Cairan Kimia Meledak dalam Bus di Tanggamus, 5 Orang Terluka

CEK KONDISI KORBAN: Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengecek kondisi para korban ledakan cairan kimia dalam bus RBU BE 2734 C, yang meledak di Jalinbar Pekon Kagungan, Kotaagung Timur, Selasa (15/10) sore.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Suara dentuman keras dari dalam Bus Rajabasa Utama (RBU) trayek Kotaagung – Bandarlampung, menghebohkan warga Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Selasa (15/10) sekitar pukul 16.30 WIB.

Ledakan yang menggemparkan itu, ternyata diduga berasal dari reaksi cairan zat kimia sebanyak lima liter. Cairan kimia itu diduga dibawa oleh salah seorang penumpang bus bernomor polisi BE 2734 C tersebut.

Menurut informasi yang didapat dari Mitra Pers Unit Intel Kodim 0424/Tanggamus, ledakan cairan kimia itu, sedikitnya membuat lima orang dalam bus mengalami luka bakar. Mereka adalah kernet Bus RBU, yaitu Isbandi (45), mengalami luka bakar pada bagian wajah dan lengan. Lalu penumpang yang diduga membawa cairan kimia yang meledak, Yosi Pratama (26), alami luka bakar pada bagian wajah, lengan, dan kaki.

Lalu tiga penumpang lainnya yang terluka, antara lain Ali Atim (39) terluka bakar pada bagian kaki kiri dan kanan. Melisa (40) mengalami luka bakar di bagian wajah, punggung, lengan, dan kaki. Serta Sumi (40) mengalami luka bakar di bagian wajah, punggung, dan tangan.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. membenarkan peristiwa mengejutkan yang terjadi di ruas Jalan Lintas Barat Pekon Kagungan, Selasa sore itu. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum ada yang memberikan keterangan pasti jenis cairan kimia yang meledak di dalam bus itu.

“Jenis (cairan kimia) apa, kami belum tahu. Besok saja diekspos, supaya jelas dan detil datanya ya,” ujar Edi Qorinas via telepon seluler, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Kelima korban, menurut kasat reskrim, segera dievakuasi sesaat setelah kejadian dan dilarikan ke Rumah Sakit Panti Secanti Gisting dan RSUD Batin Mangunang Kotaagung, guna mendapatkan pertolongan medis.

Sementara saat ini, kata Edi Qorinas, sopir bus sudah dimintai keterangan. Atas kejadian itu, polisi juga menjadikan armada RBU BE 2734 C sebagai barang bukti dan diamankan di parkiran Mapolres Tanggamus guna penyelidikan lebih lanjut.

“Satu penumpang bus yaitu Yosi Pratama diduga membawa cairan kimia dalam jeriken itu. Dia merupakan OB di PT Puji Lestari yang berkantor di Bandarlampung. Dia diperintah oleh atasannya untuk mengambil cairan kimia sisa sebanyak lima liter dari PT Tirta Investama Aqua Danone Tanggamus. Diduga Yosi ini tidak mengetahui jika cairan kimia tersebut sangat sensitif dan bereaksi jika ada guncangan, bahkan bisa meledak dan membahayakan,” tegas Edi Qorinas.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, Yosi Pratama naik Bus RBU dari gerbang masuk PT Tirta Investama Aqua Danone Tanggamus yang berada Pekon Teba, Kecamatan Kotaagung Timur.

Saat hendak naik bus, kernet bus Isbandi mengaku sempat menanyai Yosi, ikhwal jeriken yang dibawanya. Isbandi sudah meminta Yosi agar meletakkan jeriken itu di dalam bagasi barang saja. Namun Yosi berdalih bahwa jeriken berisi cairan yang ia bawa bukan zat berbahaya.

Tepatnya di Jalinbar Pekon Kagungan, sekitar pukul 16.30 WIB, tiba-tiba salah seorang penumpang panik dan berteriak-teriak, karena zat kimia yang dibawa oleh Yosi mengeluarkan asap dan mendidih.

Melihat situasi tersebut, Isbandi selaku kernet bus, langsung berusaha untuk membuka pintu mobil. Namun zat kimia tersebut langsung meledak dan cairannya mengenai Isbandi, Yosi, serta tiga penumpang lainnya. Terkejut dengan kejadian di dalam busnya, sopir bus RBU langsung menghentikan kendaraan.

