Isap Ganja dan Telan Excimer di Acara Komunitas Motor, 15 Pemuda Digiring Polisi

JALAN JONGKOK: Limabelas pemuda yang diduga mengisap ganja dan menelan pil excimer saat acara komunitas motor di lapangan Pekon Landsbaw, berjalan jongkok menuju ruangan Satres Narkoba Polres Tanggamus untuk diperiksa. (Foto: DOK POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus menggiring sedikitnya 15 pemuda untuk diperiksa. Diduga belasan pemuda dari tiga kabupaten berbeda itu, asyik berpesta ganja dan menelan pil excimer saat sedang mengikuti acara di Stan Sekuter Tanggamus di Lapangan Pekon Landsbaw, Kecamatan Gisting, Minggu (24/11) siang.

Kasatres Narkoba Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan, S.H. menerangkan, belasan pemuda itu diamankan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. Informasi itu menyebutkan, ada belasan pemuda sedang mengisap ganja di belakang sebuah stan saat acara komunitas sepeda motor.

“Para terduga diamankan di belakang stand Vespa Tanggamus, di Lapangan Pekon Landsbaw, sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Hendra Gunawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Limabelas pemuda tersebut, 13 orang merupakan warga Kabupaten Pringsewu. Mereka masing-masing berinisial MK (23) alias Burok, RB (23) alias Ridho, YA (20) alias Yoga, EM (19) alias Akbar, FF (20) alias Feri, PA (24), SG (30), AM (20), PT (22), AW (19), RT (17), AW (20), dan JA (20).

“Lalu BI (19) warga Kecamatan Gedongtaaan, Kabupaten Pesawaran serta IA (20) warga Kecamatan Pakuanratu, Kabupaten Way Kanan,” beber kasatres narkoba.

Dari para terduga itu, Hendra Gunawan melanjutkan, turut diamankan barang bukti berupa selinting rokok ganja sisa pakai, 18 butir pil excimer warna kuning, dan uang tunai Rp10 ribu.

“Selain mengisap ganja, mereka juga diduga menelan excimer. Padahal excimer adalah obat antipsikotik fenitiazin yang digunakan untuk mengatasi gangguan psikosis,” papar Hendra Gunawan.

Saat ini, kata dia, para terduga penyalahguna ganja dan pil excimer itu sudah diamankan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Sementara mereka kami amankan guna proses penyidikan lebih lanjut. Dan masih kami dalami darimana mereka mendapatkan barang tersebut,” tandasnya. (ayp)




Orang Tua Layat, Anak ke Gereja, Rumah Ludes Terbakar

LUDES DILAHAP API: Seorang warga menunjukkan sisa rumah Joanter Sinaga (57) yang ludes dilahap si jago merah, Minggu (30/6) siang. (Foto: DOK POLSEK TALANGPADANG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Joanter Sinaga (57) dan keluarga hanya bisa tertegun sepulang dari layat, Minggu (30/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Warga Dusun 3 Tegalsari, Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus itu, harus merelakan rumahnya ludes dilahap si jago merah.

Kapolsek Talangpadang Iptu. Khairul Yasin Ariga, S.Kom. membenarkan peristiwa kebakaran itu. Dari hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kata dia, diduga titik api berasal dari sisa kayu bakar pada tungku masak. Kondisi rumah yang sebagian besar terbuat dari kombinasi papan dan geribik, membuat api dengan sangat cepat melahap rumah Joanter Sinaga.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran ini. Namun semua perabot rumah berikut surat-surat penting dan seluruh pakaian satu keluarga ini ludes terbakar. Kerugian diperkirakan Rp20 juta,” jelas Khairul Yasin Ariga, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Berdasarkan keterangan Joanter Sinaga, kapolsek menyebutkan, sekitar pukul 09.00 WIB, korban bersama istrinya pergi melayat ke Kecamatan Sumberejo. Sedangkan di rumah hanya ada anak korban.

Sebelum berangkat layat, sang istri mengaku merebus air di tungku menggunakan kayu bakar. Sejurus kemudian, anak korban juga meninggalkan rumah untuk beribadah di gereja. Sehingga api pada tungku itu lupa tidak dipadamkan. Diduga api merambat keluar tungku dan membakar seluruh bagian rumah.

