ayp)




Foto Tubuh Pria Bersimbah Darah Bertutupkan Daun Pisang “Berseliweran” di FB, Polisi: Korban Pembunuhan

TERGELETAK BERSIMBAH DARAH: Beginilah penampakan foto tubuh pria berperawakan gempal, tergeletak di tanah dengan kondisi luka-luka dan bersimbah darah. (Foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Minggu (25/8) sore, di linimasa media sosial Facebook, “berseliweran” sebuah foto tubuh seorang pria bersimbah darah tergeletak di tanah ditutupi dengan sehelai daun pisang. Foto tersebut diduga kondisi korban pembunuhan.

Dalam foto itu, tampak tubuh seorang pria berperawakan gempal. Korban tergeletak di tanah mengenakan kaos hitam dan celana jins panjang, berikat pinggang warna hitam, dan tanpa alas kaki. Pada tubuhnya juga terdapat sejumlah luka, yang diduga akibat sabetan senjata tajam. Kaos hitamnya tersingkap hingga ke bagian dada.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. saat dikonfirmasi translampung.com melalui WhatsApp, membenarkan bahwa foto yang “berseliweran” di media sosial itu adalah korban pembunuhan.

“Iya (pembunuhan). Segera kita ungkap,” ketik Edi Qorinas, mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, S.H., S.I.K. pukul 18.34 WIB.

Keterangan nyaris serupa, juga disampaikan oleh Kapolsek Pulaupanggung, Iptu. Ramon Zamora, S.H. melalui pesan WhatsApp.

“Iya sabar, kami lagi di TKP,” balas kapolsek pada translampung.com, pukul 18.37 WIB.

Sejurus kemudian, tepatnya pukul 19.19 WIB, Kasatreskrim AKP Edi Qorinas, S.H. kembali mengirimkan pesan. Isinya memberikan informasi bahwa pelaku sudah diamankan.

“Pelaku sudah kita amankan,” pesan dari kasatreskrim pada translampung.com.

“Dalam perjalanan ke Mapolres Tanggamus,” ketiknya lagi, pukul 19.21 WIB.

Pun demikian, baik Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora maupun Kasatreskrim AKP Edi Qorinas, belum memberikan keterangan lebih detil terkait peristiwa yang menghebohkan itu.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, diduga lokasi korban pembunuhan itu berada di Pekon Tanjunggunung, Kecamatan Pulaupanggung. Beredar kabar, bahwa korban yang tewas mengenaskan itu kerap dipanggil Icun. Namun siapa nama aslinya, belum diketahui. Dikabarkan juga korban adalah warga Pekon Tekad, Kecamatan Pulaupanggung.

Namun ikhwal penyebab kejadian sadis itu, otoritas berwenang, dalam hal ini Polres Tanggamus maupun Polsek Pulaupanggung, belum memberikan keterangan rinci hingga berita ini diturunkan. (ayp)




Tembak dan Bacok Warga Ulubelu, Komplotan Perampok Gasak Rp400 Juta dan 110 Gram Emas

SEDIKIT KETERANGAN: Kapolsek Pulaupanggung Iptu. Ramon Zamora, S.H. belum memberikan banyak keterangan terkait perampokan bersenjata api yang terjadi di Pekon Sinarbanten, Kecamatan Ulubelu, Sabtu (10/8) dini hari.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Tidur lelap H. Supriadi (57) dan keluarga serta warga Pekon Sinarbanten, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus mendadak terusik, Sabtu (10/8) dini hari. Supriadi sama sekali tak menduga rumahnya bakal menjadi target komplotan garong bersenjata api. Sekitar pukul 02.30 WIB, kawanan perampok merangsek masuk ke rumahnya dan sukses menggasak uang Rp400 juta serta perhiasan emas sekitar 110 gram.

Supriadi tak hanya menderita kerugian material yang cukup besar. Keberingasan komplotan perampok yang beraksi menggunakan senjata api dan senjata tajam itu, juga melukainya cukup parah. Ia mengalami luka tembak dari moncong senjata api yang diduga rakitan milik salah satu pelaku. Bahkan kepala korban juga terluka akibat sabetan golok. Korban kini dirawat intensif di rumah sakit.