Sesaat setelah kejadian menghebohkan itu, aparat dari Polres Tanggamus dan Unit Intel Kodim 0424/Tanggamus berdatangan ke lokasi dan mengumpulkan data guna penyelidikan lebih lanjut. (ayp)




Truk “Seruduk” Dua Rumah di Kotaagung Timur, Bayi 8 Bulan Terluka

CEK TKP: Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Yuniarta saat mengecek TKP laka tunggal di Pekon Kagungan, Rabu (18/9) pagi. (Foto-foto: RIO/RNN)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dua rumah warga di tepi Jalan Lintas Barat Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, kembali menjadi korban kecelakaan tunggal truk bermuatan panel beton. Tak hanya sopir truk, kernet, dan pemilik rumah, bayi berusia delapan bulan pun turut terluka akibat peristiwa yang terjadi Rabu (18/9) sekitar pukul 09.30 WIB itu.

Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Yuniarta membenarkan, truk Fuso beromor polisi BE 8411 CS bermuatan panel beton melaju dari arah Pringsewu menuju Kotaagung. Lantaran beban muatan yang berat, ditambah kondisi Jalinbar yang menurun panjang lalu menikung cukup tajam, diduga membuat rem truk yang dikemudikan Winarto (45) tidak berfungsi (blong).

Akhirnya truk hilang kendali lalu menghantam bagian depan dua rumah warga yang letaknya tepat di sisi tikungan, kemudian terguling. Sebelumnya truk juga sempat menabrak satu tiang saluran telepon.

“Jadi memang laka tunggal, bukan laka yang melibatkan dua kendaraan. Korbannya memang ada beberapa orang, mulai dari sopir dan kernet truk, pemilik rumah, termasuk bayi. Mereka mengalami luka-luka, tetapi tidak ada yang sampai meninggal dunia,” ujar Yuniarta saat dihubungi translampung.com, Rabu sore via telepon seluler.

Kendati laka tunggal terjadi di jalur protokol, namun kasat lantas menegaskan peristiwa itu tidak sampai membuat arus lalu lintas tersendat. Setelah menerima laporan adanya laka tunggal, personel Satlantas Polres Tanggamus segera melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian dibantu personel Babinsa Koramil 424-03/Kotaagung dan warga sekitar lokasi, para korban segera dilarikan ke rumah sakit.

Yuniarta mengimbau kepada para pengendara yang melintas di Jalinbar mulai dari Pekon Kampungbaru (gerbang masuk kantor Pemkab Tanggamus) sampai Pekon Kagungan, agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Sebab pada ruas tersebut, kondisi Jalinbar menurun panjang lalu menikung ke kanan. Terlebih bagi para pengemudi truk-truk besar yang mengangkut muatan berat. Sebab pada lokasi laka tunggal itu, kerap kali terjadi truk terguling bahkan sampai menabrak rumah warga.

“Kami imbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas Jalinbar yang menurun itu, agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa,” kata kasat lantas, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, para korban laka tunggal truk tersebut antara lain sopir truk Winarto, warga Lampung Selatan, mengalami luka di kepala. Kemudian tiga kernet truk yang semuanya beralamat di Lampung Selatan, yaitu Hutmasofa (37) mengalami luka di kepala, Irfan (36) mengalami luka di punggung dan tangan, serta Suhada (40) luka cukup berat di kepala sempat tidak sadarkan diri.

Kemudian warga Pekon Kagungan sekaligus pemilik rumah yang turut menjadi korban, antara lain Sumiati (25) mengalami luka lecet di kaki kanan, Sutini (27) mengalami terkilir pada kaki kanan, dan seorang bayi berusia delapan bulan, Ahmad Haidar mengalami luka ringan di bagian kepala. Selain melukai kru truk dan merusakkan bagian depan rumah serta melukai pemilik rumah, kerugian material akibat laka tunggal truk diperkirakan mencapai puluhan juta Rupiah. (ayp)




Jalinbar Juanda Kotaagung Tergenang Parah, Pengguna Jalan Harus Waspada

BANJIR SEBELAH LAJUR: Inilah kondisi Jalinbar ruas Ir. Hi. Juanda mulai dari depan Kantir BBTNBBS sampai gang masuk SD IT Pekon Terbaya yang lumpuh sebelah lajur karena tertutup banjir. (Foto-foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Hujan deras melanda seputaran Kecamatan Kotaagung Pusat, Kabupaten Tanggamus, malam ini (30/9) sejak sore hari. Akibat hujan deras tersebut, banyak titik di jalur protokol Jalan Lintas Barat ruas Ir. Hi. Juanda tergenang air cukup parah. Anda yang hendak melintas malam ini, sebaiknya hati-hati.

Terpantau, sekitar pukul 21.10 WIB, Jalinbar Ir. Hi. Juanda ruas Pekon Terbaya, tepatnya dari pertigaan Islamic Center ke arah Kotaagung, sebelah lajurnya nyaris lumpuh. Sehingga, hanya satu jalur yang lebih aman dilewati roda dua. Bahkan berapa pengendara sepeda motor yang menembus derasnya hujan, harus nekat mengambil lajur kanan dari arah Pasar Kotaagung ke Pekon Terbaya.