“Berdasarkan pemeriksaan TKP dan keterangan korban serta saksi, dipastikan api berasal dari sisa kayu bakar selesai memasak yang tidak dipadamkan. Akibat peristiwa tersebut, saat ini korban bersama keluarganya, untuk sementara menumpang tinggal di rumah kerabat,” tandas Kapolsek Talangpadang. (ayp)




Nodai Bocah SD, Buronan Rampok Sadis Lintas Kabupaten Dibekuk di Gisting

BERHASIL DIAMANKAN: Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas bersama tim gabungan sesaat setelah berhasil mengamankan tersangka asusila terhadap bocah kelas III SD, yang ternyata tersangka juga buronan Jatanras Polda Lampung atas kasus perampokan di beberapa kabupaten. (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Seperti “menolong seekor anjing liar yang terjepit.” Setelah ditolong, biasanya anjing tersebut justru mengigit penolongnya. Kira-kira itulah yang dialami Smd bersama istrinya, Spt. Pasangan suami-istri asal Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus itu, tak sadar sudah sekitar dua tahun hidup bersama “serigala berbulu domba”.

Adalah HR (60) terhitung masih kerabat Smd dan Spt. Sejak sekitar dua tahun silam, pria renta bertubuh kecil dan berkepala nyaris botak itu, menumpang hidup dan makan di rumah Smd dan Spt di Gisting. Namun “air susu” yang diberikan Smd dan Spt, malah dibalas “air tuba” oleh pria asal Dusun Trimulyo, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran itu.

Alih-alih berterima kasih sudah diberi tumpangan tempat tinggal, HR justru menodai putri sulung Smd dan Spt. Sebut saja bocah perempuan itu Melati. Ironisnya, korban nafsu bejat HR tersebut, baru berusia sembilan tahun. Dia masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar.

Awalnya, Smd dan Spt sama sekali tak menduga HR sampai hati menodai putri sulung mereka. Apalagi dari silsilah keluarga, Melati terhitung masih keponakan HR. Namun terbukti kata pepatah: “dalamnya samudera masih bisa diukur. Tetapi pikiran manusia, tak ada sesama manusia yang bisa membacanya.” Setelah menumpang makan/minum dan tidur gratis, HR justru menggagahi anak pemilik rumah.

“Anak kami pertama kali ceritanya sama bibinya, Pu. Bukan dengan kami. Setelah dengar cerita anak kami, bibinya kaget dan memberitahukan hal itu ke saya dan istri saya. Kami juga makin kaget. Akhirnya kami ajak bicara anak kami pelan-pelan,” ujar sang ayah, Smd.

Setelah mendengar penuturan putrinya, Smd dan Spt bak tersambar petir di siang bolong. Kaget bukan kepalang. Terlebih menurut Melati, HR sudah sebanyak tiga kali melampiaskan nafsu birahinya. Itu selama HR menumpang hidup di rumah Smd dan Spt.

JELASKAN KRONOLOGI: Spt dan Smd saat menerangkan kronologi putrinya yang dinodai tersangka HR saat tersangka menumpang hidup di rumah mereka selama dua tahunan.

Nggak lama-lama, kami langsung bawa anak kami untuk visum di dua tempat. Yaitu di Puskesmas Gisting dan di Rumah Sakit Panti Secanti. Hasilnya sama. Setelah itu, kami langsung lapor ke Polres Tanggamus,” timpal sang ibu, Spt.

Bermodalkan laporan orang tua korban, Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. langsung memerintahkan tim gabungan yang terdiri dari TEKAB 308, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan Intelkam untuk membekuk HR.

“Tersangka HR berhasil dibekuk di Gisting pada Kamis (31/1), sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Edi Qorinas melalui sambungan telepon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Guna mempertanggungjawabkan aksi bejatnya, Edi Qorinas menegaskan, HR terancam dijerat hukuman berlapis. Yaitu Pasal 76 D jo 81 Ayat (1) dan (2). Lalu Pasal 76 E jo Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandas mantan Kapolsek Wonosobo itu.

HR Ternyata Buronan Perampok Sadis yang Beraksi di 3 Kabupaten

SETELAH diamankan dan diperiksa, polisi rupanya mendapati fakta baru tentang sepak terjang HR. Kakek bejat itu ternyata tak hanya berbuat asusila pada putri sulung Smd dan Spt.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H., ternyata nama tersangka HR memang sudah lama “bertengger” di Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan, pada Subdit Jatanras Polda Lampung.

“Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.” Polres Tanggamus seolah mendapat “bonus” atas penangkapan HR.

“Rupanya setelah ditetapkan sebagai buronan, HR ini kabur dan bersembunyi di Gisting. Di rumah orang tua Melati ini. Hasil koordinasi kami dengan Subdit Jatanras, tersangka HR dan komplotannya yang sudah lebih dulu dibekuk, beraksi di beberapa kabupaten di Lampung,” jelas mantan Kapolsek Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah itu.

Edi Qorinas menjelaskan, tersangka HR terlacak beraksi di beberapa kabupaten. Antara lain di wilayah hukum Polres Lampung Utara, Polres Tulangbawang, dan Polres Lampung Tengah. Kemudian rata-rata mangsa HR bersama komplotannya, adalah rumah para juragan kebun karet.

“Setiap merampok rumah para pengusaha karet, HR bersama komplotannya terkenal sadis. Informasi dari Jatanras Polda, dia pernah beraksi di wilayah Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Tulangbawang. Namun kami hanya fokus pada kasus asusilanya. Sedangkan terkait kasus curasnya, itu wewenang polda,” tandas Edi Qorinas. (ayp)




Bantu Pasang Tarup Pesta Pernikahan, 1 Warga Gisting Tewas Tersengat Listrik, 6 Lainnya Selamat

TERSENGAT LISTRIK: Kapolsek Talangpadang AKP Yoffi Kurniawan saat memeriksa salah satu korban tersengat aliran listrik di Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting, tadi (3/9) pagi. (Foto-foto: DOK POLEK TALANGPADANG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kegembiraan menjelang pesta pernikahan, seketika berubah menjadi isak-tangis. Sungguh malang nasib Tusiman (36). Warga Blok 1A Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus itu, meregang nyawa lantaran tersengat aliran listrik saat bergotong-royong memasang tarup di rumah tetangganya yang hendak menggelar pesta pernikahan. Ironisnya, Tusiman tak sendirian. Dia tersengat aliran listrik bersama enam warga lainnya.

Kapolsek Talangpadang AKP Yoffi Kurniawan, membenarkan bahwa ada korban tewas tersengat listrik saat bergotong-royong memasang tarup di rumah tetangganya. Korban tersengat listrik sebanyak 7 orang.

”Yang meninggal dunia adalah Tusiman, 4 warga mengalami luka-luka, sementara 2 lainnya tidak tidak sampai terluka,” jelas Yoffi Kurniawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma.

PERIKSA TKP: Kapolsek Talangpadang AKP Yoffi Kurniawan bersama personel dan warga memeriksa tempat kejadian perkara tersengat aliran listrik massal.

Selain Tusiman, keenam korban dalam insiden tersebut, pertama adalah Agus Romhan (30), alamat Blok 1A Pekon Purwodadi. Dia mengalami luka bakar di seluruh ujung jari kaki sebelah kiri. Kedua, Asep Haryadi (25), Alamat Blok 33 Gisting Bawah. Asep mengalami luka bakar pada paha kiri, luka bakar di kedua telapak tangan, luka bakar di kaki sebelah kanan pada bagian atas telapak kaki, luka bakar di jari kelingking dan jari manis sebelah kiri.

Korban ketiga adalah Anda Wijaya (48), alamat Blok 1A Pekon Purwodadi. Andi mengalami luka bakar di jari kelingking kaki sebelah kiri. Lalu luka bakar di kedua telapak tangan. Keempat Heri Setiawan (25), alamat Blok 1A Pekon Purwodadi, mengalami sakit di bagian dada dan punggung terasa sakit. Namun tidak ada luka bakar.

”Kelima, Dian Riyadi (25) alamat Blok 33 Pekon Gisting Bawah, tidak mengalami luka. Keenam Wahyu Hidayatullah (21) alamat Blok 1A Pekon Purwodadi, tidak mengalami luka. Para korban yang mengalami luka dirawat di Rumah Sakit Secanti Gisting,” jelas Kapolsek Talangpadang.