Kepala Pekon Sinarbanten, Rusdianto, saat dikonfirmasi membenarkan salah satu warganya menjadi korban perampokan, Sabtu dini hari. Menurutnya, komplotan perampok itu sudah tak lagi sembunyi-sembunyi. Namun beraksi secara terang-terangan.

“Dari penuturan warga saya yang berdekatan dengan rumah korban, sempat terdengar suara letusan senjata api saat kejadian. Kabar sementara yang saya terima, pelaku diperkirakan berjumlah enam orang. Empat pelaku yang masuk ke dalam dan dua lainnya berjaga di luar. Tapi itu selentingan yang saya dengar dari warga ya. Kalau jumlah pastinya, tunggu keterangan dari polisi yang sekarang sedang bekerja,” ujar Rusdianto saat dihubungi via telepon seluler Sabtu malam.

Supriadi, kata Kakon Sinarbanten, juga luka parah. Kakinya tertembak dan kepalanya dibacok. Selain dilukai, Rusdianto menyebutkan, harta korban berupa uang Rp400 juta dan perhiasan emas sekitar 110 gram, digasak para pelaku.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, komplotan perampok merangsek masuk dengan mendobrak pintu belakang menggunakan kayu balok dan godam. Diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Setelah berhasil masuk, para pelaku lantas mendobrak pintu kamar korban.

Selanjutnya, diduga para pelaku yang menggunakan senpi rakitan dan softgun, menembak kaki dan membacok kepala korban dengan senjata tajam. Setelah melukai korban dengan beringas, korban dipaksa menunjukkan tempat menyimpan uang dan perhiasannya. Tak hanya si empunya rumah, Ari Ritasari juga terluka. Adik ipar Supriadi itu turut menjadi korban keganasan para pelaku, saat hendak menolong kakak iparnya.

Mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, Kapolsek Pulaupanggung, Iptu. Ramon Zamora, S.H. juga membenarkan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Pekon Sinarbanten. Namun mantan Kaur Bin Opsnal Satreskrim Polres Tanggamus itu, belum banyak memberikan keterangan atau kronologi detil peristiwanya.

“Ya mas benar (ada perampokan). Saat ini kami sedang berada di tempat kejadian perkara (TKP). Mohon bersabar ya,” ketik Ramon Zamora melalui aplikasi perpesanan WhatsApp kepada translampung.com. (ayp)




Hilang Senin Malam di Pantai Gigi Hiu, Jasad Warga Tanggamus Ditemukan Rabu Sore

(Video dan foto oleh HUMAS BASARNAS LAMPUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pendi Magad (35) yang dilaporkan hanyut di garis Pantai Gigi Hiu, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, pada Senin (22/7) malam, berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi tidak bernyawa. Jasad pria asal Pekon Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat itu, ditemukan tadi (23/7) sekitar pukul 15.41 WIB.

Komandan Tim Basarnas Lampung Ops Kelumbayan Heri Ansoni menjelaskan, Basarnas baru menerima laporan korban hanyut pada Selasa (23/7) pukul 10.35 WIB. Meskipun rekan-rekan korban telah mengetahui bahwa korban menghilang dari spot memancing terakhirnya pada Senin malam.

“Kejadian ini berawal saat korban bersama rekan-rekannya memancing di Pantai Gigi Hiu ini sejak Senin sore. Setelah waktu Solat Maghrib, rekan-rekan korban menghampiri lokasi terakhir korban memancing. Namun korban sudah tidak ada di posisi terakhir memancingnya tersebut,” ujar Heri Ansoni.

Kemudian pada Selasa pagi pukul 10.35 WIB, kata dia, Basarnas Lampung menerima laporan perihal kondisi yang membahayakan, yaitu satu manusia hanyut di Pantai Gigi Hiu Kelumbayan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Lampung segera mengirimkan satu tim rescue yang merupakan personel Pos SAR Tanggamus. Terdiri dari 8 orang dan membawa peralatan penyelamatan di air.

“Tim pertama dari Pos SAR Tanggamus itu, tiba di lokasi Selasa pukul 17.00 WIB. Mereka langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan keluarga korban untuk merencanakan pencarian pada Rabu pagi. Karena pada Selasa sore itu, kondisi cuaca kurang mendukung untuk melakukan pencarian,” sebut Heri Ansoni.