“Airnya tinggi bang. Motor saya matic. Mati mesinnya karena air masuk knalpot dan businya tenggelam,” ujar pasangan suami-istri yang mengaku menuju ke Kotaagung Timur itu.

Genangan air berarus kuat dengan ketinggan sampai lutut orang dewasa, dari pantauan translampung.com malam ini, terjadi di beberapa titik sepanjang ruas Jalinbar Juanda. Pertama di depan loket bus Pekon Terbaya sampai ke Jembatan Uloktedung pekon setempat.

Berikutnya mulai dari depan Kantor Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sampai gang masuk SD IT Pekon Terbaya. Selanjutnya, di jembatan depan Klinik Alhafa Medika Pekon Way Tuba. Di situ, arus air sangat kuat.

Kondisi yang sangat parah, juga terpantau terjadi di mulai dari depan SPBU Pekon Pancawarna sampai ke depan Indomaret. Terakhir tepat di perempatan traffic light pojok Ruang Terbuka Hijau Ir. Soekarno (taman kota). Di sana, air meluap dari parit tepat di bawah taman kota. Lalu meluncur ke arah lampu merah ruas arah Pasar Kotaagung dengan sangat deras.

Terkecuali di perempatan lampu merah taman kota dan jembatan Klinik Alhafa Medika Pekon Way Tuba, ruas Jalinbar yang tertutup banjir kondisi parah, berada di lajur kanan dari arah Pekon Terbaya menuju perempatan lampu merah taman kota. Sementara tepat di perempatan lampu merah dan di depan Klinik Alhafa Medika, kedua lajur tertutup air total.

Banyak pengguna kendaraan roda dua bermesin rendah yang nekat melintas, mesinnya tersendat. Bahkan beberapa mobil kelas sedan pun, terpaksa berhenti di jalur entry SPBU Pancawarna. Sebab di badan jalan, ketinggian permukaan air lebih dari lutut orang dewasa. Selain badan jalan yang tak terlihat karena tergenang air, material bebatuan dan ranting-ranting pohon yang terbawa air dan masuk ke badan jalan semakin membahayakan pengendara. (ayp) 




Truk Hantam Rumah Calon Pengantin di Gisting, Warga “Panen” AMDK

REM BLONG: Diduga lantaran remnya blong, truk BG 8830 UE sarat muatan AMDK yang dikemudikan Najanuddin (55), oleng dan lepas kendali hingga menghantam rumah Sumani dan rumah Hanum yang esok akan menggelar pesta pernikahan. (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS Braaaakkkk…..!!!!!! Suara dentuman keras Senin (25/6) pukul 16.45 WIB, membuat dua keluarga di Pekon Banjarmanis, Kecamatan Gisting, Tanggamus terperanjat. Betapa terkejutnya Hanum sekeluarga yang sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan anaknya esok (26/6), mendapati separuh rumahnya hancur diseruduk mobil truk.

Meski tak sampai menelan korban jiwa, namun calon pengantin pria terluka tertimpa atap rumah yang rubuh. Truk naas bernomor polisi BG 8830 UE itu, dikemudikan Najanudin (55). Dia bersama kenek yang sekaligus anak kandungnya, Aditya (28). Truk Fuso tersebut melaju di Jalan Lintas Barat dari arah Gisting menuju Pringsewu dengan sarat muatan ratusan dus air mineral dalam kemasan (AMDK).

RUMAH CALON PENGANTIN: Personel Satlantas Pos Batukeramat saat mendata rumah yang rusak diseruduk truk AMDK, padahal esok di rumah itu akan berlangsung pesta pernikahan.

Selain rumah Hanum yang esok akan menggelar pesta pernikahan, satu rumah lagi milik Sumani (46) turut menjadi korban. Posisi kedua rumah itu memang bersebelahan. Di sisi timur badan Jalinbar ruas tikungan Pekon Banjarmanis.

“Setelah lewat dari Pasar Gisting arah Pringsewu yang jalannya menurun, katanya mobil truk itu oleng. Katanya karena remnya blong. Sebelum menyenggol rumah saya dan akhirnya menimpa rumah Bu Hanum, mobil ini terlebih dulu menyenggol pos ronda yang terbuat dari baja ringan. Lalu menabrak tiang rambu-rambu petunjuk jalan dan menyenggol tiang listrik sampai miring. Terakhir menabrak tiang kabel telepon dan berhenti setelah menghantam separuh rumah Bu Hanum,” beber Sumani.

Saat peristiwa yang nyaris melukainya dan anggota keluarganya itu berlangsung, Sumani beserta istri dan anaknya sedang bersantai menonton televisi. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras beberapa kali. Meski atap rumahnya rusak, Sumani bersyukur semua anggota keluarganya selamat dari peristiwa truk out of control itu.