Yoffi Kurniawan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB saat para korban sedang bergotong-royong memasang tenda tarup di rumah tetangga mereka. Sebab akan dilaksanakan pesta pernikahan. Ketika para korban memegangi besi tarup, kemudian Tusiman memberikan besi panjang kepada Asep Haryadi yang berada di atas tarup.

”Tanpa mereka sadari, besi tersebut menyentuh kabel listrik bertegangan 20.000 Volt. Seketika itu, para korban langsung tersambar arus listrik, langsung terpental dan terjatuh. Para korban selanjut dilarikan ke Rumah Sakit Panti Sencanti Gisting. Sayang, nyawa Tusiman tidak terselamatkan dan jenazahnya telah diserahkan pada pihak keluarga,” jelas kapolsek.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamakan barang bukti berupa besi panjang sekitar 5 meter, baju dan celana Tusiman yang meninggal dunia serta sendal para korban. Seluruh barang bukti saat ini diamankan di Mapolsek Talangpadang. (ayp)




Polres Tanggamus Garuk 5 Penyalahguna Sabu-Sabu dalam Sehari

GARUK LIMA ORANG: Dalam satu hari, Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus menciduk empat tersangka penyalahguna sabu-sabu ditambah satu orang yang diamankan personel Polsek Talangpadang. (Foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS Kepolisian Resor Tanggamus dan polsek jajaran terus bekerja ekstra memberantas peredaran narkoba. Itu dibuktikan dengan dijaringnya empat tersangka penyalahguna sabu-sabu dari wilayah Kecamatan Wonosobo dan Gisting, Rabu (11/7). Di hari yang sama, Polsek Talangpadang juga mengamankan satu orang yang juga diduga menyalahgunakan serbuk metamfetamin itu.

Kasatres Narkoba Polres Tanggamus Iptu. Anton Saputra menjelaskan, empat tersangka merupakan hasil penangkapan dari dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda, yaitu wilayah Kecamatan Wonosobo dan Gisting. Pada Rabu (11/7) pukul 01.00 WIB, diamankan AB (24) di Pekon Wonosobo, Kecamatan Wonosobo.

“Dari AB, kami amankan barang bukti berupa 35 plastik klip isi sabu seberat 14 gram, 1 unit timbangan digital, 2 buah dompet, 2 unit handphone, 2 bundel plastik klip kosong, dan 3 buah sedotan,” ujar Anton Saputra, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Kamis (12/7) sore.

Tidak berhenti sampai di situ, Satres Narkoba terus bergerak. Alhasil kembali melakukan penggerebegan terduga di Pekon Campang Kecamatan Gisting, sekitar pukul 02.30 WIB. Tepatnya di Pekon Campang.

“Dari TKP di Pekon Campang ini, kami amankan tiga tersangka penyalahguna narkoba. Jenisnya sama seperti TKP yang dari Wonosobo, yaitu sabu-sabu,” ungkap Anton Saputra.

Ketiga tersangka yang dari TKP Pekon Campang, kasatres narkoba menyebutkan, masing-masing berinisial YP (21), WL (18), dan RS (21). YP dan WL merupakan warga Pekon Campang. Sementara RS beralamat di Pekon Gisting.

Anton menuturkan, dari ketiganya, petugas juga mengamankan barang bukti pipa kaca (pirek), gulungan alumunium foil, sedotan, dan handphone merk Xiaomi.

Anton Saputra menegaskan, Polres Tanggamus akan terus mengungkap penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya. Bahkan bila diperlukan, para penyalahguna atau pengedar akan ditindak tegas.

“Saat ini keempat tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolres Tanggamus guna penyidikan lebih lanjut,” tandas Anton Saputra di ruangannya.

Pada hari yang sama, Polsek Talangpadang juga berhasil mengamankan seorang pria berinisial BA (22). Warga Pekon Sinarbanten, Kecamatan Talangpadang itu terpaksa digelandang ke mapolsek lantaran diduga menyalahgunakan sabu-sabu, pada Rabu (11/7) pukul 16.00 WIB.

Kapolsek Talangpadang AKP Yoffi Kurniawan menjelaskan, dari tangan BA, pihaknya mendapatkan barang bukti berupa plastik kecil berisi kristal diduga sabu, korek gas, dan pipet. Barang-barang tersebut disimpan dalam sebuah dompet oleh tersangka.