Pencarian baru bisa dilaksanakan Rabu (24/7). Dimulai pukul 08.30 WIB, sebab sejak pagi gelombang air laut cukup tinggi. Tim Rescue Pos SAR Tanggamus bersama personel gabungan, melakukan pencarian dengan rubber boat di sekitar lokasi kejadian. Kemudian diperluas hingga sepanjang garis pantai dan penyisiran lewat darat di sekitar tebing lokasi awal kejadian.

Hingga pukul 13.30 WIB, Tim SAR Gabungan melanjutkan kembali pencarian dengan melakukan penyisiran darat. Sebab pencarian menggunakan rubber boat di perairan, tidak bisa dilakukan. Lantaran kondisi gelombang air laut kembali pasang.

“Barulah pukul 15.41 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan tubuh korban dalam kondisi meninggal dunia berjarak sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya jasad korban dibawa ke Puskesmas Kelumbayan dan diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Heri Ansoni.

Unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam pencarian pemancing di Pantai Gigi Hiu itu, yaitu personel Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, personel Polsek Kelumbayan, personel Babinsa Kodim 0424/Tanggamus, personel Puskesmas Kelumbayan, perwakilan keluarga, serta warga setempat.

Dua Rekan Korban Hanya Temukan Peralatan Memancing, Sandal, dan Botol Minum

MENYIKAPI peristiwa ini, Kepala Bidang Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, Adi Nugroho mengimbau, agar para pemancing selalu berhati-hati. Terlebih ketika berada di tebing pantai. Dengan harapan, peristiwa yang menimpa Pendi Magad tidak terulang.

Adi Nugroho menjelaskan, sebelum tenggelam dan akhirnya mengembuskan napas terakhir, Pendi Magad memancing bersama dua rekannya, Pardi (32) dan Sutris (35). Mereka mulai memancing di Pantai Karang Mulya atau sekitar Pantai Gigi Hiu, Pekon Susuk, Kecamatan Kelumbayan, Senin (22/7) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Korban bersama dua rekannya memancing dari darat. Tidak menggunakan perahu. Saat menjelang waktu Solat Maghrib, Pardi dan Sutris memilih beristirahat. Sedangkan Pendi tetap mengulur senar pancingnya dengan menyusuri bibir pantai. Selang sepuluh menit, Sutris dan Pardi berniat menyusul korban. Tetapi korban sudah tidak terlihat. Pardi dan Sutris hanya menemukan alat pancing, sepasang sandal, dan sebuah botol minum milik Pendi,” beber Adi Nugroho, Selasa (23/7).

Info hilangnya Pendi, kata dia, diterima dari anggota Tagana Wilayah Kecamatan Cukuhbalak dan Pospol Kelumbayan. BPBD Tanggamus baru menerima informasi tersebut Selasa pagi. Setelah informasi dinyatakan valid, barulah BPBD Tanggamus berkoordinasi dengan Pos SAR Tanggamus untuk melakukan pencarian. Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD dan Pos SAR Kotaagung, keberangkatannya dilepas langsung oleh Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. bertempat di halaman Kantor BPBD Tanggamus.

Bupati Tanggamus: Pemkab Berupaya Seresponsif Mungkin

BUPATI Tanggamus Dewi Handajani dalam arahannya sebelum melepas Tim SAR Gabungan Selasa pagi, berharap operasi pencarian Pendi Magad yang hilang berjalan lancar.

“Mudah-mudahan nelayan yang hilang dapat ditemukan. Kita sangat berharap korban dapat diselamatkan. Saya yakin Allah pasti akan memberikan terbaik untuk kita semua,” kata bupati.

Pelepasan Tim SAR Gabungan untuk mencari nelayan yang hanyut dan tenggelam, kata Dewi Handajani, merupakan bentuk tindakan responsif dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam segala permasalahan. Termasuk juga terhadap kejadian atau musibah yang dialami oleh warganya.

Bupati juga berpesan agar tim gabungan tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan. Selain itu ia juga meminta ada tindakan edukasi bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, agar mereka berhati-hati saat memancing.