Hanum, tetangga Sumani yang rumahnya rusak parah lantaran menjadi “ganjal” truk lepas kendali itu, hanya bisa pasrah melihat rumahnya rusak parah. Bahkan sampai tadi malam, sebuah tiang kabel telepon masih tertancap di ruang tamu rumahnya. Atap rumah yang akan menjadi tempat pesta pernikahan, kini hancur.

“Di rumah ini, memang lagi banyak orang, karena keluarga besar kumpul. Besok itu ada pesta pernikahan di rumah ini. Tapi malah ini calon pengantin pria yang akan jadi mantu saya, ketimpa atap rumah yang roboh ditabrak mobil ini. Sekarang lagi dirawat di Rumah Sakit Secanti Gisting. Kalau sopirnya, nggak luka apa nggak. Kami sangat berharap, pihak perusahaan bertanggungjawab memoerbaiki rumah kami dan rumah tetangga saya itu. Lalu menyelesaikan biaya pengobatan di rumah sakit juga,” ungkap Hanum.

RINGSEK PARAH: Beginilah kondisi truk Fuso BG 8830 UE yang dikemudikan Najanuddin setelah menghantam dua rumah warga di tepi Jalinbar ruas Pekon Banjarmanis, Kecamatan Gisting, Senin (25/6) sore.

Dihubungi translampung.com via telepon seluler, Kasat Lalu Lintas Polres Tanggamus AKP Sopyan, S.H. membenarkan peristiwa truk bermuatan AMDK yang mengalami out of control dan menabrak dua rumah.

“Ya mas, benar. Sore ini ada truk menabrak dua rumah, tiang kabel telepon, pos ronda, dan tiang listrik di Jalinbar ruas Pekon Banjarmanis. Anggota saya sudah meluncur ke lokasi. Kalau korban jiwa, kami pastikan tidak ada. Untuk korban luka, masih kami lakukan pendataan mas. Sementara dugaannya truk itu mengalami out of control akibat remnya blong. Sopirnya sedang diperiksa di Unit Laka,” tandas Sopyan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, tadi malam.

Hingga pukul 19.49 WIB, bangkai truk masih teronggok di tempat kejadian perkara. Warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas dan penasaran, memperlambat laju kendaraannya. Akibatnya, arus lalu lintas dari Pringsewu menuju Gisting agak tersendat. Ratusan dus AMDK yang berserakan dan berceceran di dekat bangkai truk, sontak menjadi sasaran warga. Ada yang mengambil untuk dibawa pulang. Ada juga yang mengambil dan dibagikan gratis pada pengendara yang melintas. (ayp)




Kamseltibcarlantas hingga Antisipasi Begal, Fokus Polres, Kodim 0424, dan Pemkab Tanggamus Amankan Arus Mudik

AKRAB: (Dari kiri ke kanan) Dandim 0424 Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo, Kapolres AKBP I Made Rasma, dan Sekda Andi Wijaya, dengan ramah dan akrab melepas rombongan pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan ke Bengkulu, usai istirahat dan buka puasa di Rest Area Jalinbar ruas Waykerap. (Foto-foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pelayanan prima pada para pemudik Idulfitri 1439 H, terus diberikan oleh Polres, Kodim 0424, dan Pemkab Tanggamus. Seperti hari ini, sedari sore, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Dandim 0424 Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo, dan Sekretaris Daerah Tanggamus Hi. Andi Wijaya meninjau dua pos pengamanan dan rest area Pekon Waykerap.

Mulai dari kamseltibcarlantas hingga pengamanan anti begal, menjadi concern Kapolres Tanggamus dan jajaran. Dengan harapan, para pemudik dan pengguna Jalan Lintas Barat Tanggamus, merasa aman dan nyaman menjalankan mudik tahun ini.

TINJAU POSPAM TALAGENING: Rombongan saat meninjau Pospam Pekon Talagening.

Saat di Rest Area Jalinbar Pekon Waykerap Kecamatan Semaka, I Made Rasma, Anang Hasto Utomo, serta Andi Wijaya, menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para pemudik.

“Bapak/Ibu dan adik-adik, semoga selamat sampai tujuan dan berkumpul dengan keluarga tercinta merayakan Idulfitri di kampung halaman. Selalu hati-hati dan utamakan keselamatan saat berkendara. Patuhi selalu rambu-rambu lalu lintas demi kamseltibcarlantas,” imbau kapolres, diamini dandim dan sekda pada rombongan pemudik yang menuju ke Kabupaten Manna, Bengkulu.

SAPA PEMUDIK: Pemudik yang beristirahat di rest area, sempat disapa oleh Kapolres, Dandim 0424, dan Sekda Tanggamus.

Kepedulian Polres, Kodim 0424, dan Pemkab Tanggamus pada seluruh pemudik yang melintasi Jalinbar, sangat diapresiasi oleh para pemudik.