“BA kami amankan saat melintas di jalan raya Pekon Sinarbanten. Guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini BA berikut barang bukti kami amankan di Mapolsek Talangpadang,” pungkas Yoffi Kurniawan. (ayp)




Truk Hantam Rumah Calon Pengantin di Gisting, Warga “Panen” AMDK

REM BLONG: Diduga lantaran remnya blong, truk BG 8830 UE sarat muatan AMDK yang dikemudikan Najanuddin (55), oleng dan lepas kendali hingga menghantam rumah Sumani dan rumah Hanum yang esok akan menggelar pesta pernikahan. (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS Braaaakkkk…..!!!!!! Suara dentuman keras Senin (25/6) pukul 16.45 WIB, membuat dua keluarga di Pekon Banjarmanis, Kecamatan Gisting, Tanggamus terperanjat. Betapa terkejutnya Hanum sekeluarga yang sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan anaknya esok (26/6), mendapati separuh rumahnya hancur diseruduk mobil truk.

Meski tak sampai menelan korban jiwa, namun calon pengantin pria terluka tertimpa atap rumah yang rubuh. Truk naas bernomor polisi BG 8830 UE itu, dikemudikan Najanudin (55). Dia bersama kenek yang sekaligus anak kandungnya, Aditya (28). Truk Fuso tersebut melaju di Jalan Lintas Barat dari arah Gisting menuju Pringsewu dengan sarat muatan ratusan dus air mineral dalam kemasan (AMDK).

RUMAH CALON PENGANTIN: Personel Satlantas Pos Batukeramat saat mendata rumah yang rusak diseruduk truk AMDK, padahal esok di rumah itu akan berlangsung pesta pernikahan.

Selain rumah Hanum yang esok akan menggelar pesta pernikahan, satu rumah lagi milik Sumani (46) turut menjadi korban. Posisi kedua rumah itu memang bersebelahan. Di sisi timur badan Jalinbar ruas tikungan Pekon Banjarmanis.

“Setelah lewat dari Pasar Gisting arah Pringsewu yang jalannya menurun, katanya mobil truk itu oleng. Katanya karena remnya blong. Sebelum menyenggol rumah saya dan akhirnya menimpa rumah Bu Hanum, mobil ini terlebih dulu menyenggol pos ronda yang terbuat dari baja ringan. Lalu menabrak tiang rambu-rambu petunjuk jalan dan menyenggol tiang listrik sampai miring. Terakhir menabrak tiang kabel telepon dan berhenti setelah menghantam separuh rumah Bu Hanum,” beber Sumani.

Saat peristiwa yang nyaris melukainya dan anggota keluarganya itu berlangsung, Sumani beserta istri dan anaknya sedang bersantai menonton televisi. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras beberapa kali. Meski atap rumahnya rusak, Sumani bersyukur semua anggota keluarganya selamat dari peristiwa truk out of control itu.

Hanum, tetangga Sumani yang rumahnya rusak parah lantaran menjadi “ganjal” truk lepas kendali itu, hanya bisa pasrah melihat rumahnya rusak parah. Bahkan sampai tadi malam, sebuah tiang kabel telepon masih tertancap di ruang tamu rumahnya. Atap rumah yang akan menjadi tempat pesta pernikahan, kini hancur.

“Di rumah ini, memang lagi banyak orang, karena keluarga besar kumpul. Besok itu ada pesta pernikahan di rumah ini. Tapi malah ini calon pengantin pria yang akan jadi mantu saya, ketimpa atap rumah yang roboh ditabrak mobil ini. Sekarang lagi dirawat di Rumah Sakit Secanti Gisting. Kalau sopirnya, nggak luka apa nggak. Kami sangat berharap, pihak perusahaan bertanggungjawab memoerbaiki rumah kami dan rumah tetangga saya itu. Lalu menyelesaikan biaya pengobatan di rumah sakit juga,” ungkap Hanum.

RINGSEK PARAH: Beginilah kondisi truk Fuso BG 8830 UE yang dikemudikan Najanuddin setelah menghantam dua rumah warga di tepi Jalinbar ruas Pekon Banjarmanis, Kecamatan Gisting, Senin (25/6) sore.