“Terutama kita sekarang sedang menghadapi musim angin barat dan timur. Musim ini membuat angin bertiup cukup kencang dibandingkan musim biasa. Sehingga para nelayan yang sedang melaut atau memancing dari darat, tetap harus waspada dan hati-hati,” tandas Bunda Dewi Handajani. (ayp)




Pemprov Sinergi dengan Purna Paskibra, Wujudkan Pemuda Tangguh

TRANSLAMPUNG.COM-BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung akan bersinergi dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Lampung guna mewujudkan pemuda-pemudi Lampung yang tangguh, berjiwa nasionalis dan berdayasaing untuk mewujudkan Lampung Berjaya. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia saat menerima audiensi PPI Lampung, Kamis (11/7/2019) diruang kerjanya.

Wagub menilai PPI memiliki ilmu juga pengalaman yang bisa diberikan bagi pengembangan generasi muda Lampung guna menghadapi tantangan global. Disisi lain kita juga dihadapkan pada permasalahan serius lainya yakni penyalahgunaan narkoba.

“Penyalahgunaan narkoba juga menjadi pekerjaan rumah Pemerintah dalam menghadapi generasi muda. Ia seperti kanker tidak terlihat namun merusak dan mematikan, kita butuh semua pihak salah satunya dengan PPI untuk berkolaborasi bersama Pemerintah menghentikan penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PPI Lampung Toni Ferdiansyah mengatakan jika PPI Lampung siap menjadi mitra terdepan dalam program dan kegiatan yang terkait dengan pengembangan kepemudaan sesuai dengan agenda prioritas Gubernur Arinal dan Wakil Gubernur Nunik.

Tony juga menyampaikan berdasarkan Musyawarah Provinsi (Musprov) PPI Lampung ke VII, dalam kepengurusan masa bhakti 2019-2024 Gubernur Lampung didaulat menjadi Pembina, sementara Wakil Gubernur Lampung menjadi penasehat PPI Lampung. (*)




Wagub Chusnunia: Pesantren Berjaya, Lampung Berjaya

TRANSLAMPUNG.COM-BANDARLAMPUNG – Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim rangkul pesantren di Provinsi Lampung dalam mewujudkan Provinsi Lampung Berjaya.

“Pak Arinal bersama saya membawa visi Provinsi Lampung Berjaya, namun hal itu tak akan berjaya kalau dunia pesantren tidak berjaya. Untuk itu, pak Gubernur Arinal dan saya sangat konsen dalam memberikan perhatian dan memajukan pesantren di Lampung,” ujar Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dalam acara Milad Ke-15 Pondok Pesantren Salafiyyah Tahfidzul Qur’an Madarijul ‘ulum, Telukbetung Barat, Bandarlampung, Sabtu (6/7/2019) malam.

Pada kesempatan itu, Wagub Chusnunia menyampaikan pesantren merupakan benteng terakhir NKRI, benteng terakhirnya Indonesia. Dan pendidikan di Indonesia tidak akan sempurna tanpa adanya pendidikan di pesantren. Hal itu dikarenakan jauh sebelum ada sistem pendidikan negeri, pesantren lebih dahulu hadir untuk menyelenggarakan pendidikan umat.” Oleh karenanya, sudah selayaknya kalau pesantren mendapatkan perhatian lebih, baik dari kebijakan peraturan maupun kebijakan penganggaran,” jelas Wagub Chusnunia.

Terkait pesantren, Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa Pak Gubernur Arinal sangat peduli dengan kegiatan yang ada di pesantren, baik kyai, santri, maupun kegiatan lainnya di pesantren. “Pak Gubernur Arinal juga sangat peduli dan terus memperhatikan pesantren di Lampung,” jelasnya.

Wagub Chusnunia berharap kegiatan ini dapat memberikan keberkahan bagi Provinsi Lampung, terutama kemudahan dalam mewujudkan Provinsi Lampung Berjaya. “Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat membawa keberkahan bagi Provinsi Lampung, dan pesantren di Provinsi Lampung,” harap Wagub Chusnunia.

Pada kesempatan itu, Wagub Chusnunia juga memohon doa agar dapat terus menjaga nama baik pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). “Semoga saya dapat membawa nama baik NU, dan mampu mengibarkan panji-panji ahlussunnah wal jamaah,” harapnya. (*)