“Terima kasih banyak atas perhatiannya bapak-bapak. Kami merasa aman dan nyaman melintasi Jalinbar Tanggamus,” UU ungkap Mudi (41), warga Bengkulu.

Sekda Tanggamus Andi Wijaya, atas nama pemerintah kabupaten, sangat mendukung penuh inovasi Polres Tanggamus dan jajaran yang di-back up Kodim 0424, dalam mengamankan dan melayani para pemudik di Jalinbar.

BERSAMA UNIT ANTI BEGAL: Guna memberikan rasa aman pada para pemudik, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma juga menyiagakan Unit Anti Begal Satreskrim Polres Tanggamus.

“Hari ini kami ke arah barat Tanggamus. Kemarin kami sudah dari Gisting ke arah timur Tanggamus dengan agenda yang sama. Semua perhatian dan pelayanan ini, kami berikan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Tanggamus serta para pemudik yang melintasi wilayah Tanggamus” tandas sekda.

Sebelum menjumpai para pemudik di Rest Area Pekon Waykerap, rombongan yang start dari rumah dinas sekda di Kotaagung, sudah terlebih dulu meninjau Pospam Pekon Talagening. Lalu ditutup dengan makan malam bersama di Pospam Jalinbar ruas Pekon Sedayu.

BERAKHIR DI POSPAM SEDAYU: Rombongan mengakhiri peninjauan di Pospam Jalinbar ruas Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka.

Turut hadir dalam peninjauan hari ini, Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana bersama Unit Anti Begal, para Kapolsek, Kasat Sabhara AKP Rohmadi, Camatka Wawan, dan para personel Dinas Perhubungan, Senkom Mitra Polri, personel TNI, dan pihak-pihak terkait. (ayp) 



Awas, Akun FB Mila Sari Sebarkan Hoax tentang Lakalantas di Batukeramat

AWAS HOAX: Unggahan video akun Facebook bernama Mila Sari tentang video lakalantas parah dan dengan caption: “Batu keramat Tanggamus Lampung (emoticon)” dipastikan hoax oleh Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Sopyan dan Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma. (Foto: SCREENSHOT)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Warga sosial media (sosmed), terutama di Kabupaten Tanggamus, diimbau untuk tidak menelan mentah-mentah informasi atau kabar yang beredar di Facebook. Terlebih dengan cepat membagikannya dan membuatnya menjadi viral. Padahal belum tentu validitas atau kebenarannya.

Seperti yang hari ini (8/6) terjadi. Akun Facebook bernama Mila Sari, mem-posting sebuah video tentang kecelakaan laluintas (lakalantas) parah. Pada caption (keterangan) dalam unggahannya, wanita dengan foto profil mengenakan hijab warna abu-abu itu, menuliskan “Batu keramat Tanggamus Lampung” dan membubuhkan dua emoticon.

SEGERA LURUSKAN: Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma meminta info hoax segera diluruskan melalui pemberitaan resmi.

Pada video yang diunggah Mila Sari empat jam lalu, tampak arus lalu lintas yang sangat padat. Mendadak tersendat lantaran ada seseorang terlindas ban belakang bus warna putih berukuran besar. Tampak juga aliran deras darah dari titik terlindasnya korban yang diduga seorang pengendara roda dua. Sebab terlihat ada helm tergeletak di dekat posisi korban terlindas ban bus.

Dikonfirmasi perihal unggahan video lakalantas parah dengan caption “Batu keramat Tanggamus Lampung” itu, Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Sopyan, S.H. menegaskan bahwa informasi di akun Facebook bernama Mila Sari itu adalah hoax.

PASTIKAN HOAX: Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Sopyan memastikan bahwa postingan video akun Facebook Mila Sari adalah hoax.

Hoax itu mas. Tidak ada bus itu lewat (Jalinbar) Tanggamus sini. Saya dari tadi bolak-balik Gisting. Ini baru pulang, nggak ada laka itu. Saya juga sudah koordinasi dengan Kanit Laka, tentang info hoax ini,” tegas Sopyan melalui chatting WhatsApp pada translampung.com yang dipertegas lagi dengan panggilan suara WhatsApp.

Sebelum mengakhiri telepon, kasat lantas juga mengimbau seluruh pengguna Jalinbar Tanggamus, untuk selalu berhati-hati dan mematuhi semua aturan lalu lintas. Terlebih semakin mendekati Hari Raya Idulfitri, maka arus mudik juga semakin memuncak.

“Saat-saat seperti itulah sangat rawan terjadi lakalantas. Jadi kami imbau, agar semua pengguna jalan mematuhi aturan lalu lintas dan memeriksa kondisi kendaraan serta kondisi tubuh sebelum berkendara. Itu semua demi keamanan, kenyaman, dan keselamatan kita,” imbau Sopyan.