Dihubungi translampung.com via telepon seluler, Kasat Lalu Lintas Polres Tanggamus AKP Sopyan, S.H. membenarkan peristiwa truk bermuatan AMDK yang mengalami out of control dan menabrak dua rumah.

“Ya mas, benar. Sore ini ada truk menabrak dua rumah, tiang kabel telepon, pos ronda, dan tiang listrik di Jalinbar ruas Pekon Banjarmanis. Anggota saya sudah meluncur ke lokasi. Kalau korban jiwa, kami pastikan tidak ada. Untuk korban luka, masih kami lakukan pendataan mas. Sementara dugaannya truk itu mengalami out of control akibat remnya blong. Sopirnya sedang diperiksa di Unit Laka,” tandas Sopyan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, tadi malam.

Hingga pukul 19.49 WIB, bangkai truk masih teronggok di tempat kejadian perkara. Warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas dan penasaran, memperlambat laju kendaraannya. Akibatnya, arus lalu lintas dari Pringsewu menuju Gisting agak tersendat. Ratusan dus AMDK yang berserakan dan berceceran di dekat bangkai truk, sontak menjadi sasaran warga. Ada yang mengambil untuk dibawa pulang. Ada juga yang mengambil dan dibagikan gratis pada pengendara yang melintas. (ayp)




Gorong-Gorong Jalinbar Gisting Rampung, Arus Lalin sudah Dua Arah

SUDAH DUA ARAH: Pemasangan gorong-gorong di Jalinbar ruas Tikungan Sempulur perbatasan Pekon Gisting Atas dan Gisting Bawah sudah rampung dan pengendara sudah bisa menikmati arus lalulintas dua arah. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pemasangan gorong-gorong box culvert pada Jalan Lintas Barat (Jalinbar) ruas perbatasan Pekon Gisting Bawah dan Gisting Atas, telah selesai. Tahap selanjutnya membuat badan jalan. Kini para pengendara sudah dapat menikmati arus lalulintas normal dua arah, bukan lagi sistem buka-tutup.

Pengawas lapangan pemasangan gorong-gorong Darmawan mengatakan, badan jalan yang dibuat adalah sisi selatan jalan atau lajur kiri dari arah Gisting Bawah. Titik ini adalah tanah timbunan dari proses pemasangan gorong-gorong yang nanti akan dijadikan badan jalan baru.

“Di sisi ini nantinya dicor, jadi yang sebelah tetap menggunakan badan jalan lama yang aspal, sebelahnya baru dicor. Jadi di sini ada dua bentuk jalan berbeda, jalan yang cor dan jalan yang aspal,” jelas Darmawan, Kamis (24/5) sore.

Ia mengaku dengan tuntasnya perbaikan itu, maka kelebaran badan jalan sudah pasti bertambah. Sebab tanah timbunan dari perbaikan sudah bisa digunakan untuk satu jalur. Sedangkan permukaan akan disamakan ketinggiannya. Dan pada badan jalan aspal yang dipotong nanti akan diaspal.

“Pengguna jalan bisa menikmati pembukaan sistem jalan dua arah. Sampai nanti ada pembuatan cor pada badan jalan. Saat itu maka badan jalan yang dicor harus ditutup dan lalulintas kembali lagi pada badan jalan yang diaspal,” tandas Darmawan. (ayp)




Sidak Pasar Gisting dan Talangpadang, masih Didapati Makanan Kedaluwarsa dan Petasan

http://translampung.com/wp-content/uploads/2018/05/AndroVid_Slide9148.mp4

PANTAU PASAR GISTING DAN TALANGPADANG: Pj. Bupati Tanggamus Zainal Abidin bersama Tim Satgas Pangan memantau kondisi harga dan stok sembako di Pasar Gisting dan Talangpadang, tadi (14/5). (Foto: DISKOMINFOSANDI TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Inspeksi ke pasar-pasar tradisional dan toko modern di wilayah Kabupaten Tanggamus terus dilakukan. Tadi pagi (14/5) giliran Penjabat Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, M.T. bersama Dandim 0424 Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo dan Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi inspeksi ke Pasar Gisting dan Talangpadang.

Tim Satuan Tugas Pangan Kabupaten Tanggamus itu, secara langsung memantau stabilitas harga-harga sembilan bahan pokok sekaligus situasi pasokan sembako. Pemantauan itu dilakukan, lantaran ibadah puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2018, sudah semakin dekat.

Sidak di Pasar Gisting dilanjutkan ke Pasar Talangpadang hari ini, merupakan agenda hari kedua. Sebab hari pertama pada Jumat (11/5) lalu, sidak di Pasar Kotaagung sudah diawali Sekretaris Daerah Tanggamus Andi Wijaya didampingi Kapolres AKBP I Made Rasma Jemy Karang.

Menurut Zainal Abidin, dalam menghadapi bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah, Tim Satgas Pangan Tanggamus akan melaksanakan sidak ke seluruh pasar. Sidak di pasar tersebut, untuk memastikan harga terkendali dan ketersediaan bahan pangan mencukupi. Sekaligus memantau kelayakan konsumsi bahan makanan.

“Dan dari hasil sidak hari ini, memang kami temukan beberapan bahan makanan dalam kemasan yang sudah kedaluwarsa. Ada juga temuan oleh Anggota Satgas Pangan, oknum pedagang yang nekat menjual petasan padahal sudah tegas dilarang beredar,” ujar penjabat bupati.

Turut mendampingi dalam sidak, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Ir. FB. Karjiono, Kepala Dinas Perdagangan Zulfadli, Sekretaris Dinas Kesehatan Taufik Hidayat, Kepala Diskominfosandi Sabaruddin, Komandan Satuan Polisi Pamong Praja Yumin, Sekretaris Ketahanan Pangan Alkat Alamsyah, Kabag Perekonomian Suyanto, Kabid Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan Ansory, dan Camat Gisting Firdaus. (ayp)




Gaasspooll…!! 1.500 Rider Taklukkan Beratnya Medan dari Tanggamus hingga Bandarlampung

GO…!!! Secara bergantian, Asisten Bidang Administrasi Setda Tanggamus Firman Ranie dan Wakapolres Tanggamus Kompol M. Budhi mengangkat bendera start untuk melepas 1.500 rider yang mengikuti adventure trail dengan start rute dari Tanggamus, lalu Pesawaran, dan finish di Bandarlampung. (Foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Deru suara knalpot dari ribuan motor trail, saling bersahutan di Jembatan Kalitebu Pekon Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus tadi (5/5) pagi. Sedikitnya 1.500 rider bakal memacu adrenalin mereka menaklukkan beragam kondisi track yang akan mereka hadapi, mulai dari Tanggamus, Pesawaran, hingga berakhir di Bandarlampung.

Secara bergantian rombongan rider dilepas oleh Asisten Bidang Administrasi Drs. Firman Ranie mewakili Penjabat Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin. Lalu Wakapolres Tanggamus Kompol M. Budhi Setyadi, S.I.K., M.Si. mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. serta Kepala Pekon Gisting Atas. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Aditya Kurniawan, S.H., S.I.K. serta Kabid Humas dan IKM Diskominfosandi Tanggamus Derius Putrawan juga ratusan masyarakat sekitar.

Dalam sambutanya Firman Ranie mengungkapkan harapan kepada ribuan peserta bisa memperkenalkan objek wisata yang ada di Tanggamus. Kabupaten Tanggamus merupakan satu dari 15 kabupaten kota di Lampung, yang mempunyai objek wisata cukup banyak. Ada 70 lebih air terjun.

“Dan salah satunya akan bisa dinikmati dalam track yang dilalui ini. Pemerintah Tanggamus juga sedang mengembangkan objek wisata. Beberapa di antaranya Teluk Kiluan yang merupakan habitat lumba-lumba yang terkenal hingga mancanegara,” kata Firman Ranie.

Dia juga berpesan agar seluruh peserta mengembangkan jiwa korsa, saling membantu sesama peserta.

Mewakili Pemkab Tanggamus, Firman Ranie juga mengucapkan terima kasih kepada Polres Tanggamus dalam melaksanakan pengamanan kegiatan serta seluruh panitia yang telah berkenan mengenalkan Tanggamus melalui adventure trail.

Terpisah Kabag Ops Kompol Aditya Kurniawan mengatakan, dalam kegiatan tersebut, Polres Tanggamus menerjunkan personel gabungan pengamanan.