Senada juga disampaikan Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. Melalui chatting WhatsApp pada translampung.com malam ini, kapolres meminta agar info itu segera diluruskan agar tidak menyesatkan dan menimbulkan salah informasi di kalangan masyarakat.

“Itu hoax. Segera luruskan ya. Terimakasih,” singkat Kapolres Tanggamus.

Terpisah, Kanit Laka Bripka. Rudi Prawira serta Kapos Lantas Batukeramat Bripka. Sofyan, juga langsung menghubungi translampung.com melalui sambungan telepon untuk memberikan penjelasan. Sofyan menegaskan, bahwa setelah menerima info perihal unggahan video lakalantas parah dengan caption “Batu keramat Tanggamus Lampung”, dirinya langsung menanyai satu per satu anggota Satuan Lalu Lintas yang hari ini piket.

“Saya sudah tanya satu per satu anggota yang piket hari ini mas. Dan mereka menjamin tidak ada kejadian lakalantas itu. Kalau dilihat suasana lokasi dalam video itu, memang sepintas mirip dengan suasana Jalan Lintas Barat ruas Pekon Batukeramat. Tapi kami pastikan, video itu hoax mas. Kejadian lakalantasnya bukan di (Jalinbar ruas Pekon Batukeramat) wilayah kami,” tandas Sofyan. (ayp) 




Lumpuhkan 2 TSK Curas, Polres Tanggamus Dapat “Bonus” 1 Penadah yang Asyik Nyabu

UNGKAP KEBERHASILAN: (Dari kiri ke kanan) Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Wakapolres Kompol M. Budhi, dan Kasatres Narkoba IPTU. Anton Saputra menunjukkan barang bukti belasan unit ponsel hasil curas dengan tersangka IS dan SS, serta 2,7 gram sabu-sabu dari tersangka penadah barang curian DN, dalam ekspose keberhasilan mereka, Kamis (31/5) siang. (Foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kepolisian Resor Tanggamus tak pernah lelah memberantas para pelaku kejahatan jalanan. Khususnya para pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) berupa jambret dan begal di sepanjang Jalan Lintas Barat. Namun para penyakit masyarakat itu seakan terus patah tumbuh, hilang berganti.

Terbaru, giliran Tim Khusus Black Dolphin Satreskrim Polres Tanggamus bersama personel Polsek Pugung menunjukkan tajinya. Rabu (30/5) kemarin, petugas berhasil membekuk dua tersangka curas di rumah masing-masing. Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. dalam press release Kamis (31/5) siang menjelaskan, kedua tersangka yang berasal dari Kecamatan Kotaagung Timur, masing-masing berinisial SS (26), warga Pekon Kagungan dan IS (22) warga Pekon Sukabanjar.

“Selain kedua pelaku, kami juga menangkap penadah ponsel curian berinisial DN (28). Warga Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung itu kami amakan pada hari yang sama dengan penangkapan SS dan IS. Terhadap pelaku SS dan IS, anggota di lapangan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur pada kaki mereka. Lantaran keduanya melawan dan mengancam keselamatan petugas yang hendak menangkap,” tegas kapolres, didampingi Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi, S.I.K., M.Si., Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, S.I.K., M.Si., dan Kasatres Narkoba IPTU Anton Saputra, S.H., M.H.

Kapolres menerangkan, dari penangkapan pelaku utama IS, petugas menyita barang bukti yang diduga hasil kejahatan sebanyak 15 unit ponsel berbagai merek. Dua tersangka curas tersebut beraksi dengan modus operandi menjambret barang berharga milik korban.

Dari keterangan kedua tersangka, I Made Rasma menyebutkan, polisi diperoleh informasi bahwa mereka sudah beraksi di 6 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu.

“Antara lain, 5 TKP di Kabupaten Tanggamus. Lalu 1 TKP di Pringsewu, tepatnya di wilayah Kecamatan Gadingrejo,” tutur kapolres.

Sebelum akhirnya didor dan dibekuk, IS dan SS mulai diburu Tim Khusus Black Dolphin dan polsek jajaran, setelah polisi mengembangkan laporan korban curas, Veti (30) warga Kecamatan Gisting, pada 27 April lalu. Akibat aksi kedua tersangka, ibu muda itu mengalami kerugian berupa tas rajut selempang wanita warna coklat berisi smartphone android Oppo A71, 2 buah kartu ATM, KTP, dan STNK.

Dari laporan itulah, petugas bergerak memburu tersangka. Saat ini, baik IS dan SS maupun barang bukti 15 unit ponsel dan alat yang digunakan untuk beraksi, berupa sepeda motor Yamaha Vixion BE 3562 ZA warna merah diamankan di mapolres Tanggamus.