“Pengamanan dilaksanakan dari lokasi keberangkatan hingga rombongan beristrahat di Pantai Karangputih Kecamatan Cukuhbalak. Dengan demikian dapat dipastikan kegiatan berjalan lancar,” tegas Aditya. (ayp)




Pemasangan Box Culvert Tunggu Cuaca Stabil, Arus Lalin masih Buka-Tutup

HATI-HATI! Beginilah kondisi Jalinbar ruas Tikungan Sempulur Kecamatan Gisting pascalongsor, para pengguna jalan diminta untuk ekstra hati-hati dan mematuhi sistem buka-tutup arus lalu lintas yang masih terus diberlakukan sampai waktu yang belum ditentukan. (Foto-foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Hingga Sabtu (7/4) sore, kondisi Jalan Lintas Barat Tikungan Sempulur Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, masih perlu diwaspadai para pengguna jalan. Pasalnya pascalongsor, gorong-gorong jenis box culvert yang sudah berada di tepi jalan menikung dan miring tersebut, belum terpasang. Karena pihak rekanan masih menyiapkan bidang pemasangan dan menunggu cuaca stabil.

Sekitar enam buah box culvert beton tampak terjajar di sekitar lokasi Jalinbar Tikungan Sempulur Gisting. Gorong-gorong berdimensi sekitar 1,3 x 1 meter itu, dijadikan solusi terbaik untuk mengatasi luapan air yang memintas badan Jalinbar dari sisi utara ke sisi selatan. Terparah, luapan air lantaran tidak berfungsinya gorong-gorong lama, mengakibatkan longsornya badan Jalinbar sisi selatan.

PPK 06 Sanggin Wolter Monginsidi Bandarlampung, Fathur menjelaskan, pemasangan box culvert tersebut tujuannya untuk memberikan jalan air dari sisi utara jalan ke sisi selatan.

“Permasalahannya di sini hanya air tidak bisa lewat dan akhirnya meluap, untuk langkah sementara ini akan coba dengan box culvert,” ujarnya pada translampung.com, Sabtu (7/4).

Ia mengaku selama ini memang sudah rencanakan hal itu. Tujuannya untuk menggantikan gorong-gorong lama yang sudah tertutup tanah. Namun teknisnya tidak mudah karena kondisi jalan yang miring dan curah hujan tinggi saat ini. Di tambah sisi jalan selatan langsung jurang.

“Kondisi tanah sekarang ini sudah jenuh air. Maka rawan longsor, maka kami harus tentukan dulu beronjong penahan untuk sementara. Itu untuk menjaga jalan dan tanah tidak longsor. Sebab tanah di sini miring,” ungkap Fathur.

Ia mengaku, idealnya pemasangan boxculvert di lokasi yang tanahnya miring adalah saat musim kemarau. Saat itu kondisi tanah keras. Maka lebih aman untuk tidak longsor.

“Makanya kami akan pasang itu kemarau nanti, sehingga penanganan sebelumnya hanya pakai karung dan pasir untuk penahan sementara jalan,” jelas Fathur.

Sedangkan waktu estimasi perbaikan jalan, dia menambahkan, belum bisa ditentukan berapa lama. Sebab masih harus menunggu survei tim konsultan. Kemudian menunggu kesiapan dananya. Jika dalam waktu dekat berjalan, maka akan gunakan dana sisa lelang pekerja di Sanggin Wolter Monginsidi, Bandarlampung.

Dari pantauan langsung translampung.com di lokasi sore ini, meskipun tinggal separuh badan jalan yang aman dilalui tepat di tikungan, namun arus lalu lintas sudah terurai. Walaupun perlahan dan harus berhati-hati, pengendara tetap bisa melintasi lokasi.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma Jemy Karang, melalui Kasat Lantas AKP Sofyan mengatakan, pihaknya dibantu personel Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus serta warga sekitar lokasi, memberlakukan sistem buka-tutup tepat di Tikungan Sempulur.

“Dengan sistem (buka-tutup) itu, arus lalu lintas bisa tetap bergerak. Tidak sama sekali lumpuh. Untuk mengatur arus lalu lintas, kami dibantu petugas dari Dishub Tanggamus dan malam harinya pengaturan dibantu oleh warga sekitar lokasi yang secara bahu-membahu mengatur arus lalu lintas. Kami imbau para pengendara sangat berhati-hati saat melintasi Tikungan Sempulur,” tandas Sofyan. (ayp)