“Dua pelaku curas terancam dijerat Pasal 365 KUPidana. Sementara DN yang menadah ponsel-ponsel curian, diancam dengan Pasal 480 KUHPidana,” tandas I Made Rasma.

Saat Digrebek, DN Asyik Mengisap Sabu-Sabu

 
TIM Khusus Black Dolphin Satreskrim Polres Tanggamus, mendapatkan “bonus” saat mengungkap tuntas perkara curas dengan tersangka IS dan SS beserta satu penadah ponsel curian, DN. Pasalnya DN sedang asyik mengisap narkoba jenis sabu-sabu, saat petugas menggrebek rumahnya, Rabu (30/5) lalu di Pekon Kotaagung.

“Pada saat dilakukan penangkapan terhadap penadah ponsel curian, ternyata tersangka DN sedang menyalahgunakan sabu-sabu,” ungkap Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma dalam konferensi pers Kamis (31/5) siang.

Dari tangan DN, kapolres membeberkan, petugas mengamankan sabu-sabu seberat 2,4 gram, seperangkat alat isap sabu (bong), dan 2 bungkus plastik klip bening, 3 unit ponsel, dan 1 unit timbangan digital.

Terkait banyaknya barang bukti kristal metamfetamin yang dimiliki DN serta timbangan digital, Kasatres Narkoba IPTU. Anton Saputra mengungkapkan, penyidik masih mendalami keterlibatan DN dalam penjualan narkoba.

“Penyidikan awal, (DN) kami prasangkakan sebagai pemakai (sabu-sabu). Namun kuat diduga DN merupakan pengedar. Kepastian itu menunggu hasil penyidikan lebih lanjut,” terang Anton Saputra.

Atas perbuatannya menadah barang curian serta memiliki dan menyalahgunakan narkoba golongan I, tak pelak pasal berlapis menanti DN di meja hijau. Yaitu Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun dan Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman di atas 5 tahun. (ayp)




Gorong-Gorong Jalinbar Gisting Rampung, Arus Lalin sudah Dua Arah

SUDAH DUA ARAH: Pemasangan gorong-gorong di Jalinbar ruas Tikungan Sempulur perbatasan Pekon Gisting Atas dan Gisting Bawah sudah rampung dan pengendara sudah bisa menikmati arus lalulintas dua arah. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pemasangan gorong-gorong box culvert pada Jalan Lintas Barat (Jalinbar) ruas perbatasan Pekon Gisting Bawah dan Gisting Atas, telah selesai. Tahap selanjutnya membuat badan jalan. Kini para pengendara sudah dapat menikmati arus lalulintas normal dua arah, bukan lagi sistem buka-tutup.

Pengawas lapangan pemasangan gorong-gorong Darmawan mengatakan, badan jalan yang dibuat adalah sisi selatan jalan atau lajur kiri dari arah Gisting Bawah. Titik ini adalah tanah timbunan dari proses pemasangan gorong-gorong yang nanti akan dijadikan badan jalan baru.

“Di sisi ini nantinya dicor, jadi yang sebelah tetap menggunakan badan jalan lama yang aspal, sebelahnya baru dicor. Jadi di sini ada dua bentuk jalan berbeda, jalan yang cor dan jalan yang aspal,” jelas Darmawan, Kamis (24/5) sore.

Ia mengaku dengan tuntasnya perbaikan itu, maka kelebaran badan jalan sudah pasti bertambah. Sebab tanah timbunan dari perbaikan sudah bisa digunakan untuk satu jalur. Sedangkan permukaan akan disamakan ketinggiannya. Dan pada badan jalan aspal yang dipotong nanti akan diaspal.

“Pengguna jalan bisa menikmati pembukaan sistem jalan dua arah. Sampai nanti ada pembuatan cor pada badan jalan. Saat itu maka badan jalan yang dicor harus ditutup dan lalulintas kembali lagi pada badan jalan yang diaspal,” tandas Darmawan. (ayp)




Bangun 3 Halte, Dishub Tanggamus Gelontorkan Rp150 Juta

HALTE DI TANJUNGJATI: Inilah salah satu halte di Jalinbar ruas Pekon Tanjungjati, Kotaagung Timur, yang dibangun Dishub Tanggamus di atas tanah hibah untuk memudahkan para pelajar setempat. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus membangun halte di dua lokasi. Pembangunan halte yang disebut sebagai harapan sekolah dan masyarakat itu, berada di tepi Jalan Lintas Barat ruas Kotaagung Timur dan Pugung.

Sekretaris Dishub Tanggamus Suroyo mengatakan, halte yang dibangun sebenarnya ada tiga unit. Namun satu unit ditempatkan di satu lokasi yang sama. Halte pertama di Jalinbar, ruas Pekon Tanjungjati atau pertigaan ke SMKN 1 Kotaagung Timur.

“Di lokasi itu pembangunan halte  merupakan permintaan sekolah untuk membantu para pelajar saat akan menaiki kendaraan umum. Kemudian dari pemilik tanah juga mengibahkan tanah untuk pembangunan halte. Akhirnya kami bangun,” kata Suroyo, Kamis (3/5).

Ia mengaku untuk pembangunan halte di lokasi tersebut menghabiskan Rp50 juta. Bentuk bangunan seperti halte pada umumnya. Hanya berupa gazebo yang diberi atap. Meski halte ini atas permintaan SMKN 1 Kotaagung Timur, namun dapat dimanfaatkan juga oleh masyarakat umum.

Sedangkan halte lainnya dibangun di Jalinbar ruas Pekon Rantautijang, Kecamatan Pugung. Di sana dibangun dua unit halte sekaligus yang berdampingan, agar daya tampungnya juga banyak. Sebab titik ini lokasinya strategis karena pertemuan dari jalur Kecamatan Limau, Bulok, dan Pugung sendiri.

“Halte di sana atas permintaan masyarakat yang didorong anggota dewan, maka dibuatlah halte. Untuk tanahnya adalah tanah adat yang semula untuk taman. Namun dialihkan untuk lokasi dua halte menjadi satu,” jelas Suroyo.

Ia menerangkan untuk pembangunan semua halte, total dananya menghabiskan Rp150 juta. Halte di Pekon Rantautijang, memang lebih banyak daya tampungnya, tentu itu disesuaikan dengan kebutuhan. Halte di sana sekaligus titik terpinggir dari jalur Jalinbar, karena berdekatan dengan Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. (ayp)




Lagi, Kompi 4 A Brimob Tanggamus Sukses Inisiasi Pembongkaran Pos di Pekon Sanggi

AWASI PEMBONGKARAN POS: Personel Sub Den 4 A Brimob Tanggamus mengawasi pembongkaran sukarela pos yang selama ini menurut pengguna jalan sudah cukup meresahkan, di tepi Jalinbar Pekon Sanggi, Kecamatan Bandarnegeri Semuong, tadi (17/4) sore. (Foto: DOK BRIMOB)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUSUsaha tak akan menghianati hasil. Itulah yang terus dipedomani Sub Dentasemen 4 A Brigade Mobile (Brimob) Tanggamus, untuk menciptakan situasi aman dan kondusif.

Setelah berhasil menginisiasi pembongkaran pos sarang pungutan liar di Jalan Lintas Barat Pekon Belu, Kecamatan Kotaagung Senin (16/4) sore kemarin, tadi (17/4) sore penertiban bergeser ke sebuah pos di tepi Jalinbar di Pekon Sanggi, Kecamatan Bandarnegeri Semuong.

Komandan Kompi (Danki) 4 A Brimob Tanggamus IPTU. Dimas Putra Kembaran melalui pesan WhatsApp malam ini (17/4) mengatakan, pembongkaran pos secara sukarela di Jalinbar Pekon Sanggi, sebelumnya telah didahului dengan pendekatan persuasif. Serupa seperti di Pekon Belu, akhirnya warga Pekon Sanggi pun sepakat untuk turut serta memerangi aksi/praktik pungutan liar.

“Pembongkaran pos ini, sebagai kegiatan penertiban pungli, premanisme, dan antisipasi tindak kriminal curas, curat, dan curanmor (3C) di Jalinbar Kabupaten Tanggamus. Hal itu sudah merupakan perintah langsung dari pimpinan kami dan langsung kami tindaklanjuti,” ujar Dimas pada translampung.com.

Pengawasan pembongkaran pos di Pekon Sanggi tadi, jelas Danki 4 A, dilakukan oleh satu regu yang langsung ia pimpin.

“Secara umum, biasanya kami selalu berkoordinasi dengan Polres Tanggamus dan Kodim 0424 dan seluruh elemen masyarakat yang sama-sama berharap situasi Kabupaten Tanggamus tetap aman dan kondusif. Terutama di sepanjang ruas protokol Jalinbar,” ungkap Dimas.

Pos yang dibongkar oleh warga Pekon Sanggi itu, Dimas melanjutkan, adalah pos yang keberadaannya selama ini sudah cukup meresahkan pengguna Jalinbar yang melintas. Sebab, Brimob menduga, pos tersebut dijadikan basecamp oleh oknum warga untuk melakukan pungli.

“Keresahan para pengguna jalan itu yang menjadi atensi khusus para pimpinan kami. Dan akhirnya memerintahkan kami untuk menindaklanjutinya dengan melakukan upaya penertiban pos dimaksud. Kami berterimakasih pada warga yang telah secara sukarela membongkar dan menyadari bahwa praktik pungli adalah perbuatan yang melanggar hukum. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya,” tandas Dimas Putra Kembaran. (ayp)